Kesantunan Dalam Berbahasa Sangat Berpengaruh Besar Terhadap Majunya Generasi Milenial

Kesantunan Dalam Berbahasa Sangat Berpengaruh Besar Terhadap Majunya Generasi Milenial


Rina Karina

Universitas Galuh 

E-mail rinakarina495@gmail.com


Abstrak 

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan betapa pentingnya kesantunan berbahasa yang terhadap majunya generasi milenial. Penelitian ini menggunakan motode kualitatif yang memaparkan semua unsur dengan tujuan penelitian tersebut. Data penelitian diambil dengan observasi, wawancara, serta kepustakaan. Teknik lanjutan dalam penghimpunan data adalah wawancara simak libat cakap. Saat ini kesantunan berbahasa pada remaja sangat rendah dan hal tersebut bukanlah hal yang lumrah. Karena bahasa merupakan ciri khas seseorang yang tidak dapat dipisahkan karena dengan bahasa kita mampu mengungkapkan apa yang ingin kita ungkapkan secara jelas sehingga mudah dipahami oleh orang lain, dan dengan santunnya bahasa mampu membuat kita disegani oleh oranglain. Maka dari itu kita harus memiliki kesantunan berbahasa. Sebagai generasi milenial kita mewarisi tradisi kesantunan berbahasa yang penting dalam kehidupan bersosial. Dengan memprioritaskan kesantunan berbahasa, akan berpengaruh dalam meningkatkan kualitas kita sebagai generasi muda dan membantu kita untuk menunjukkan rasa hormat. Ketika kita mampu mengungkapkan diri dengan bahasa yang santun, maka kita akan lebih mudah dibawa ke arah keberhasilan. Oleh karena itu, kesantunan berbahasa merupakan peran penting dalam menilai kepribadian kita sebagai generasi milenial.

Kata kunci: kesantunan, bahasa, kehidupan 

Abstract

This study aims to explain how important language politeness is for the advancement of the millennial generation. This study uses a qualitative method that describes all the elements with the aim of the research. Research data taken by observation, interviews, and literature. An advanced technique for collecting data is interviews, listening and speaking engagements. Currently language politeness in adolescents is very low and this is not commonplace. Because language is a characteristic of a person that cannot be separated because with language we are able to express what we want to express clearly so that it is easily understood by others, and with politeness language is able to make us respected by others. Therefore we must have language politeness. As the millennial generation, we inherit a tradition of language politeness which is important in social life. By prioritizing politeness in language, it will affect our quality as the younger generation and help us show respect. When we are able to express ourselves in polite language, then we will be more easily brought to success. Therefore, language politeness plays an important role in assessing our personality as millennials.

Keyword: politeness, language, life

PENDAHULUAN 

Manusia menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan manusia lain, sehingga interaksi serta timbal balik terjadi dengan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Bahasa berperan penting dalam kehidupan sosial. Cahyani dan Fakhtur, (2017:45) mengatakan bahwa terkadang seseorang tidak mengungkapkannya secara langsung melalui ucapan, tetapi melalui maksud tersembunyi di balik ucapannya. Namun, menggunakan bahasa ini tidak semudah kelihatannya. dalam berbahasa, terkadang seseorang tidak menyatakan secara langsung, tetapi melaui maksud yang tersembunyi di balik tuturannya (Alfia, dkk , 2014:2). Akan tetapi penggunaan bahasa ini tidak semudah yang dibayangkan. Riana, dkk (2016:275) mengatakan bahwa bahasa Indonesia merupakan bentuk komunikasi yang terwujud dalam kebudayaan kelompok masyarakat Indonesia. Bahasa merupakan cerminan dari diri seseorang. Saat berbicara bisa saja seorang penutur beranggapan bahwa tuturannya sudah santun, padahal bagi lawan tutur belum tentu tuturan tersebut santun.

Berbahasa dengan sopan dan santun sangat penting dan memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari, terutama di era digital ini yang didominasi oleh generasi milenial. Penggunaan bahasa yang sopan dan bersahabat dapat membantu meningkatkan kualitas interaksi sosial dan hubungan interpersonal antara individu yang berbeda. Ketika seseorang berbicara dengan cara yang sopan dan memperhatikan kesantunan, ia memperlihatkan rasa hormat dan penghargaan terhadap orang lain. 

