Pengaruh Perkembangan Bahasa Gaul Dengan Bahasa Indonesia di Era Tahun 2023
Pengaruh Perkembangan Bahasa Gaul Dengan Bahasa Indonesia di Era Tahun 2023
Sherly Maulidina
Universitas Galuh
sherlymaulidina@unigal.ac.id
Abstrak
Penggunaan bahasa gaul dalam masyarakat, khususnya oleh generasi Z atau remaja yang lahir antara tahun 1996 hingga 2010. Variasi slang dalam bahasa besar seperti bahasa Indonesia memiliki arti unik yang berbeda dengan bahasa utama yang digunakan. Artikel ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi transformasi bahasa gaul, termasuk pengaruh media dan budaya global. Penggunaan bahasa gaul oleh generasi muda mengancam eksistensi Indonesia sebagai bahasa nasional dan identitas nasional. Dampak transformasi bahasa gaul memiliki sisi positif, seperti meningkatkan kreativitas dalam Menggunakan bahasa Indonesia tidak hanya berbahaya tetapi juga memiliki efek negatif. Maka baik dan benar untuk mencegah pemahaman dan penggunaan bahasa Indonesia. Artikel ini menekankan pentingnya mendidik generasi muda tentang pentingnya bahasa Indonesia dan cara melestarikannya.
Kata Kunci : Bahasa,Gaul,Pengaruh
Abstract
This article examines the usage of slang language in Indonesian society, particularly among Generation Z or adolescents born between 1996 and 2010. Slang variations within the broader Indonesian language have unique meanings that differ from the standard language. The article discusses the factors influencing the transformation of slang language, including the influence of media and global culture. The usage of slang language by the younger generation poses a threat to the existence of Indonesian as a national language and national identity. The impact of slang language transformation has both positive aspects, such as enhancing creativity in language use, as well as negative effects. It is essential to prevent misunderstandings and misuse of the Indonesian language. The article emphasizes the importance of educating the younger generation about the significance of the Indonesian language and ways to preserve it.
Keywords : Language,Slang,Influence
PENDAHULUAN
Bahasa merupakan suatu ungkapan yang mengandung maksud untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Sesuatu yang dimaksudkan oleh pembicara bisa dipahami dan dimengerti oleh pendengar atau lawan bicara melalui bahasa yang diungkapkan.
Chaer dan Agustina (1995:14) fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Hal ini sejalan dengan Soeparno (1993:5) yang menyatakan bahwa fungsi umum bahasa adalah sebagai alat komunikasi sosial. Sosiolinguistik memandang bahasa sebagai tingkah laku sosial (sosial behavior) yang dipakai dalam komunikasi sosial.
Suwarna (2002: 4) bahasa merupakan alat utama untuk berkomunikasi dalam kehidupan manusia, baik secara individu maupun kolektif sosial. Kridalaksana (dalam Aminuddin, 1985: 28-29) mengartikan bahasa sebagai suatu sistem lambang arbitrer yang menggunakan suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri.
Effendi (1995:15) berpendapat bahwa pengalaman sehari-hari menunjukan bahwa ragam lisan lebih banyak daripada ragam tulis. Lebih lanjut Effendi (1995:78) menyampaikan bahwa ragam lisan berbeda dengan ragam tulis karena peserta percakapan mengucapkan tuturan dengan tekanan, nada, irama, eda, atau lagu tertentu untuk memperjelas makna dan maksud tuturan. Selain itu kalimat yang digunakan oleh peserta percakapan tidak selalu merupakan kalimat lengkap.
Jeans Aitchison (2008 : 21) “Language is patterned system of arbitrary sound signals, characterized by structure dependence, creativity, displacement, duality, and cultural transmission”, bahasa adalah sistem yang terbentuk dari isyarat suara yang telah disepakati, yang ditandai dengan struktur yang saling tergantung, kreatifitas, penempatan, dualitas dan penyebaran budaya.
