Analisis Makna Dalam Lagu Usik karya Feby Putri
Analisis Makna Dalam Lagu Usik karya Feby Putri
Silfia Alamatul Muflihah
Universitas Galuh
Email : silviaalamaulmuflihah@gmail.com
Abstract
This research is a qualitative research using content analysis method. The approach used in this research is a linguistic approach, namely semiotic analysis. The purpose of this study is to find out the meaning contained in the lyrics of the song "Usik" by Feby Putri using the theory of semiotic analysis. The technique in this study consisted of three techniques, namely data collection techniques, data analysis, and presentation of results. The results of this study indicate that the meaning contained in the lyrics of the song "Usik" is the right of human equality. The superstructure which contains schematic elements shows the title/lead as well as the story of the song lyrics. The micro structure contains semantic, syntactic, stylistic and rhetorical elements. The semantic element of the song lyrics shows the background, details and intent of the song lyrics. The syntactic elements of the lyrics of the song include sentence patterns, coherence and pronouns. The stylistic element shows the choice of words and sounds in the lyrics of the song. Meanwhile, the rhetorical elements of the song's lyrics indicate a deeper emphasis on meaning. This research also discusses the social cognition of the songwriter, as well as the social context felt by the people who hear or read it.
Keywords: analysis, song, meaning
Abstrak
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis isi.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah salah satu pendekatan linguistik yaitu analisis semiotika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna yang terdapat dalam lirik lagu “Usik” karya Feby Putri menggunakan teori analisis semiotika. Teknik dalam penelitian ini terdiri dari tiga teknik, yaitu teknik pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna yang terdapat dalam lirik lagu “Usik” adalah hak kesetaraan manusia. Superstruktur yang memuat unsur skematik menunjukkan adanya judul/ lead serta story dari lirik lagu. Struktur mikro memuat unsur semantik, sintaksis, stilistik dan retoris. Unsur semantik lirik lagu tersebut menunjukkan adanya latar, detail serta maksud dari lirik lagu tersebut. Unsur sintaksis liriklagu tersebut memuat pola kalimat, koherensi dan kata ganti. Unsur stilistik menunjukkan pemilihan kata dan bunyi pada lirik lagu tersebut. Sedangkan unsur retoris lirik lagu tersebut menunjukkan adanya penekanan makna yang lebih mendalam. Penelitian ini juga membahas mengenai kognisi sosial dari sang pencipta lagu, serta konteks sosial yang dirasakan oleh masyarakat yang mendengar atau membaca.
Kata Kunci : analisis, lagu, makna
PENDAHULUAN
Sebuah lagu bukan hanya kombinasi dari banyak instrumen dan bunyi tetapi lagu dapat dinyatakan sebagai sebuah kontinum karena sebuah lagu harus terikat antara pikiran, perasaan, dan juga instrumen alat musik sehingga masyarakat dapat memahami musik tersebut. Musik sendiri memiliki pengaruh yang besar bagi manusia, karena musik bagi manusia merupakan hiburan yang dapat memengaruhi jiwa manusia. Selain itu, musik dapat dijadikan alat untuk mencapai kemajuan spiritual dan kebahagiaan dalam diri manusia.
Membahas tentang menafsirkan suatu teks yakni memahami apa yang sebenarnya yang dimaksudkan oleh penyampai pesan, mengapa harus diampaikan, dan bagiamana pesan tersusun dan dipahami serta motif dibalik teks. Selain itu, melalui analisis semiotika ini dapat diketahui apakah sebuah teks mengandung tanda-tanda atau simbol yang memiliki makna tertentu. Pada prinsipnya analisis semiotika ini adalah analisis bahasa dalam penggunaannya. Oleh sebab itu, analisis semiotika tidak dapat dibatasi pada deskripsi bentuk-bentuk linguistik yang terlepas dari tujuan atau fungsi-fungsi yang mana bentuk-bentuk tersebut dirancang untuk melayani urusan-urusan manusia.
Semiotika adalah sebuah disiplin ilmu dan metode analisis yang dapat mengkaji tanda-tanda yang terdapat pada suatu objek untuk diketahui makna yang terkandung dalam objek tersebut. SEMIOTIKA berasal dari bahasa Yunani “Semeion”, yang berarti tanda. Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tanda (sign). Dalam pandangan Zoest, segala sesuatu yang dapat diamati atau dibuat teramati dapat disebut tanda. Dan tanda tidak terbatas pada benda (Zoest, 1993:18).Semiotik terdiri atas sekumpulan teori tentang bagaimana tanda-tanda memrepresentasikan benda, ide, keadaan, situasi, perasaan, kondisi diluar tanda-tanda itu sendiri.Semiotik menjadi salah satu kajian yang bahkan menjadi tradisi dalam teori komunikasi. Tradisi semiotik terdiri atas sekumpulan teori tentang bagaimana tanda-tanda merepresentasikan benda, ide, keadaan, situasi, perasaan dan kondisi di luar tanda-tanda itu sendiri.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakanpenelitian kualitatif dengan metode analisis isi.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah salah satu pendekatan linguistik yaitu analisis semiotika. Data primer dalam penelitian ini adalah lirik lagu “Usik” karya Feby Putri. Adapun data sekunder dalam penelitian ini terdiri dari artikel-artikel yang memuat informasi mengenai proses Feby Putri dalam menuliskan lagu “Usik” serta informasi lain tentang lagu maupaun penulis lagu untuk mendukung analisis data dalam sub bab pembahasan kognisi sosial dan konteks social, serta jurnal publikasi ilmiah mengenai teori analisis semiotika untuk mendukung analisis data.
Teknik dalam penelitian ini terdiri dari tiga teknik, yaitu teknik pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil. Dalam teknik pengumpulan data, lirik lagu “Usik”didengarkan serta dibaca melalui aplikasi streaming YouTube. Dalam analisis data, lagu “Usik”didengarkan berulang-ulang, serta liriknya dibaca dan diresapi. Lirik “Usik”diresapi dengan mendayagunakan panca indera dan mengaitkannya dengan masing-masing komponen analisis teks. Sub bab analisis teks berfokus pada lirik lagu tersebut.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Lagu “Usik” mengangkat tema mengenai hakkesetaraan manusia. Lagu “Usik” mempunyai makna yang dalam disetiap liriknya. Menurut sang penulis lagu Feby Putri, lagu ini dipersembahkan untuk teman teman tuli. Makna lagu ini tergantung bagaimana presfektif seseorang yang mendengarnya. Tema mengenai hak kesetaraan manusiadalam lirik lagu ini dijelaskan dalam penggalan bait lirik berikut.
(5)
Tiada yang meminta seperti ini
Tapi menurutku Tuhan itu baik
Merangkai cerita ku sehebat ini
Tetap menunggu dengan hati yang lapang
Penjelasan pada bait tersebut tidak dijelaskan secara langsung tapi dengan menggunakan kata-kata lain yang memperindah liriknya mengenai harapan adanya sebuah kesetaraan terlihat dalam lirik lagu “Tiada yang meminta seperti ini”. Lirik tersebut menggambarkan seseorang yang memiliki kekurangan dalam hidupnya yang belum tentu orang lain dapat merasakannya. Dalam penggalan lirik tersebut menjelaskan bahwa bagaimana pun keadaannya, alur cerita kehidupan dari Tuhan adalah hal yang terbaik.
[Introduction]
Tusuk halt gnay natagni gnajrenem
Tudusret ukini gnaur tagnah malad
Tural halt gnay lah kaugnem
Pada awal lagu penulis mempersembahkan bait berupa mantra yang membuat kesan sakral dalam lagu ini semakin kuat.
[Verse]
Tersesak beriring kabut
Menguak hal yang telah larut
Dalam hangat ruang ini ku tersudut
Menerjang ingatan yang telah kusut
Hanyut di dalam duniaku
Binasa seram kelam redup
Perlahan menjerit atas yang ku terima
Dari orang-orang yang tak paham
Pada bagian verse penulis mempersembahkan bait yang berisi perasaan orang yang memiliki kekurangan yang membuat dia sesak, sedih, kelam, perasaan seseorang yang seakan ingin menjerit meluapkan kesesakkan diri yang begitu berat ditengah orang-orang yang tidak paham akan kondisi dirinya.
[Chorus]
Hari-hari kujalani
harap ada yang bermakna
Kembalikanlah senyumku yang pergi
Secepat seperti dilahirkan lagi
Pada bagian chorus penulis mempersembahkan suatu harapan dari orang tersebut, berharap akan ada kebahagiaan akan ada senyuman yang datang padanya.
[Verse 2]
Tiada yang meminta seperti ini
Tapi menurutku tuhan itu baik
Merangkai ceritaku sehebat ini
Tetap menunggu dengan hati yang lapang
Bertahan dalam macamnya alur hidup
Sampai bisa tiba bertemu Cahaya
Pada bagian verse 2 penulis mempersembahkan bait yang berisi keikhlasan orang tersebut akan keadaannya, bait yang berisi harapan dan bait yang penuh rasa syukur akan kondisi dia, dia merasa Tuhan baik sekali telah merangkai cerita dia dengan hebat dan tidak semua orang memiliki cerita seperti dia.
[Bridge]
Tapi menurutku tuhan itu baik
Tapi menurutku tuhan itu baik
Pada bait ini terdapat ketegasan namun sangat ikhlas.
[Chorus]
Hari-hari kujalani harap ada yang bermakna
Kembalikanlah senyumku yang pergi
Secepat seperti di lahirkan lagi
Hari-hari kujalani harap ada yang bermakna
Kembalikanlah senyumku yang pergi
Secepat seperti di lahirkan lagi
Hari-hari kujalani harap ada yang bermakna
Kembalikanlah senyumku yang pergiSecepat seperti di lahirkan lagi
Pada bait ini penulis kembali menegaskan harapan harapan dan kekuatan dalam menghadapi kondisi seburuk apapun.
Struktur Mikro
1.Semantik
Kajian semantik membahas mengenai makna. Dalam KBBI, “Usik” memiliki makna perbuatan yang mengganggu orang lain.Secara tersirat makna dari lirik lagu “Usik” dijelaskan oleh sang penulis, yakni berharap agar manusia tidak mengusik kehidupan manusia lain dalam bentuk perundungan.Karena tidak ada manusia yang bisa memilih takdirnya, manusia hanya bisa menjalani tentang apa yang telah digariskan oleh Sang Pencipta
2. Sintaksis
Kajian sintaksis mempelajari hubungan antar kata-kata pada pengungkapannya.Berikut analisis sintaksis lirik lagu “Usik”.
Tersesak beriring kabut
Menguak hal yang telah larut
Dalam hangat ruang ini ku tersudut
Menerjang ingatan yang telah kusut
Bait tersebut memiliki hubungan makna antar klausa dalam kalimat, yakni hubungan penerang. Ditandai dengan kata yanguntuk menerangkan kalusa sebelumnya. Tidak hanya bait tersebut, pada bait seterusnya penulis juga menggunakan hubungan penerang. Dalam lirik lagu “Usik”, penulis banyak menggunakan hubungan penerang.
Tiada yang meminta seperti ini
Tapi menurutku tuhan itu baik
Bait tersebut memiliki hubungan makna antar klausa dalam kalimat, yakni hubungan perlawanan. Ditandai dengan kata tapi. Dimana apa yang dinyatakan pada klausa pertama tidak sama dengan klausa kedua. Hubungan perlawanan juga dilihat pada bait selanjutnya.
Bertahan dalam macamnya alur hidup
Sampai bisa tiba bertemu cahaya
Tapi menurutku tuhan itu baik
Tapi menurutku tuhan itu baik
Hubungan perlawanan dalam bait tersebut ditegaskan dua kali, tujuannya agar pendengar dan pembaca tahu bahwa hal tersebut memang berlawanan.
3.Stilistik
Kajian stilistika mempelajari tentang penggunaan bahasa dan gaya bahasa didalam karya sastra. Berikut analisis stilistika lirik lagu “Usik”.
Tusuk halt gnay natagni gnajrenem
Tudusret uk ini gnaur tagnah malad
Tural halt gnay lah kaugnem
Pada bagian introduction, penulis lagu menggunakan kalimat unik yang jika dibaca seakan tidak memiliki arti. Namun nyatanya kalimat-kalimat tersebut tersusun atas kalimat-kalimat yang terbalik.
Tersesak beriring kabut
Menguak hal yang telah larut
Dalam hangat ruang ini ku tersudut
Menerjang ingatan yang telah kusut
Pada bait pertama lagu “Usik” menggunakan gaya bunyi sajak akhir. Bait tersebut kompak dengan bunyi akhir yang sama yakni ut. Bunyi sajak akhir yang sama membuat efek estetis serta untuk menumbuhkan irama yang menyebabkan liris atau pencerahaan perasaan.
Hanyut di dalam duniaku
Binasa seram kelam redup
Perlahan menjerit atas yang ku terima
Dari orang-orang yang tak paham
Pada bait kedua lirik lagu “Usik”, baris pertama menggunakan majas tropen. Majas tersebut menggunakan kata-kata yang tepat dan sejajar dengan pengertian yang dimaksud.
Hari-hari kujalani harap ada yang bermakna
Kembalikanlah senyumku yang pergi
Secepat seperti dilahirkan lagi
Pada bait ketiga lirik lagu “Usik” menggunakan gaya bunyi asonansi. Asonansi yaitu perulangan bunyi vocal pada sajak. Dimana pada baris pertama berisi asonansi i-i-i dan a-a-a.
Tapi menurutku tuhan itu baik
Tapi menurutku tuhan itu baik
Pada bait keempat lirik lagu “Usik” menggunakan perulangan bunyi yang sama secara utuh. Tujuannya untuk menekankan kalimat tersebut.
4.Retoris
Unsur retoris erat kaitannya dengan bagaimana dan dengan cara apa penekanan dilakukan. Penekanan dalam lirik “Usik” terdapat dalam pengulangan lirik berikut.
(3)Hari-hari kujalani harap ada yang bermakna
Kembalikanlah senyumku yang pergi
Secepat seperti dilahirkan lagi
(7)Hari-hari kujalani harap ada yang bermakna
Kembalikanlah senyumku yang pergi
Secepat seperti dilahirkan lagi
(8)Hari-hari kujalani harap ada yang bermakna
Kembalikanlah senyumku yang pergi
Secepat seperti dilahirkan lagi
(9)Hari-hari kujalani harap ada yang bermakna
Kembalikanlah senyumku yang pergi
Secepat seperti dilahirkan lagi
Secara semantik, keempat bait tersebut bermakna tentang seseorang yang kehilangan kebahagian namun tetap menjalani kehidupan hingga ia berharap bisa bahagia seperti dahulu. Repetisi pun dilakukan sampai empat kali, pada bait ketiga, ketujuh, kedelapan dan kesembilan yang bertujuan agar kalimat tersebut menjadi do’a yang terwujud.
Kognisi Sosial
Kognisi sosial melihat bagaimana suatu wacana diproduksi. Pada lirik lagu “Usik”, sang penulis yakni Feby Putri mengangkat tema mengenaihak kesetaraan manusia. Laguini ditulis dan didedikasikan kepada orang-orang yang berjuang tentang budaya tuli, Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan kesetaraan hak yang sama dengan masyarakat dengar
Konteks Sosial
Lagu “Usik” menjadi lagu dari Feby Putri yang berhasil membuat pendengar dan pembaca merasakan sebuah lagu. Konteks sosial dalam lagu ini dapat diartikan bahwa ada mereka yang memiliki kekurangan tidak merasakan hidup dengan kebahagiaan yang sempurna. Tapi dalam kehidupan kita harus berjuang hingga menemukan kebahagiaan. Semua orang berhak untuk bahagia, dan tidak semua kebahagiaan diukur dengan cara yang sama.
KESIMPULAN
Melalui analisis semiotika, penelitian ini mengungkap tema yang ingin disampaikan Feby Putri yaitu, tentang hak kesetaraan manusia. Analisis semiotika berperan besar dalam menemukan makna lirik lagu “Usik”. Analisis sintaksis berperan dalam bagaimana bentuk kalimat yang dipilih oleh Feby Putri dalam menulis lagu. Analisis stilistik berperan dalam menemukan kesan yang timbul dari bunyi dan asonansi yang dilih oleh Feby Putri. Analisis retoris berperan dalam menemukan bagaimana penegasan dalam lagu “Usik” sehingga pesan dalam lirik tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat sebagai pendengar atau pembaca. Analisis kognisi sosial berperan dalam mengungkap proses kreatif penulis saat menciptakan lagu tersebut. Dan analisis konteks sosial berperan untuk mengetahui apakah lagu “Usik” diterima atau tidak di masyarakat.
Daftar pustaka
https://www.google.com/search?q=analisis+semiotika&ei=jliqZJLXNND14-EP1NeI6A4&oq=analisis+sem&gs_lcp=Cgxnd36B
Ardianto, L. W., & Ramadhan, S. (2019). Iklan Tokobagus. Com: Analisis Struktur Wacana Model Van Dijk (Tokobagus. Com Advertisement: Van Dijk Model Of Discourse Structure Analysis).Kandai,15(1), 75-86.
Arwansyah, Y. B., & Saputra, N. (2021). Study of Feminism and Women's Existence in the Novel Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer.LingLitJournal Scientific Journal for Linguistics and Literature,2(4), 150-160.
Cahyono, K., Palupi, M. T., & Kusumaningrum, R. N. (2021). Makna Konotatif dalam Antologi Perjamuan Khong Guan Karya Joko Pinurbo (Kajian Semantik).Jurnal Skripta,7(2).
Eriyanto. 2011. Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: Percetakan LkiS.
Imam, A. F. (2012). Analisis wacana Van Dijk pada lirik lagu Irgaa Tani (my heart will go on).Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching,1(1).
Lestari, H. P. (2021). Analisis Wacana Kritis Lirik Lagu “Lexicon” Ciptaan Isyana Sarasvati.UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra,17(1), 47-62.
Komentar
Posting Komentar