ANALISIS SOSIOLOGIS SASTRA DALAM PUISI "SYAIR ORANG LAPAR" KARYA TAUFIQ ISMAIL
ANALISIS SOSIOLOGIS SASTRA DALAM PUISI "SYAIR ORANG LAPAR" KARYA TAUFIQ ISMAIL
Wiwit Krismayanty
Universitas Galuh
wiwitkrismayanty.com@gmail.com
Abstrak
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis isi yang mengkaji dampak aspek sosial pada puisinya "Syair Orang Lapar" karya Taufiq Ismail. Jenis penelitian ini yaitu deskriftif kualitatif dan melalui pendekatan sosiologi karya. Analisis data menggunakan teknik analisis isi. Teknik analisis isi yaitu sebuah teknik yang digunakan untuk bisa menganalisis dan memahami teks, artinya peneliti membaca puisi "Syair Orang Lapar" karya Taufiq Ismail secara berulang-ulang, kemudian mengumpulkan data yang berhubungan dengan dampak sosial lalu mengaitkannya dalam kehidupan sosial. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa puisi Taufiq Ismail dengan judul "Syair Orang Lapar" menggambarkan tiga dampak realitas kehidupan sosial di masyarakat, yaitu : 1) Masyarakat tidak siap mengahadapi kemarau 2) Minimnya sarana mengekspresikan kebebasan 3) Konsekuensi bencana alam. Peneliti ini memberikan pemahaman bahwa bencana alam tidak bisa kita hindari akan tetapi kita sebagai manusia bisa mempersiapkan diri untuk mengahadapi segala jenis bencana dari segi sosialnya.
Kata Kunci : dampak sosial, sosiologi sastra, puisi
Abstrak
This research is a qualitative research using content analysis method which examines the impact of social aspects on his poem "Syair Orang Hungry" by Taufiq Ismail. This type of research is descriptive qualitative and uses a work sociology approach. Data analysis used content analysis techniques. The content analysis technique is a technique used to be able to analyze and understand the text, meaning that the researcher reads the poem "Syair Orang Hungry" by Taufiq Ismail repeatedly, then collects data related to social impacts and then relates them to social life. The results of this study indicate that Taufiq Ismail's poem entitled "Syair Orang Hungry" describes three impacts of the reality of social life in society, namely: 1) People are not ready to face drought 2) Lack of means of expressing freedom 3) Consequences of natural disasters. This researcher provides an understanding that we cannot avoid natural disasters, but we as humans can prepare ourselves to face all kinds of disasters from a social perspective.
Keywords: social impact, sociology of literature, poetry
A. PENDAHULUAN
Karya sastra merupakan ungkapan perasaan insan yang bersifat pribadi yang didukung berupa pengalaman yang membangkitkan pesona dengan menggunakan indera bahasa dan dituangkan pada sebuah goresan pena. Bahasa utama pada karya sastra yaitu perihal konflik yang terjadi pada kurang lebih kehidupan manusia. buat mampu mengatakan sebuah keinginan manusia bisa mengabadikan lewat karya sastra. Dari sinilah karya sastra bisa dikatakan sebuah mediator untuk membentuk lingkungan sosial
Bahasan pada karya sastra berkaitan dengan manusia menggunakan insan lainnya atau perasaan eksklusif dari manusia. Selain itu, karya sastra juga membahas perihal hubungan timbal-balik antarindividu atau antara individu dengan individu lainnya.
Karya sastra ialah karangan yang memiliki nilai kebaikan berupa tulisan dengan menggunakan bahasa yang indah penuh estetika. Pada prakteknya, sastra memberikan pengetahuan tentang manusia, sosial, intelek, dengan gaya yang khas serta unik. Sebagai akibatnya banyak orang mengatakan sastra adalah refleksi asal kehidupan.
Sastra ialah seni bahasa yang memiliki makna, lahirnya sebuah karya sastra tujuannya untuk bisa dinikmati diri sendiri atau juga untuk bisa dinikmati oleh siapa saja yang membacanya. Karya sastra bukanlah ilmu, karya sastra artinya seni yang memiliki unsur kemanusiaan di dalamnya, khususnya perasaan sehingga sangat susah diterapkan buat metode keilmuan.