Dalam era digital ini, seringkali terdapat situasi di mana orang mudah menghilangkan etika dan santunannya dalam berbahasa. Namun, ketika seseorang terbiasa menggunakan bahasa yang sopan dan santun, maka ia akan lebih mampu menghindari konflik dan kesalahpahaman dalam berkomunikasi, terutama di dunia maya. 

Oleh karena itu, penting bagi generasi milenial untuk memahami pentingnya kesantunan dalam berbahasa. Seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial, penggunaan bahasa yang sopan dan bersahabat akan membantu mempromosikan jejaring sosial yang sehat dan positif. 

Dalam artikel ilmiah ini, penulis akan membahas lebih dalam tentang pentingnya kesantunan dalam berbahasa dan bagaimana kesantunan dapat membantu generasi milenial untuk mencapai kesuksesan dalam hubungan interpersonal mereka, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

METODE PENELITIAN 

Penelitian adalah kegiatan menelaah atau mencari informasi tentang sesuatu untuk mencapai tujuan - tujuan tertentu. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, wawancara, serta kepustakaan. Dalam hal ini, teknik lanjutan untuk membantu pengumpulan data adalah teknik wawancara dengan simak libat cakap. 

Metodologi Kualitatif adalah sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Penulis memilih metode desriptif karena penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menggambarkan dengan jelas tentang objek yang diteliti secara alamiah (Djajasudarma:1993).

Kajian dimulai dengan merumuskan masalah, merumuskan fokus kajian, dilanjutkan dengan pengumpulan data oleh peneliti sebagai instrumennya. 

Hasil yang dianalisis yaitu mengenai kesantunan berbahasa yang sangat berpengaruh besar terhadap majunya generasi milenial. Fokus kajian ini pada remaja, dalam hal kesantunan pada remaja sudah mulai berkurang dan rendah.

HASIL DAN PEMBAHASAN 

Sebagai salah satu wahana pembentuk karakter bangsa, bahasa merupakan satu satunya ciri khas seseorang yang tidak dapat dipisahkan dalam diri seseorang. Bahasa sebagai sarana komunikasi yang sangat efektif. Karena, dengan bahasa kita mampu mengungkapkan apa yang ingin kita ungkapkan delas dan mudah dimengerti oleh orang lain. Bahasa juga mampu membuat kita disenangi orang atau juga bisa sebaliknya. Oleh karena itulah kita harus memiliki kesantunan dalam berbahasa. 

Kesantunan seringkali disebut sebagai tata krama. Kesantunan diartikan sebagai aturan yang berlaku dan disepakati oleh masyarakat. Kesopanan ditunjukkan dengan sikap dalam  pergaulan sehari-hari. Seseorang dapat disebut santun apabila nilai-nilai kesantunan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. 

Namun, kita menyadari bahwa saat ini kesantunan berbahasa pada remaja sangat rendah, hal ini harus dilihat dalam konteks budaya yang sedang berubah dan munculnya jenis komunikasi baru seperti media sosial yang dapat dengan mudah mempengaruhi cara berkomunikasi di antara remaja. Remaja saat ini cenderung lebih suka menggunakan bahasa yang singkat, simpel dan bahkan tidak baku sama sekali. Saat mereka kesal, marah , bahkan saat mereka senang, selalu ada kata umpatan yang mereka ucapkan untuk mengungkapkan perasaannya.

Penggunaan kata-kata umpatan itu terkadang biasa digunakan sebagai julukan untuk teman yang akan disapa. Padahal hal itu mampu memberikan penilaian terhadap orang lain. Pada saat kita berkomunikasi dengan bahasa yang santun kita akan mendapatkan respon baik dan akan dipandang baik pula. Namun sebaliknya, jika kita berkomunikasi dengan bahasa yang kurang santun bahkan menggunakan kata-kata umpatan, kita akan mendapat respon negatif dan dipandang tidak baik pula. 

Disamping itu banyak sekali faktor yang mempengaruhi pada kesantunan berbahasa pada remaja, yan diantaranya ; 

Budaya yang berkembang di masyarakat

Hal ini mampu mempengaruhi perilaku dan sikap remaja dalam berbahasa. Jika budaya yang berkembang kurang baik, maka kesantunan berbahasa pada remaja pun akan kurang baik pula.