Secara umum, Generasi Z yaitu seseorang yang lahir antara tahun 1996 dan 2010 dan berusia antara 11 dan 25 tahun pada tahun 2011. Mayoritas dari gen z tersebut banyak menggunakan bahasa gaul menjadi bahasa keseharian. Maka dari itu artikel ini dibuat untuk menganalisa bagaimana bahasa gaul digunakan dalam bahasa remaja gen z. Karena dengan adanya bahasa gaul memicu adanya perubahan sikap secara individu pada remaja, yang pada gilirannya juga dapat mempengaruhi perubahan budaya dari waktu ke waktu. Karena itu, kita sebagai gen z juga perlu menyadari bahwa dengan adanya bahasa gaul akan bisa merusak secara perlahan bahasa Indonesia, sebelum hal itu terjadi maka diperlukan edukasi kepada remaja supaya berhati – hati dalam menggunakan bahasa gaul dan tetap melestarikan bahasa Indonesia.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian ini dengan mengumpulkan data dalam bentuk data kualitatif dari tinjauan-tinjauan data dan pustaka yang relevan terhadap kasus yang menjadi obyek bahasan. Pada penelitian teknik yang di gunakan untuk pengumpulan data yaitu dengan cara mencari materi yang berkaitan dengan pembahasan pada artikel ini, baik secara digital maupun manual. Setelah melakukan referensi, kemudian menganalisis data-data yang telah terkumpul dengan mendisplay, mereduksi, dan merekonstruksi sehingga menjadi sebuah konsep yang baru, dengan menggunakan analisis isi yang lebih mengutamakan intertekstualitas.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan Bahsa Lisan
Banyak faktor yang mempengaruhi bahasa lisan seseorang. Beberapa faktor utama yang dapat memengaruhi bahasa lisan termasuk:
Lingkungan Sosial: Lingkungan sosial, seperti keluarga, teman sebaya, dan komunitas, dapat memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan bahasa lisan. Bahasa yang digunakan dan ditunjukkan oleh individu di lingkungan ini dapat mempengaruhi kosakata, tata bahasa, dan pengucapan.
Latar Belakang Budaya: Latar belakang budaya dan warisan dapat mempengaruhi perkembangan bahasa lisan. Norma budaya, nilai-nilai, dan tradisi sering membentuk bahasa yang digunakan dalam suatu komunitas atau kelompok. Pengaruh budaya dapat mempengaruhi pilihan kosakata, ekspresi, dan gaya komunikasi.
Kesempatan Pendidikan: Akses ke pendidikan berkualitas dan paparan pada lingkungan yang kaya akan bahasa dapat sangat memengaruhi keterampilan bahasa lisan. Pendidikan formal menyediakan instruksi bahasa yang terstruktur dan kesempatan untuk berlatih dan mengembangkan keterampilan. Pengaturan pendidikan juga memperkenalkan individu pada rentang kosakata yang lebih luas dan konvensi bahasa.
Faktor Sosioekonomi: Faktor sosioekonomi, seperti tingkat pendapatan dan status sosial ekonomi, dapat mempengaruhi perkembangan bahasa lisan. Individu dari latar belakang yang kurang beruntung mungkin memiliki akses terbatas terhadap sumber daya bahasa dan pengalaman, yang dapat mempengaruhi perolehan kosakata dan kemahiran bahasa.
Media dan Teknologi: Pengaruh media dan teknologi terhadap bahasa lisan tidak dapat diabaikan. Televisi, film, internet, dan platform media sosial memberikan paparan pada berbagai gaya bahasa dan dialek. Media dapat memperkenalkan kosakata baru dan mempengaruhi penggunaan bahasa, terutama di kalangan generasi muda.
Kemampuan Berbahasa Ganda/Multibahasa: Terpapar pada beberapa bahasa dapat memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan bahasa lisan. Individu yang berbahasa ganda atau multibahasa sering menunjukkan fleksibilitas kognitif yang lebih baik dan keterampilan komunikasi yang lebih baik. Bahasa yang digunakan di rumah dan di masyarakat dapat mempengaruhi kosakata, sintaksis, dan penggunaan bahasa.
Perbedaan Individu: Setiap individu memiliki karakteristik unik yang dapat mempengaruhi perkembangan bahasa lisan. Faktor seperti kemampuan kognitif, sifat kepribadian, dan gaya belajar dapat memainkan peran. Beberapa individu mungkin memiliki bakat alami dalam pembelajaran bahasa, sementara yang lain mungkin memerlukan dukungan dan intervensi tambahan.
Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa lisan penting bagi pendidik, orang tua, dan pembuatkebijakan. Dengan mengatasi faktor-faktor ini dan memberikan dukungan yang sesuai serta kesempatan untuk pengembangan bahasa, individu dapat meningkatkan keterampilan bahasa lisan mereka dan berkomunikasi secara efektif dalam berbagai konteks.
Bahaya Terhadap Eksistensi Indonesia Akibat Bahasa Gaul
Kegiatan berbahasa erat kaitannya dengan budaya generasi muda. Dalam hal ini, jika generasi muda hilang, bahasa Indonesia dapat kehilangan kemampuannya sebagai bahasa nasional dan identitas bangsa. Oleh karena itu, perlu adanya pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda sejak dini agar mereka tidak mengalami degenerasi. Dampak globalisasi terhadap identitas bangsa dapat terlihat dari perilaku masyarakat yang tinggal di luar Indonesia dan terbiasa dengan bahasa gaul.