Salah satu karya sastra yang mempunyai kekhasan sendiri dari segi kebebasan pada berimajinasi dalam menginterpretasikan informasi ialah puisi. Puisi adalah satu bentuk karya sastra yang berisi ungkapan hati, pikiran, dan perasaan penyair yang dituangkan menggunakan segala daya bahasa, kreativitas dan khayalan pengarang dengan rangkaian bahasa yang puitis dan mengandung irama juga makna.
Gagasan atau pemikiran penyair dikemas menggunakan ragam pilihan kata indah untuk memikat pembaca atau pendengar. Itulah mengapa puisi mempunyai nilai keindahan tersendiri, karena setiap penyair memiliki karakteristik khasnya masing-masing.
Penulisan puisi dilakukan dengan bahasa yang cermat dan pilihan istilah yang tepat, sehingga menaikkan kesadaran orang akan pengalaman serta menyampaikan tanggapan spesifik lewat penataan suara, irama, dan pemaknaan khusus. Puisi mengandung semua unsur sastra dalam penulisannya.
Perkembangan dan perubahan bentuk dan isi puisi selalu mengikuti perkembangan kesukaan, perubahan konsep estetika serta kemajuan intelektual manusia. Puisi bisa membuat ekspresi asal pemikiran yang mempengaruhi perasaan dan mempertinggi khayalan panca indra pada susunan yang berirama. Penyampaian puisi dilakukan dengan bahasa yang memiliki makna mendalam serta menarik. Isi pada pada puisi ialah catatan serta perwakilan asal pengalaman krusial yang dialami sang manusia.
Beberapa pakar terkini mempunyai pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak menjadi jenis literatur tetapi menjadi perwujudan khayalan manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu, puisi juga adalah curahan isi hati seorang yang membawa orang lain masuk ke dalam keadaan hatinya.
sesuai pemaparan di atas dalam prosesnya tentu kelahiran puisi tentunya bukan sesuatu yang instan. Dari Sobari (2012) bahwa menulis melibatkan aspek bernalar dan aspek logika yang tercermin asal isi dan komposisi tulisan, serta aspek linguistik yang tercermin berasal penggunaan istilah, kalimat, dan mekanik goresan pena.
Salah satu puisi yg menjadi objek materil pada peneliian ini adalah puisi karangan Taufiq Ismail. Puisi-puisi karangan Taufiq Ismail ialah salah satu periode kepenyairan yang syarat serta kental menggunakan insiden sejarah Indonesia. Mulai asal sejarah Orde lama sampai dengan reformasi pada tahun 1998. Taufiq ismail ialah seorang pengarang (sastrawan) tanah air angkatan tahun 1966 atau tak jarang dianggap angkatan 66. Karakter yang menempel pada karya-karyanya artinya bahasa yg lugas dan tegas.
Satu dari sekian puisinya Taufiq Ismail yang akan dianalisis adalah “Syair Orang Lapar” Peneliti akan berupaya memberikan refleksi untuk bisa menemukan nilai-nilai sosial yang ada pada puisi tersebut.
Santosa serta Wahyuningtyas (2011, hlm. 24) menyatakan, karya sastra itu unik sebab artinya perpaduan antara imajinasi pengarang dengan kehidupan sosial yang kompleks. Sebab itu, seringkali dikatakan bahwa karya sastra dapat dianggap menjadi cermin kehidupan sosial masyarakatnya karena dilema yang dilukiskan dalam karya sastra adalah masalah-dilema yang ada di lingkungan kehidupan pengarangnya. Disinilah keduanya bertemu kembali dan menyiratkan bahwa harus terjadi interaksi interdisiplin dalam mengkaji suatu karya sastra.