Pendidikan

Pada ranah pendidikan harus memberikan dan memperhatikan etika dan kesantunan dalam berbahasa, maka hal itu akan membentuk remaja yang lebih santun. 

Pola asuh keluarga. 

Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Cara keluarga membesarkan dan mendidik anak dapat mempengaruhi kesantunan berbhasa remaja. Jika niali-nilai kesantunan dan sopan santun diutamakan dalam pola asuh keluarga, maka dapat membentuk remaja yang lebih santun berbahasa.

Majunya teknologi dan penggunaan media sosial. 

Penggunaan media sosial yang semakin luas ini sangat dapat mempengaruhi kesantunan berbahasa remaja. Jika penggunaan media sosial tidak diatur dengan baik, maka hal tersebut dapt memicu tindakan yang tidak santun dalam berbahasa. 

Faktor terbesar yang mampu menurunkan kesantunan berbahasa pada remaja ialah majunya teknologi dan penggunaan media sosial. Hal ini sangat berbpengaruh besar pada remaja. Dimana di dalamnya terdapat tontonan-tontonan yang kurang mendidik, sehingga ditiru oleh mereka serta cara mereka menggunakan kata-kata kotor atau umpatan ketika mereka berbicara dengan teman-temannya atau orang lain. penggunaan kata-kata tersebut kiranya sudah sangat membudaya di kalangan remaja saat ini. Mereka mungkin merasa berada dalam hubungan yang sangat dekat sehingga menggunakan bahasa umpatan bukanlah masalah besar bagi mereka. Namun, ketika dekat dengan masyarakat terutama orang tua, hal itu sangat amat memprihatinkan. Apalagi pada era digital ini, ketika interaksi sosial semakin sering dilakukan secara daring, kesantunan berbahasa ini menjadi hal yang sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman atau konflik akibat ujaran yang tidak sopan dan tidak pantas. 

Jika kesantunan berbahasa tersebut tidak diterapkan, akan menimbukan dampak yang signifikan. Di antaranya :

Menurunya kualitas komunikasi dan hubungan sosial. 

Bahasa yang kurang sopan  akan menimbulkan kesalahpahaman dan konflik, serta membuat orang lain kurang nyaman. 

Menurunnya keterampilan pada bidang pendidikan. 

Ketidaksantunan itu akan mempengaruhi cara remaja mengekspresikan diri dalam situasi akademik dan akan mempengaruhi cara pandang orang lain.

Menurunnya citra diri pada tingkat sosial. 

Bahasa yang kurang santun mempengaruhi bagaimana remaja itu dipandang dan diterima oleh masyarakat, dan mempengaruhi keyakinan mereka terhadap kemampuan pada diri sendiri.

Maka dari itu, dengan tata krama yang baik dan bahasa yang santun, keharmonisan dalam lingkungan akan tercipta. Menanamkan kesantunan berbahasa akan berpengaruh positif terhadap kematangan emosi. Berbicara santun harus mampu menjadi sebuah tradisi yang dimiliki setiap orang sejak dini. Anak-anak hingga remaja harus dibesarkan dan di didik dengan bahasa yang santun, karena jika dibiarkan, mereka akan tumbuh menjadi orang yang kasar dan tidak memiliki nilai-nilai etika.  

Untuk menumbuhkan dan membiasakan kesantunan dalam berbahasa dapat dimulai dari hal kecil seperti : 

Menegur saat mereka menggunakan bahasa kotorr atau umpatan, hal ini akan membuat mereka lebih berhati-hati dalam berbicara dan berpikir sebelum hendak mengucapkan bahasa kotor itu. Dengan begitu, seiring berjalannya waktu, penggunaan kata-kata kotor dikalangan remaja ini akan semakin berkurang. 

Membiasakan berkomunikasi dengan gaya bahasa baku, sehingga akan mengurangi penggunaan bahasa yang kurang sopan, Menghindari penggunaan istilah-istilahyang dapat menyinggung ataua merendahkan orang lain.

Mengontrol emosional remaja untuk berbicara dengan santun dan lebih menghargai pendapat orang lain.

Menunjukkan kesetiaan pada nilai-nilai kesantunan berbahasa dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang kurang sopan.