Penyakit bahasa Indonesia
Karena bahasa gaul mudah untuk dikomunikasikan dan hanya dipahami oleh sekelompok orang tertentu, remaja cenderung memilih menggunakan bahasa gaul dalam komunikasi sehari-hari. Hal ini membuat bahasa Indonesia terlihat kuno dan tidak menarik bagi remaja, dan akibatnya tingkat kemahiran berbahasa Indonesia menurun.
Mengakhiri keberadaan bahasa gaul
Penyebaran bahasa gaul di lingkungan remaja menjadi tanda serius ancaman kepada bahasa Indonesia dan menunjukkan penurunan kemampuan berbahasa generasi muda saat ini. Oleh karena itu, tidak dapat diabaikan bahwa suatu saat nanti bahasa Indonesia akan hilang dan digantikan oleh bahasa gaul.
Dalam rangka menjaga eksistensi dan keberlanjutan bahasa Indonesia, perlu adanya upaya yang sungguh-sungguh untuk memperkuat penggunaan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan generasi muda.
Pengaruh Perubahan Bahasa Gaul
Komunikasi Interpersonal: Perubahan bahasa gaul dapat mempengaruhi komunikasi antarindividu. Penggunaan kosakata, tata bahasa, dan gaya berbicara yang berbeda dalam bahasa gaul dapat menyebabkan kesalahpahaman dan kesulitan dalam pemahaman antara generasi yang menggunakan bahasa gaul dan generasi yang tidak terbiasa dengan bahasa tersebut.
Identitas Budaya: Perubahan bahasa gaul dapat berdampak pada identitas budaya. Penggunaan bahasa gaul yang meluas dapat mengaburkan karakteristik bahasa dan budaya tradisional. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kesadaran dan penghargaan terhadap warisan budaya lokal, serta tantangan dalam melestarikan keunikan dan keaslian budaya tersebut.
Pemertahanan Bahasa Utama: Perubahan bahasa gaul dapat menggeser perhatian dan fokus dari penggunaan bahasa utama. Ketika lebih banyak waktu dan energi dihabiskan untuk menggunakan dan mempelajari bahasa gaul, kemampuan dan pemahaman terhadap bahasa utama dapat menurun. Ini dapat berdampak negatif pada keberlanjutan dan pemertahanan bahasa utama sebagai identitas nasional.
Perubahan Sosial dan Budaya: Perubahan bahasa gaul dapat mencerminkan perubahan sosial dan budaya dalam masyarakat. Bahasa gaul sering kali merupakan cerminan dari tren, nilai, dan norma yang berkembang di kalangan generasi muda. Dengan perubahan bahasa gaul, pola komunikasi dan gaya hidup dapat berubah secara signifikan.
Inovasi dan Kreativitas Bahasa: Meskipun perubahan bahasa gaul dapat menimbulkan tantangan, juga dapat mencerminkan inovasi dan kreativitas dalam bahasa. Perubahan bahasa gaul sering kali melibatkan pembentukan kosakata baru, gaya bahasa yang unik, dan ungkapan yang kreatif. Ini dapat memperkaya ekspresi budaya dan memberikan ruang untuk kesenangan dan interaksi sosial yang lebih dinamis.
Pengaruh Media dan Teknologi: Media dan teknologi memainkan peran penting dalam mempercepat perubahan bahasa gaul. Media sosial, platform digital, dan konten online memperluas penyebaran bahasa gaul dan memungkinkan pengaruh yang lebih cepat dan luas. Hal ini dapat mempercepat perubahan bahasa dan memengaruhi pemahaman dan penggunaan bahasa oleh generasi muda.
PengaruhPositif : Efek positif dari perubahan bahasa gaul adalah orang menjadi kreatif dan memakai bahasa yang mudah diucapkan dan diingat. Slang dapat digunakan sebagai inovasi linguistik baru, tetapi harus berhati-hati untuk menggunakan bahasa gaul dalam istilah dan situasi yang tepat, di lingkungan yang tepat, serta dengan komunikasi yang sempurna. (Nurgiansah dan Sukmawati, 2020).
Pengaruh Negatif : Dampak negatif yg terjadi asal peningkatan penggunaan bahasa gaul yaitu menurunnya minat memakai bahasa Indonesia dalam percakapan sehari- hari. Slang dapat menghambat penggunaan yang tepat dan benar dari bahasa Indonesia. Bahasa gaul juga dapat membingungkan pembaca dan pendengar karena tidak semua orang punya pemikiran yang sama terhadap bahasa tersebut. Terutama dalam bentuk tulisan, bahasa gaul seringkali mengundang berbagai penafsiran dan memerlukan pemahaman yang lebih mendalam. Penggunaan bahasa gaul pula bisa menyulitkan komunikasi pada situasi formal yang mengharuskan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang baik serta benar (Nurgiansah dan AL Muchtar, 2018).
Pengaruh perubahan bahasa gaul ini perlu dipahami dalam konteks yang lebih luas, dengan mempertimbangkan konsekuensi positif dan negatifnya. Penting untuk menjaga keseimbangan antara inovasi bahasa dan pemertahanan bahasa utama, serta mempromosikan kesadaran bahasa dan penghargaan terhadap identitas budaya yang unik.
SIMPULAN
Banyak faktor yang mempengaruhi bahasa lisan seseorang, termasuk lingkungan sosial, latar belakang budaya, kesempatan pendidikan, faktor sosioekonomi, media dan teknologi, kemampuan berbahasa ganda/multibahasa, dan perbedaan individu. Memahami faktor-faktor ini penting untuk meningkatkan keterampilan bahasa lisan dan komunikasi yang efektif.
Dalam konteks bahasa Indonesia, penggunaan bahasa gaul oleh generasi muda dapat menimbulkan bahaya terhadap eksistensi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan identitas nasional. Penyebaran bahasa gaul dapat mengakibatkan pengurangan kemahiran berbahasa Indonesia dan mengabaikan pentingnya bahasa utama.
Perubahan bahasa gaul memiliki dampak yang kompleks. Di satu sisi, perubahan bahasa gaul dapat mencerminkan inovasi dan kreativitas dalam bahasa serta memperkaya ekspresi budaya. Namun, di sisi lain, perubahan bahasa gaul juga dapat mengaburkan identitas budaya, menggeser perhatian dari bahasa utama, dan mempengaruhi komunikasi antarindividu.
Penting untuk menjaga keseimbangan antara inovasi bahasa dan pemertahanan bahasa utama. Diperlukan upaya yang sungguh-sungguh untuk memperkuat penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda. Pendidikan dan pelatihan sejak dini serta peningkatan kesadaran tentang pentingnya melestarikan bahasa Indonesia sebagai identitas nasional dapat membantu menjaga eksistensi dan keberlanjutan bahasa Indonesia.
Pemerintah, pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan bahasa lisan, mengatasi faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa, dan memberikan kesempatan yang sesuai bagi individu untuk meningkatkan keterampilan berbahasa lisan mereka. Dengan demikian, individu akan dapat berkomunikasi secara efektif dalam berbagai konteks dan mempertahankan kekayaan budaya melalui bahasa mereka.
DAFTAR PUSTAKA
Chaer, Agustina (1995:14) Fungsi Utama Bahasa Adalah Sebagai Alat Komunikasi.
Soeparno (1993:5) Menyatakan Bahwa Fungsi Umum Bahasa Adalah Sebagai Alat Somunikasi sosial.
Suwarna (2002: 4) Bahasa Merupakan Alat Utama Untuk Berkomunikasi Dalam Kehidupan Manusia, Baik Secara Individu Maupun Kolektif Sosial.
Kridalaksana (dalam Aminuddin, 1985: 28-29) Mengartikan Bahasa Sebagai
Suatu Sistem Lambang Arbitrer Yang Menggunakan Suatu Masyarakat Untuk Bekerja Sama, Berinteraksi, dan Mengidentifikasikan Diri.
Effendi (1995:15) Berpendapat Bahwa Pengalaman Sehari-Hari Menunjukan Bahwa Ragam Lisan Lebih Banyak dari Pada Ragam Tulis.
Jeans Aitchison (2008 : 21) “Language is patterned system of arbitrary sound signals, characterized by structure dependence, creativity, displacement, duality, and cultural transmission”, bahasa adalah sistem yang terbentuk dari isyarat suara yang telah disepakati, yang ditandai dengan struktur yang saling tergantung, kreatifitas, penempatan, dualitas dan penyebaran budaya.
Nurgiansah, T. H., & Sukmawati. (2020). Tantangan Guru Pendidikan Kewarganegaraan Di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial,
Nurgiansah, T. H., & AL Muchtar, S. (2018). Development of Student Awareness through Student Learning Model Jurisprudential in Citizenship Education.
Komentar
Posting Komentar