Fokus perhatian sosiologi karya sastra adalah isi karya sastra, tujuan, dan hal-hal lain yg tersirat pada karya sastra itu sendiri serta yang berkaitan menggunakan masalah sosial (Wellek dan Warren, 1994 dalam Wiyatmi, 2013, hlm. 45). Sosiologi karya sastra menyelidiki sastra menjadi cermin masyarakat. Apa yang tersirat pada karya sastra disebut mencerminkan atau mendeskripsikan kembali realitas yang ada pada masyarakat.
Penelitian menggunakan pendekatan sosiologi sastra memberikan fokusnya pada aspek dokumenter sastra. Asumsinya bahwa sastra memiliki potret fenomena sosial pada masyarakat. Itu berarti kenyataan sosial itu bersifat konkret dan terjadi disekeliling kita, pembuktianya mampu melalui foto, didokumentasi atau observer.
Salah satu aspek sosiologis sastra merupakan akibat sosial. Penelitian ini berupaya untuk membongkar akibat sosial pada puisinya Taufiq Ismail yg berjudul “Syair Orang Lapar”.
B. METODE PENELITIAN
Metode penelitian adalah langkah yang dimiliki serta dilakukan sang peneliti pada rangka untuk mengumpulkan informasi atau data serta melakukan pemeriksaan pada data yang sudah didapatkan. Metode penelitian memberikan ilustrasi rancangan penelitian yang mencakup antara lain: prosedur dan langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, asal data, serta menggunakan langkah apa data-data tersebut diperoleh dan selanjutnya diolah dan dianalisis.
Jenis penelitian ini ialah deskriptif kualitatif melalui pendekatan sosiologi karya khususnya di aspek dampak sosial. Metode deskriptif kualitatif adalah pemecahan problem yang dilakukan menggunakan menggambarkan keadaan objek penelitian. Penelitian deskriptif kualitatif dilakukan untuk membantu memperoleh informasi mengenai akibat sosial yang seksama di puisinya Taufiq Ismail.
Analisis data di penelitian ini ialah teknik analisis isi. Membaca deretan puisi karya Taufiq Ismail. secara berulang-ulang, lalu mengumpulkan data berupa kutipan akibat sosial lalu menganalisis data yang telah diklasifikasikan dari hasil membaca dan mengaitkan menggunakan kehidupan sosial.
Analisis yang berdasarkan pada deskripsi maka proses penelitian yang terjadi secara objektif, berdasarkan atas data yang di dapat. Data yang ada dideskripsikan sehingga diperoleh ilustrasi mengenai nilai nilai sosial yang ada pada puisi " Syair Orang Lapar" Karya Taufik Ismail. Sebab itu metode yang dipergunakan dalam penelitian ini merupakan metode analisis isi (content analysis).
C. HASIL DAN PEMBAHASAN
Dampak sosial dalam puisi “Syair Orang Lapar” mengandung beberapa nasihat yang berhubungan dengan aspek kemasyarakatan. Pembahasan analisis dampak-dampak sosial yang terkandung dalam puisi "Syair Orang Lapar" adalah :
1. Dampak Sosial Pertama: Kurang siapnya rakyat menghadapi kemarau
Bait pertama sudah jelas menandakan dampak sosial kurangsiapnya masyarakat menghadapi musim kemarau. Terbukti pada bait pertama :
Lapar menyerang desaku
Kentang dipanggang kemarau
Surat orang kampungku
Kuguratkan kertas
Risau
Bait pertama itu ialah aspek sosial suatu desa apabila dilanda kekeringan akibat kemarau. Musim kemarau yang panjang menyebabkan berkurangnya ketersediaan pangan. Hal ini disebabkan oleh kematian tanaman serta binatang akibat kekeringan. Desa yang diterpa musim kemarau panjang tidak mempunyai tanaman serta binatang yang bisa dimakan, sehingga ketersediaan pangan berkurang yang otomatis akan mengakibatkan pendapatan orang-orang desa tidak ada. kelaparan menyerang warga desa. "Surat Orang Kampungku Kuguratkan Kertas Risau" dalam lirik ini bisa bermakna suaru bunyi orang-orang desa serta keluhan-keluhan apabila desa mereka dilanda kemarau.