Menggunakan medial sosial dengan bijak , hindari tontonan yang kurang mendidik, dan komentar yang tidak sopan atau merendahkan.

Menyediakan lingkungan yang baik.

Memberikan pendidikan dan bimbingan terhadap pentingnya kesantunan berbahasa. Dengan begitu akan membentuk kesadaran pada remaja betapa pentingnya sikap santun dalam berbahasa.

Remaja merupakan tulang punggung masa depan. Remaja yang akan memimpin bangsa ini menuju pada kemakmuran sejati. Sebagai generasi muda kita mewarisi tradisi kesantunan berbahasa yang penting dalam kehidupan bersosial. Kerika kita mampu  mengungkapkan diri dengan bahasa yang santun dan sopan, maka kita akan lebih mudah dibawa ke arah keberhasilan. Kesantunan berbahasa membantu kita menunjukkan rasa hormat. 

Pentingnya kesantunan berbahasa menjadi semakin nyata seiring dengan berkembangkannya era digital dan media sosial. Dalam komunikasi yang merupakan hal penting bagi seorang pemimpin untuk mencapai kesejahteraan bangsa. Dengan memprioritaskan kesantunan berbahasa ini mampu meningkatkan kualitas kita sebagai generasi muda. 

Oleh karena itu, kesantunan berbicara sangat penting dalam menilai kepribadian kita. Bukan karena sebagai pencitraan, tapi memang sudah sepantasnya para generasi muda yang akan menjadi pemimpin bangsa harus memiliki etika berbahasa yang baik untuk membangun dan memajukan bangsa.

SIMPULAN 

Kita mengetahui bahwa kesantunan berbahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan bersosial, khususnya bagi generasi milenial. 

Dengan memprioritaskan kesantunan berbahasa, akan membantu meningkatkan kualitas personal dan menunjukkan rasa hormat kepada orang lain. Dalam menilai kepribadian seseorang, kesantunan berbahasa juga memiliki peran yang signifikan. 

Kita sebagai generasi milenial akan terus mewarisi tradisi kesantunan berbahasa dan mengutamakan kesantunan berbahasa dalam kehidupan sehari-hari. Kita juga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dan pengetahuan tata cara berbahasa dengan cara membaca dan mendengarkan materi-materi yang bermanfaat, serta berlatih dalam berkomunikasi dengan baik dan santun. Selain itu, perlu diingat bahwa bahasa merupakan salah satu sarana utama dalam meraih keberhasilan di berbagai bidang, baik itu karir maupun hubungan sosial. Oleh karena itu, kesantunan dalam berbahasa harus dijaga dan ditingkatkan terus menerus. 

DAFTAR PUSTAKA 

Alfia, Aida Messayu, dkk. 2014. Pelanggaran Prinsip Kesantunan Dan Implikatur Percakapan Dalam Acara Pas Mantap Di Trans 7. Volume 2. Nomor 3. Halaman 1-18. Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra Indonesia Dan Pengajarannya.

Cahyani, Desy Nur dan fakhtur Rokhman. 2017. Kesantunan Berbahasa Mahasiswa dalam Berinteraksi di Lingkungan Universitas Tidar: Kajian Sosiopragmatik. Volume 6. Nomor 1. Halaman 44-52. Jurnal Seloka.

Nada, Akifah, dkk. 2023. Variasi Bahasa Pada Masyarakat Tutur Kota Jakarta Selatan. Volume 14. Nomor 2. Jurnal Diglossia. 

Riana, Rati, dkk. 2016. Kesantunan Berbahasa Sebagai Sebuah Strategi untuk Mempersuasikan Promosi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (Stiepari) Semarang. Volume 18. Nomor 2

Tarmini, Wini dan Imam Safi’i. 2018. Kesantunan Berbahasa Civitas Academia UHAMKA: Kajian Sosio-Pragmatik. Volume 01. Nomor 1. Jurnal Imajeri. 

https://journal.uhamka.ac.id/index.php/imajeri/article/download/5060/1807


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Makna Dalam Lagu Usik karya Feby Putri

STRATEGI BUDAYA PENCAGARAN BAHASA DAERAH NUSANTARA

ANALISIS NILAI MORAL DALAM NOVEL BUMI CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZