ANALISIS NILAI MORAL DALAM NOVEL BUMI CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZ

ANALISIS NILAI MORAL DALAM NOVEL BUMI CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZ


Mira Ikeunurwulan

UNIVERSITAS GALUH

miranurwulan551@gmail.com


Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengungkap nilai moral yang terdapat dalam novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik kajian pustaka. Adapun teknik analisis data menggunakan teknik analisis data interaktif Miles dan Huberman berupa: 1) data condensation; 2) data display; 3) drawing and verifying conclusins. Metode hermeneutika digunakan sebagai metode untuk mengungkap isi pesan moral yang terdapat dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Adapun hasil penelitian ini bisa ditemukan dalam dua nilai moral, yakni 1) dampak dari menjadi pelacur ialah hilangnya ketenangan jiwa dan memunculkan malapetaka dan 2) dampak dari istiqamah dalam beribadah ialah bisa timbul keberanian dan ketenangan. 

Kata kunci: novel bumi cinta, moral, dan hermeneutika

Abstract

This study aims to describe the moral values ​​contained in the novel Bumi Cinta by Habiburrahman El Shirazy. The research method used is descriptive qualitative with literature review techniques. The data analysis technique uses Miles and Huberman's interactive data analysis technique in the form of: 1) data condensation; 2) display data; 3) drawing and verifying conclusions. The hermeneutic method is used as a method to reveal the contents of the moral message contained in the novel Bumi Cinta by Habiburrahman El Shirazy. The results of this study can be found in two moral values, namely 1) the impact of being a prostitute is the loss of peace of mind and causing havoc and 2) the impact of istiqamah in worship is that courage and calm can arise.

Keywords :  earth novel of love, morals, and hermeneutics


PENDAHULUAN

Karya sastra merupakan hasil imajinasi manusia yang mengambil kehidupan manusia  sebagai sumber inspirasinya. Menurut Ratna (2005:312), hakikat karya sastra adalah rekaan atau yang lebih sering disebut imajinasi. Imajinasi dalam karya sastra adalah imajinasi yang berdasarkan kenyataan. Para ahli lain juga berpendapat bahwa.

Karya sastra setiap pemunculannya mencerminkan suatu keadaan masyarakat tertentu. Sebab karya sastra ditulis oleh pengarang yang notabene hidup dan melakukan interaksi di tengah-tengah kelompok masyarakatnya. Dialog antara pengarang dan lingkungan masyaraktnyalah yang melahirkan sebuah karya sastra. Wellek dan Austin Warren (1999: 109) mengatakan bahwa sastra ialah institusi sosial, di mana bahasalah yang menjadi medianya. Sastra menyuguhkan kehidupan yang sebagian besarnya merupakan realitas sosial.

Novel adalah jenis cerita fiksi yang lahir dan berkembang paling akhir jika dibandingkan dengan roman atau ceritan pendek (Waluyon, 1994: 37). Novel menjadi salah satu bentuk karya sastra yang menyuguhkan nilai moral kepada pembacanya melalui cerita, sikap, dan tingkah laku tokoh-tokoh dalam novel tersebut. Dalam penelitian ini dimensi yang akan diteliti adalah berkaitan dengan nilai moral dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy.  

Novel Bumi Cinta menarik untuk diteliti karena novel ini mengandung value moral yang hikmahnya bisa diambil oleh pembaca. Novel Bumi Cinta ini ditulis berdasar atas hasil tadabur pengarangnya terhadap ayat-ayat Al-Qur’an.

Ikhtiar menurut istilah Teologi (Ilmu Kalam), arti ikhtiar adalah kebebasan dan kemerdekaan manusia dalam memilih dan menentukan perbuatannya (Nasution,1992:410). Ikhtiar juga diartikan berusaha karena pada hakikatnya orang yang berusaha berarti memilih.

Moral dalam karya sastra biasanya mencerminkan pandangan hidup pengarang yang bersangkutan, pandangannya tentang nilai-nilai kebenaran, dan hal itulah yang ingin disampaikannya kepada pembaca (Nurgiyantoro, 2012: 321). Pada sebuah karya sastra akan ada tokoh antagonis dan protagonis. Untuk mengetahui pesan atau amanat dalam suatu karya sastra perlu ditafsirkan maknanya. Dalam kajian ilmiah, analisis teks dapat menggunakan metode interpretatif.

Interpretasi disebut dengan hermeneutika atau penafsiran Hermeneutika menjadi sebuah metode dalam penelitian sastra, bahkan menjadi metode yang paling sering digunakan.Interpretasi merupakan proses menyampaikan pesan (makna) yang secara eksplisit dan implisit termuat dalam karya sastra. Interpreter adalah jurubahasa atau penerjemah pesan yang terdapat dalam karya sastra. Fitria (2016: 34) mengemukakan bahwa hermeneutika adalah ilmu pengetahuan yang mencoba untuk menginterpretasikan suatu teks atau peristiwa pada masa silam atau masa yang telah lalu bisa dipahami dan memiliki arti penting berdasarkan keberadaanya di masa kini.

Hermenetika menurut pandangan kritik sastra ialah Sebuah metode untuk memahami teks yang diuraikan dan diperuntukkan bagi penelaahan teks karya sastra. Hermenetik cocok untuk membaca karya sastra karena dalam Kajian sastra, apa pun bentuknya, berkaitan dengan suatu aktivitas yakni interpretasi (penafsiran). 

Secara keseluruhan, dapatlah dinyatakan bahwa hermeneutika memang dapat diterapkan dalam interpretasi sastra.

METODE PENELITIAN 

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Moleong (2016: 6) menuturkan bahwasanya penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami peristiwa atau fenomena apa yang dialami oleh subjek penelitian, seperti persepsi, motivasi, perilaku, lain sebagainya secara kompherensif. Penelitian ini menggunakan strategi kajian pustaka, berupa naskah novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy.  

Metode analisis data menggunakan analisis data interaktif dari Miles dan Haberman (2014), yang terdiri atas tiga tahap yakni: data condensastion, data display dan drawing and verifying conclusions. Untuk mengungkap pesan moral yang terdapat dalam novel Bumi Cinta, digunakan metode hermeneutika. Yang mana dalam analisis ini terdapat upaya pembacaan, pemahaman, penerjemahan, penafsiran dan penjelasan tentang pesan moral yang terkandung dalam novel tersebut.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Habiburrahman El Shirazy dalam prolog novel Bumi Cinta mengungkap bahwa novel Bumi Cinta adalah hasil tadaburnya atas firman Allah, QS. Al Anfal ayat 45, 45 dan 47. Novel ini ditulis berdasar konteks kekinian di era globalisasi yang mana pengarang merasa bahwa orang-orang mukni (beriman) sedang dihadapkan dengan ujian dan cobaan yang amat berat. Misalnya saja Free sex dan pergaulan bebas yang tengah merebak. Selain itu pula, terdapat pornografi, pornoaksi, liberalisme, individualistik dan lain sebagainya, sebagai akibat dari proses dehumanisasi dan sekulerisasi.  

Arus modernisasi dan globalisasi yang dimotori oleh Barat membuat manusia tercerabut dari nilai budaya dan kearifan lokal. Kuntowijaya dalam bukunya berjudul Muslim tanpa Masjid (2001: 96-97), mengungkapkan bahwasanya manusia terasing dari lingkungan yang sekian lama telah melingkupinya. Perasaan terasing ini menimbulkan hilangnya makna dan timbulnya gejala dehumanisasi.  

Sejalan dengan tujuan novel untuk mengungkapkan bahwa adanya orang-orang mukni (beriman) tengah berjuang keras menghadapi ujian yang sangat berat dengan berbagai konflik yang terkandung di dalamnya. Nilai moral disajikan pengarang dalam berbagai bentuk sikap dan tingkah laku tokoh. Dalam novel ini, disajikan dalam perilaku tokoh yang tercela dan tingkah laku tokoh yang terpuji secara seimbang, berikut uraianya:

dalamnya. Nilai moral disajikan pengarang dalam berbagai bentuk sikap dan tingkah laku tokoh. Dalam novel ini, disajikan dalam perilaku tokoh yang tercela dan tingkah laku tokoh yang terpuji secara seimbang, berikut uraianya:  

Dampak dari Menjadi Pelacur 

Profesi pelacur tergambar melalui tokoh pembantu, Yelena, yang merupakan teman satu apartemen Linor Corsova dan Muhammad Ayyas. Yelena adalah seorang yang tidak percaya pada agama dan Tuhan bisa dibilang ia adalah seorang atheis, meski sebelumnya ia pernah memeluk agama Islam saat menikah dengan Majidov. Yelena juga memiliki seorang anak bernama Omarov, Omarov tinggal bersama ayahnya dan tetap menjadi muslim. Profesi itu awalnya ditawarkan oleh Olga Nikolayenko, karena melihat paras Yelena yang sangat cantik dan menawan. Sebelumnya ia pernah menderita miskin dan hidup sebatang kara setelah keluar dari rumah Majidov. Ia merasa Majidov telah memperlakukannya dengan semena-mena, karena telah mengusirnya dari rumah. 

Profesi sebagai pelacur ia jalani selama tiga tahun selepas bercerai dengan suaminya. Yelena menjadi pelacur kelas atas dengan penghasilan ratusan dolar dalam beberapa jam saja. Namun uang yang berlimpah dengan kemewahan yang luar biasa tak lantas membuat ia merasa bahagia. Justru kadang kala itu bisa jadi balik ke diri kita dengan hal-hal yang kurang pantas.  

“...‘Tidak ada yang tidak mengakui kecantikanmu Yelena. Tapi apa sebenarnya yang kau cari? Untuk apa kau hidup sebenarnya? Bahagiakah kau dengan cara hidup seperti ini? Bahagiakah kau dengan ribuan dolar yang kau dapat dari para hidung belang itu? Inikah hidup terhormat di era modern yang kau dambakan? Bahagiakah kau Yelenan? Bahagiakah kau Yelena?’ Ia mengatakan itu setengah berbisik pada bayangan dirinya sendiri di cermin. Sebentar kemudian tangisnya pecah.” (Shirazy, 2019: 43-44). 

Yelenan tidak merasakan ketenangan dan kedamaian dalam hidupnya. Jiwanya sering meronta dan hatinya acapkali merintih ingin berhenti dari pekerjaan tak terpuji itu. Tapi ia juga sangat membutuhkan pekerjaan itu untuk kehidupannya.

“Sudah tiga tahun ini ia merasa tidak menjadi manusia. Sejak ia sampai di Moskwa dan bekerja menjamu lelaki hidung belang, sebagaimana yang baru saja dilakukannya dengan kliennya, ia merasa telah hilang kehormatannya sebagai manusia...” (Shirazy, 2019: 44). 

Pelacuran dalam agama Islam juga disebut dengan Zina. Dalam Islam, Zina termasuk dalam kategori perbuatan dosa besar. Hal ini dapat dilihat dari urutan penyebutan setelah dosa musyrik dan membunuh tanpa alasan yang benar (haq). Dalam Al-Qur’an, surat Al Isra ayat 32, islam dengan tegas melarang perbuatan zina, karena zina ialah perbuatan tersebut adalah kotor dan keji.  

Tak adanya ketengan dan kebahagiaan sebagai akibat dari perofesinya yang tidak terpuji itu. Tidak ada berkah dari pekerjaanya selama ini. Kemudian membawa malapetaka bagi pelakunya.  

“Perempuan yang dilempar dari mobil itu tak lain adalah Yelena. Ia merasa seluruh tubuhnya remuk” (Shirazy, 2019: 162).

Perlakuan yang buruk itu didapatkan Yelena dari kliennya dari Afrika Selatan. Hampir saja ia mati membeku di jalanan seperti anjing penyakitan. Ia nyaris di ambang kematian, jika saja bibi Margareta dan Ayyas tidak segera membawanya ke rumah sakit. Meski selamat dari peristiwa itu, Yelena harus kehilangan telinganya, karena diamputasi.  

Dampak dari Istiqamah dalam Beribadah 

Konsistensi ibadah atau Istiqamah ini digambarkan lewat tokoh utama, Muhammad Ayyas, seorang santri salaf yang pergi ke Rusia untuk melakukan peneitian terkait sejarah Islam modern di Rusia modern untuk kebutuhan Thesisnya untuk meraih gelar magisternya di Aligarh Muslim University, India. Lingkungan Rusia tidak sama dengan di Arab Saudi tempat ia kuliah untuk meraih gelar sarjana. Rusia menjunjung tinggi pergaulan bebas dan free sex. Di negara bebas seperti rusia hal seperti sex, narkoba, minuman alkohol sudah bukan lagi hal yang tabu. Bahkan sudah jadi hal seperti biasa yang dilakukan penduduk nya setiap kali ada dalam sebuah kehidupan sehari-hari. Sehingga, sebagai seorang muslim, iapun harus meningkatkan ketaqwaanya kepada Allah SWT dengan konsistensi ibadah.  

“Selesai shalat Subuh, seperti biasa, ia membaca Al-Qur’an, zikir, mat’surat pagi, dan membaca kitab Mudzakarah Fil Manazil Ash-Shidiqqin wa Ar-Rabbaniyyin, yang merupakan penjelas dari kalimat-kalimat penuh cahaya dari Ibnu Athaillah As Sakandary. Ia merasa shalat, membaca Al-Qur’an. Zikir dan membaca buku adalah nutrisi jiwanya yang harus ia jaga betulbetul.” (Shirazy, 2019: 58).  

Dampak dari konsistensi Ibadah, atau dalam istilah Islam, yakni Istiqamah, digambarkan bahwa dengan Istiqamah Ayyas memiliki keberanian (Syaja’ah). Muslim yang selalu istiqamah memiliki keberanian yang luar biasa. Ia tidak akan gentar menghadapi segala rintangan dalam hidupnya.  

“Mendengar kata-kata yang sangat memusuhi dan mengintimidasi itu kemarahan Ayyas semakin bertambah. Keberaniannya naik berlipat-lipat...” (Shirazy, 2019: 116).  

Dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar (menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran), Ayyas beradu sendit dengan Sergey, orang yang baru saja mengintimidasnya. Ayyas terlibat perkelahian dengan Sergey, lelaki yang baru saja berbuat tidak senonoh bersama kekasihnya yang bernama Linor Corsova, teman satu apartemen Ayyas.  

Selain itu memiliki keberanian, istiqamah juga akan mendatangkan ketenangan (Ithmi’nah), kedamaian, dan kebahagiaan. Meskipun melalui rintangan yang panjang, melewati jalan terjal kehidupan dan menapaki tilas lika--iku belantara hutan perjuangan. Karena keyakinan bahwa inilah jalan yang pernah ditempuh oleh hamba-hamba Allah yang agung yaitu para Nabi, Rasul, generasi terbaik setelahnya dan generasi yang bertekad membawa obor seyafet dakwah.  

“Bahwa ia bisa shalat dan sujud di ruangan seorang guru besar Universitas Negeri Moskwa (MGU) adalah nikmat yang agung dari Allah” (Shirazy: 2019: 160) 

Sholat ialah salah satu bagian dari ibadah. Ayyas shalat di tempat apa pun ketika sudah masuk waktu sholat. Rukuk dan sujud kepada Allah mendatangkan nikmat yang luar biasa, nikmat ini berupa ketenangan hati.  

“Pertanyaan Doktor Anastasia membuat tubuh Ayyas gemetar. Ia ingin marah karena cemburu cara ibadahnya diremehkan, tapi ia tidak boleh marah pada otang yang tidak tahu. ia berusaha mengendalikan diri sebaik mungkin. Ia harus menjelaskan apa yang bis dijelaskan”. (Shirazy, 2019: 206). 

Meski tersentak dengan pertanyaan dari Doktor Anastasia yang terbilang merendahkan atau meremehkan cara ibadahnya, Ayyas tetap tenang dalam menanggapinya. Ia berpikiran postif, lalu menjelaskan dengan tenang kepada doktor Anastasia.  

“Ayyas tidak memedulikan sama sekali. Ia menganggap yang dilakukan Linor sama dengan anak kecil yang marah karena orang tuanya tidak membelikan mainan yang dimintanya.” (Shirazy, 2019: 222).  

Saat Ayyas dicaci dan dimaki oleh Linor Corsova, Ayyas tetap tenang mendengar caci maki dari Linor di balik pintu. Tidak merasa tersinggung dengan caci dan makian Linor. Ayyas pun tidak ingin membalasnya, dan keesokan harinya Ayyas malah membangunkan Linor yang bangun kesiangan. Ini menunjukkan bahwa tak ada dendam yang tersulut dari hatinya atas cacian Linor tadi malam. Orang yang hati dan jiwanya tenang tak akan menyimpan dendam. 

“...Ayyas merasa senang dan tenang.” (Shirazy, 2019: 452). 

Saat Ayyas dituduh sebagai pelaku pemboman di Hotel Metropole. Ia tetap tenang menghadapinya, sebab dalam kasus itu memang ia tidak bersalah. Saat peristiwa pemboman terjadi, ia menjadi narasumber dalam acara talk show Rusia Berbicara di salah satu stasiun TV di Rusia. Acara talk show dihentikan sejenak dan dipercepat karena ada kabar pemboman di Hotel Metropole. Sehingga alibinya seterang cahaya matahari. Ayyas tidak terlibat sama sekali dalam kasus tersebut.

SIMPULAN

Hasil dari analisis narasi pesan moral pada tokoh dalam novel Bumi Cinta oleh (Indriani, 2013) terdapat beberapa bentuk kategori pesan moral yang meliputi: hubungan manusia dengan Tuhannya, dari tokoh-tokoh dalam novel kepada sang pencipta Allah SWT. Seperti dalam tokoh Ayyas yang berpegang teguh terhadap ajaran agamanya, yakni Islam. Yang mana keteguhan akan keyakinan itu harus berbenturan dengan kehidupan masyarakat Rusia terutama lingkungan tempat dia tinggal, yang sarat dengan nilai kebebasan tanpa pijakan teologis atau keyakinan agama. Hubungan manusia dengan sesama manusia lain dalam lingkungan sosial, berupa tolong menolong, menghargai, dan menghormati sesama, keramahan, sopan santun, kesetiaan dan sebagainya. Seperti dalam tokoh Bibi Margareta yang bersedia menolong Yelena yang pada saat itu dalam keadaan sekarat. Dan juga seorang Dr. Anastasia Palazzo sebagai asisten Profesor yang pada saat itu tidak bisa mendampingi atau membimbing penelitian Ayyas, yang dengan senang hati Dr. Anastasia membantu Ayyas dalam menyelesaiakan tugas penelitiannya. Dan hubungan manusia dengan dirinya sendiri berupa rasa cinta, rindu, ambisi, cita-cita, dan sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA

https://serupa.id/sastra-pengertian-sejarah-jenis-fungsi/

https://123dok.com/article/teori-hermeneutika-analisis-pesan-moral-novel-surga-dirindukan.zpxdjxrq

https://www.gramedia.com/best-seller/review-novel-bumi-cinta/#:~:text=Novel%20Bumi%20Cinta%20mengisahkan%20mengenai,harus%20melakukan%20penelitian%20di%20Rusia

https://www.merdeka.com/jateng/mengenal-jenis-penelitian-deskriptif-kualitatif-berikut-penjelasannya-kln.html

https://sastrawacana.id/2020/08/10/19-definisi-karya-sastra-menurut-para-ahli/


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Makna Dalam Lagu Usik karya Feby Putri

STRATEGI BUDAYA PENCAGARAN BAHASA DAERAH NUSANTARA