Hal ini berarti orang-orang desa harus jaga-jaga dan mampu mempersiapkan apapun jika musim kemarau tiba. Ini artinya akibat sosial, karena musim kering yang berkepanjangan juga menyebabkan perseteruan di sebuah desa. Yang pada hal mana satu satunya mata pencaharian di desa yaitu berkebun.
2. Akibat sosial kedua: Sangat kecil peluang sarana mengekspresikan suara
Perhatikan bait ke 2 asal puisi Syair Orang Lapar.
Lapar lautan pidato
Kentang dipanggang kemarau
Ketika berduyun mengemis
Kesinikan hatim
Kuiris
Bait berikut juga menandakan akibat dampak sosial dari kekurangan makanan membuat mereka bisa mengekspresikan suara. Dampak kemarau tentu telah menyebabkan orang-orang desa sangat kesulitan sebab satu satunya mata pencaharian orang-orang desa adalah berkebun. Dalam hal ini tentu orang-orang desa ingin suara atau keluhan-keluhan mereka didengar.
Akibat hal tersebut yaitu munculah kekecewaan serta mereka merasa frustasi yang pada akhirnya mereka menetapkan untuk mengemis sebab mereka tidak ada alternatif bila suara keluhan keluhan mereka tidak tersampaikan sebagaimana mestinya. Secara tidak langsung, dari pertarungan ini mengakibatkan pula ke psikoligis seseorang.
3. Akibat Sosial Ketiga: dampak bencana alam
Akibat sosial lain dari musim kemarau ini selain mengakibatkan kelaparan hal ini mampu berujung kematian.
Perhatikan pada bait terakhir :
Lapar di Gunungkidul
Mayat dipanggang kering
Berjajar masuk kubur
Kau ulang jua
Kalau.
di lirik " Berjejer masuk kubur" ini kan mengindikasikan suatu ajakan secara implisit bahwa semua manusia akan meninggal . Diartikan seluruh orang hanya menunggu antrian untuk masuk kubur.
Bait terakhir tersebut pula menyebutkan bahwa dampak sosial dari adanya kelaparan yaitu berujung kematian. Taufiq Ismail dalam puisi tersebut ingin mengajak kita sebagai makhluk sosial bahwa kita wajib peduli dan memperhatikan mereka. Sebab mereka juga bagian dari kita.
D. SIMPULAN
Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa Taufik Ismail melalui puisinya “Syair Orang Lapar” ingin berpesan kepada pembaca untuk tetap memperdulikan sosial sekitar terutama mereka yang kekurangan. Orang-orang lapar merupakan salah satu dari simbolik kompleksnya persoalan masyarakat. Sebagai makhluk sosial, artinya manusia sebagai warga masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri. Meskipun dia mempunyai kedudukan dan kekayaan, dia selalu membutuhkan manusia lain. Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Dapat dikatakan bahwa sejak lahir, dia sudah disebut sebagai makhluk sosial. Melalui puisinya, Taufiq Ismail menyampaikan kegelisahan terhadap sosial yang dia interpretasikannya. Kekurangan pada desa akibat kemarau panjang bisa menyebabkan orang-orang desa tidak bisa makan sehingga yang pada akhirnya lapar menyerang desa tersebut. Dampak sosial yang muncul akibat hal tersebut adalah rasa frustasi dan jalan akhirnya memilih mengemis saja karena secara batiniah suara suara bahkam tangisan-tangisan mereka tidak tersampaikan dengan semestinya. Dampak sosial dari adanya kelaparan bisa menjalar kemana-mana bahkan hingga kematian.
DAFTAR PUSTAKA
Tarigan. H.G. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.
Jabrohim. 2001. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta :Hanindia Graha Widya.
Faruk. 1994. Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta : Pustaka Belajar
Ratna, N. K. (2014). Paradigma sosiologi sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Aminuddin. (2010). Pengantar apresiasi karya sastra. Bandung: Sinar Baru Algendindo.
Pradopo. (2012). Pengkajian puisi. Yogyakarta: Gajah Mada University
Komentar
Posting Komentar