Analisis Sosiologi Satra Dalam Drama Korea "Hello Ghost" 2010
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA DALAM DRAMA KOREA "HELLO GHOST" (헬로우 고스트)
Fachrul Muhamad Riza Saputra
Universitas Galuh
fahrulmuhammad428@gmail.com
Abstrak
Penelitian ini mendeskripsikan beberapa aspek sosial diantaranya : Konflik Kemanusiaan, kehidupan sosial, nilai sosial, cinta kasih dan Kesehatan dalam Drama Korea Selatan yang berjudul "HELLO GHOST" (헬로우 고스트) tahun 2010. Metode yang digunakan dalam peneliitan ini metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik menyimak dan teknik catat. Dalam teknik analisis data yang digunakan yaitu menganalisis sosiologi Sastra dari cerita yang terdapat dalam Drama Korea "HELLO GHOST" (헬로우 고스트) tahun 2010 yang berpengaruh terhadap kehidupan sosial di sekitar kita. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu aspek-aspek sosial dalam meliputi (1)Kemanusiaan (2)Kehidupan Sosial (3)Cinta Kasih dan (4) Kesehatan.
Kata Kunci: Aspek Sosial, Sosiologi Sastra.
Absract
This study describes several social aspects including: Human conflict, social life, social values, love and health in the South Korean drama "HELLO GHOST" (헬로우 고스트) in 2010. The method used in this study is a qualitative descriptive method. Data collection techniques in this study used listening techniques and note-taking techniques. The data analysis technique used is to analyze the sociology of literature from the stories contained in the Korean drama "HELLO GHOST" (헬로우 고스트) in 2010 which affect social life around us. The research results obtained are social aspects which include (1) Humanity (2) Social Life (3) Love and (4) Health.
Keywords: Social Aspect, Sociology of Literature.
A. PENDAHULUAN
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari aspek-aspek sosial dalam masyarakat dan proses sosial yang menyertainya.
Menurut Emile Durkheim, sosiologi adalah sebagai ilmu yang mempelajari fakta sosial di masyarakat. Fakta sosial ini mencakup cara seseorang bertindak, berpikir, dan berperasaan.
Menurut Soerjono Soekanto Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.
Menurut Soemardi dan Soemardjan, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial termasuk perubahan sosial dalam sebuah masyarakat.
Sastra adalah ungkapan ekspresi manusia berupa karya tulis atau lisan berdasarkan pemikiran, pendapat, pengalaman, hingga perasaan. Dalam mengekspresikan hal ini manusia dapat mengambil acuan dari kisah hidupnya maupun kisah hidup sosialnya atau yang sering kita dengar yaitu biografi dan autobiografi. Namun, tidak hanya berupa tulisan saja. Satra juga berupa lisan yang sering kita dengar dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Sumardjo & Saini (1997: 3-4) menyatakan bahwa sastra adalah ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakinan dalam suatu bentuk gambaran konkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa.
Menurut pandangan Sugihastuti (2007: 81-82) karya sastra merupakan media yang digunakan oleh pengarang untuk menyampaikan gagasan-gagasan dan pengalamannya. Karya sastra juga dapat merefleksikan pandangan pengarang terhadap berbagai masalah yang diamati di lingkungannya.
Karya sastra dapat dibedakan menjadi dua yaitu karya sastra lama dan karya sastra modern. Contoh karya sastra lama antara lain mite, legenda, dongeng, hikayat, gurindam, karmina, pantun, seloka, syair, talibun. Sedangkan contoh karya sastra modern antara lain puisi, cerpen, novel, dan drama.
Sosiologi sastra adalah suatu telaah objektif dan ilmiah tentang manusia dalam masyarakat, tentang sosial dan proses sosial. Sosiologi menelaah tentang bagaimana masyarakat itu tumbuh dan berkembang. Dengan mempelajari lembaga-lembaga sosial dan masalah-masalah perekonomian, keagamaan, politik, dan lain-lain (Atar, Semi, 2013:52).
Sosiologi sastra adalah pemahaman terhadap karya sastra dengan mempertimbangkan aspek-aspek kemasyarakatannya (Ratna, 2003:3).
Menurut Faruk (2010:1) sosiologi sastra sebagai studi ilmiah dan objektif mengenai manusia dalam masyarakat, studi mengenai lembaga dan proses-proses sosial. Selanjutnya, dikatakan bahwa sosiologi menjawab pertanyaan mengenai bagaimana masyarakat dimungkinkan, bagaimana cara kerjanya, dan mengapa masyarakat itu bertahan.
Teori sosiologi sastra tidak hanya digunakan untuk menjelaskan kenyataan sosial saja. Teori ini pada dasarnya digunakan untuk menganalisis hubungan wilayah budaya pengarang dengan karyanya, hubungan karya sastra dengan suatu kelompok sosial, hubungan antara gejala sosial yang timbul disekitar pengarang dan karyanya. Oleh karena itu, hasil karya dalam teori sosiologi sastra tidak dapat mengabaikan eksistensi pengarang, dunia dan pengalaman batinnya, serta budaya tempat karya sastra itu dilahirkan. Jadi sosiologi sastra adalah telaah yang menghubungkan sastra dengan sosiologi. Karya sastra sebagai gambaran masyarakat, meskipun tidak sepenuhnya seperti saat karya sastra itu dibuat.
B. METODE PENELITIAN
Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dapat dideskripsikan, dibuktikan, dikembangkan dan ditemukan pengetahuan, teori, untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam kehidupan manusia (Sugiyono: 2012).
Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu Metode Deskriptif Kualitatif. Menurut Moleong (2005:4), pendekatan deskriptif kualitatif yaitu pendekatan penelitian dimana data-data yang dikumpulkan berupa katakata, gambar-gambar dan bukan angka. Data-data tersebut dapat diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, foto, video tape, dokumentasi pribadi, catatan, atau memo dan dokumentasi lainnya.
Kualitatif yaitu jenis pendekatan yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian (perilaku, persepsi, tindakan, dll), dengan cara mendeskripsikannya dalam bentuk kata - kata dan bahasa.
Penelitian deskriptif bertujuan membuat deskripsi secara sistematis tentang fakta - fakta dan fenomena - fenomena dari objek yang diteliti (Sugiyono, 2011:69). Dalam penelitian ini adalah mengambil aspek sosial diantaranya : Konflik Kemanusiaan, kehidupan sosial, nilai sosial, cinta kasih dan Kesehatan dalam Drama Korea Selatan yang berjudul "HELLO GHOST" (헬로우 고스트) tahun 2010.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder. menurut sugiyono (2018) data sekunder yaitu data yang diperoleh peneliti atau pengumpul data secara tidak langsung. Dikatakan tidak langsung karena data diperoleh melalui perantara, yaitu bisa lewat orang lain, ataupun lewat dokumen. Selain itu, penelitian ini dikaji dengan menggunakan pendekatan pragmatis. Pendekatan pragmatis adalah pendekatan yang melihat karya sastra sebagai media untuk menyampaikan tujuan tertentu, tujuannya dapat berupa pendidikan, moral, politik, sosial, agama dll. Penelitian ini penulis memusatkan pada aspek-aspek sosial yang terdapat dalam Drama Korea Selatan yang berjudul "HELLO GHOST" (헬로우 고스트).
C. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Pengumpulan data dilakukan dengan me-review Drama Korea Selatan yang berjudul "HELLO GHOST" (헬로우 고스트) sebanyak 2x, mencatat beberapa scene dan dialog yang mengutip aspek sosial yang dapat kita ambil. Terdapat beberapa aspek sosial yang dapat kita ambil dalam Drama ini yaitu, (1)Konflik Kemanusiaan, (2) Kehidupan sosial, (3)Nilai sosial, (4)Cinta kasih dan (5) Kesehatan .
"HELLO GHOST" (헬로우 고스트) menyajikan kisah soal seorang pria yang hidup sebatang kara bernama Sangman (Cha Tae Hyun). Ia sering melakukan percobaan bunuh diri tapi selalu gagalgagal. Ia mencoba bunuh diri lagi dengan melompat ke sungai, tapi ia tetap saja selamat. Ia terbangun di ruang perawatan dan menemukan pria berjas (Chang Seok Ko) duduk di sampingnya sambil merokok.
Karena terdapat larangan merokok di ruang perawatan, Sangman menegurnya. Namun seorang perawat justru menegur Sangman karena merokok. Ia semakin terkejut ketika menemukan sebatang rokok menyelip di jarinya. Selanjutnya, ia bertemu wanita cengeng (Jang Young nam) di ruang konsultasi psikiater. Malamnya, ia ia melihat seorang kakek (Lee Moon Su) jongkok di atas meja resepsionis dan meniup-niup tumpukan kertas. Ternyata kakek tersebut sedang mengintip rok perawat.
Tiba-tiba kakek tersebut menoleh dan kepalanya membesar. Sangman pun ketakutan dan kembali ke kamar inapnya.Ia terkejut karena pria berjas, perempuan menangis, dan kakek di meja resepsionis sedang melayang-layang di atasnya. Ketika sadar kalau ketiganya ternyata bukan manusia, Sangman akhirnya jatuh pingsan di lantai. Paginya, ia terkejut melihat hantu baru yaitu seorang anak laki-laki (Cheon Bo Geun).
Setelah keluar dari rumah sakit, ia bertemu paranormal dan disarankan untuk meminjamkan tubuhnya kepada 4 hantu tersebut. Sang paranormal juga meminta Sangman melakukan apa yang mereka inginkan sebelum meninggal. Yang pertama meminjam tubuhnya adalah sang kakek. Ia meminta Sangman untuk mencari kamera guna dikembalikan ke pemiliknya.
Setelah mendapatkannya, sang kakek meminta Sangman untuk mengantarkan kamera tersebut kepada seorang kakek di rumah sakit. Walaupun kelelahan, ia senang karena bertemu seorang suster cantik di sana. Setelah sang kakek, kini giliran hantu anak kecil. Hantu anak kecil tersebut meminta Sangman membelikannya mainan robot dan menonton film kartun di bioskop. Walaupun kesal, ia mendapatkan keberuntungan karena berjumpa dengan perawat cantik bernama Jeong Yeonsoo (Kang Ye Won).
Setelah menuruti kemauan sang hantu kecil, ia meminjamkan tubuhnya kepada sang hantu pria berjas. Ternyata, hantu tersebut menginginkan sebuah mobil di tempat rongsokan. Dengan mobil yang ternyata bekas mobil taksi tersebut, ia mengajak Sangman pergi ke pantai. Di perjalanan, sang hantu mengungkapkan bahwa ia meninggal dalam kecelakaan mobil. Setibanya di pantai, sang hantu mengatakan bahwa ia ingin berenang. Sangman yang meminjamkan tubuhnya pun mau tidak mau juga ikut berenang di pantai.
Setelah menyelesaikan misi hantu berjas, kini giliran hantu wanita cengeng yang memasuki tubuhnya. Hantu tersebut ingin memasak untuk orang yang ia sayangi dan memintanya mengajak Yeonsoo untuk makan malam bersama. Namun, ketika berkunjung ke rumah sakit, Yeonsoo sedang memarahi pasien yang ternyata adalah ayah kandungnya. Sangman mengingatkan Yeonsoo bahwa bagaimana pun ia adalah ayahnya. Yeonsoo marah dan meminta Sangman untuk tidak ikut campur urusannya.
Keesokan harinya, Sangman pergi ke pasar untuk memenuhi keinginan hantu cengeng yang ingin memasak. Ketika makan malam, tiba-tiba Yeonsoo datang berkunjung untuk mengembalikan kamera dari kakek di rumah sakit. Lalu Sangman menawarinya makan malam. Di tengah makan malam, Sangman mengaku kalau ia bisa melihat hantu. Yeonsoo tidak nyaman dan memutuskan pulang.
Sangman merasa bahwa kepergian Yeonsoo adalah salah para hantu. Ia marah dan meminta para hantu untuk segera pergi karena ia telah menyelesaikan permintaan mereka. Hari berganti dan Sangman terbangun dengan kondisi apartemen yang sepi. Ia lalu memutuskan untuk mengajak Yeonsoo makan siang. Di tengah makan siang, Yeonsoo bertanya kepada Sangman kenapa memasukkan minari ke dalam kimbab yang mana orang-orang umumnya memasukkan bayam di dalamnya.
Sangman mengatakan bahwa ibunya mengatakan minari baik untuk darah. Sangman berhenti mengunyah karena tiba-tiba ingatannya memunculkan sekelebat wajah ibunya yang ternyata berwajah sama dengan si hantu cengeng. Ia juga teringat ucapan ibunya ketika ia masih kecil yang menginginkan Sangman segera tumbuh dewasa agar ibunya dapat mengalungkan tangannya di lengan Sangman ketika belanja di pasar. Ia juga teringat ketika ia di-bully dan diselamatkan oleh kakaknya yang merupakan si hantu anak kecil. Kakaknya tersebut juga berjanji kepada Sangman akan mengajaknya menonton film kartun di bioskop. Ingatannya juga menampilkan sang ayah yang pulang dengan membawa mobil kuning untuk bertamasya keesokan harinya. Ia juga ingat wajah sang kakek yang meminjam kamera kepada tetangganya.
Di perjalanan, sang ayah berkata bahwa ia akan mengajak Sangman ke pantai dan mengajarinya berenang. Sayangnya, mereka tertabrak truk dan masuk ke jurang. Satu-satunya yang selamat hanyalah Sangman. Setelah ingat, ia kembali ke apartemennya dan meminta para hantu keluarganya tersebut kembali lagi. Satu per satu, para hantu tersebut muncul dan berpesan kepada Sangman untuk tetap melanjutkan hidupnya. Ternyata, mereka telah berada di sekeliling Sangman sejak mereka meninggal dan menjaganya walaupun tidak terlihat.
PEMBAHASAN
Kemanusiaan
Nila kemanusiaan yang dapat di ambil dalam Drama Korea ini diantaranya : Pada tokoh pertama yaitu Sangman (Cha Tae Hyun). Ia sering melakukan percobaan bunuh diri tapi selalu gagal. Ia mencoba bunuh diri lagi dengan melompat ke sungai, tapi ia tetap saja selamat. Sangman sudah tidak sanggup lagi untuk melanjutkan hidupnya sehingga dia berusaha untuk bunuh diri. Namun, seperti yang kita ketahui percobaan bunuh diri merupakan perilaku yang sangat merugikan untuk kita maupun untuk orang lain. Ketika kita melakukan percobaan bunuh diri tidak akan menyelesaikan masalah namun akan menjadi penyesalan yang sangat mendalam. Karna perlu kita ketahui bahwa banyak orang-orang baik yang akan melindungi dan memberikan kita kenyamanan dalam menjalani sebuah kehidupan. Apabila kita melihat sekitar dengan cara pandang yang luas bukan sempit, hal ini mampu mengubah pola pikir dan merubah banyak hal yang membuat kita berpikiran negative tentang hidup ini.
Kehidupan Sosial
Kehidupan sosial dalam Drama Korea ini yaitu Seorang pria yang hidup sebatang kara bernama Sangman (Cha Tae Hyun). Sudah sekian lama setelah dia ditinggalkan oleh keluarganya. Suatu ketika Di perjalanan, sang ayah berkata bahwa ia akan mengajak Sangman ke pantai dan mengajarinya berenang. Sayangnya, mereka tertabrak truk dan masuk ke jurang. Satu-satunya yang selamat hanyalah Sangman. Saat itulah sangman mulia hidup sendirian dan pada suatu saat dia mencoba bunuh diri karna Sangman tidak sanggup untuk melanjutkan hidupnya.
Scene pada menit (05.45)
Dokter : Sejak kapan anda sudah mencoba bunuh diri?
Sangman : Baru-baru ini saja.
Dokter : Bisa Anda jelaskan, mengapa?
Sangman : Saya merasa tidak sanggup melanjutkan hidup ini.
Setelah keadaan membaik, Sangman bertemu dengan pria berjas (Chang Seok Ko) duduk di sampingnya sambil merokok. Selanjutnya, ia bertemu wanita cengeng (Jang Young nam) di ruang konsultasi psikiater. Malamnya, ia melihat seorang kakek (Lee Moon Su) jongkok di atas meja resepsionis dan meniup-niup tumpukan kertas. Ternyata kakek tersebut sedang mengintip rok perawat. Paginya, ia terkejut melihat hantu baru yaitu seorang anak laki-laki (Cheon Bo Geun).
Setelah keluar dari rumah sakit, ia bertemu paranormal dan disarankan untuk meminjamkan tubuhnya kepada 4 hantu tersebut. Sang paranormal juga meminta Sangman melakukan apa yang mereka inginkan sebelum meninggal. Yang pertama meminjam tubuhnya adalah sang kakek. Ia meminta Sangman untuk mencari kamera guna dikembalikan ke pemiliknya. Setelah sang kakek, kini giliran hantu anak kecil. Hantu anak kecil tersebut meminta Sangman membelikannya mainan robot dan menonton film kartun di bioskop. Setelah menuruti kemauan sang hantu kecil, ia meminjamkan tubuhnya kepada sang hantu pria berjas. Ternyata, hantu tersebut menginginkan sebuah mobil di tempat rongsokan. Keesokan harinya, Sangman pergi ke pasar untuk memenuhi keinginan hantu cengeng yang ingin memasak.
Pada akhirnya sangman pun mendapatkan kembali ingatannya bahwa ke 4 hantu tersebut merupakan keluarganya. Sangman berhenti mengunyah karena tiba-tiba ingatannya memunculkan sekelebat wajah ibunya yang ternyata berwajah sama dengan si hantu cengeng. Ia juga teringat ucapan ibunya ketika ia masih kecil yang menginginkan Sangman segera tumbuh dewasa agar ibunya dapat mengalungkan tangannya di lengan Sangman ketika belanja di pasar. Ia juga teringat ketika ia di-bully dan diselamatkan oleh kakaknya yang merupakan si hantu anak kecil. Kakaknya tersebut juga berjanji kepada Sangman akan mengajaknya menonton film kartun di bioskop. Ingatannya juga menampilkan sang ayah yang pulang dengan membawa mobil kuning untuk bertamasya keesokan harinya. Ia juga ingat wajah sang kakek yang meminjam kamera kepada tetangganya.
Cinta Kasih
Cinta kasih yang diberikan kepada Sangman dari keluarganya sangat besar bahkan setelah keluarganya meninggal dan menjadi hantu mereka tetap berada di sekitar Sangman dan memberikan kebahagiaan dan cinta kasih yang sebelumnya belum mereka berikan kepada Sangman.
Ucapan ibunya ketika ia masih kecil yang menginginkan Sangman segera tumbuh dewasa agar ibunya dapat mengalungkan tangannya di lengan Sangman ketika belanja di pasar. Ia juga teringat ketika ia di-bully dan diselamatkan oleh kakaknya yang merupakan si hantu anak kecil. Kakaknya tersebut juga berjanji kepada Sangman akan mengajaknya menonton film kartun di bioskop. Ingatannya juga menampilkan sang ayah yang pulang dengan membawa mobil kuning untuk bertamasya keesokan harinya. Ia juga ingat wajah sang kakek yang meminjam kamera kepada tetangganya. Dalam hal ini, Peran keluarga merupakan garda terdepan untuk menolong orang-orang yang sedang mengalami depresi dan kesepian dalam menjalani sebuah kehidupan. Keluarga adalah tempat cerita dan mengekspresikan banyak hal dengan kejujuran dan tanpa ada rasa takut dan ragu untuk menyampaikan segala sesuatu yang sedang kita hadapi.
Kesehatan
Dalam drama ini terdapat beberapa scene yang menyangkut ke dalam kesehatan diantaranya ketika Sangman berada di Rumah Sakit, ia menemukan pria berjas (Chang Seok Ko) duduk di sampingnya sambil merokok. Karena terdapat larangan merokok di ruang perawatan, Sangman menegurnya. Namun seorang perawat justru menegur Sangman karena merokok. Ia semakin terkejut ketika menemukan sebatang rokok menyelip di jarinya. Selain itu, pada Scene Sangman membantu hantu pria berjas mencari mobil taxi lusuh nya. Ieu bertemu dengan seorang pria yang sedang mabuk di sebuah Mobil Hitam. Namun keadaan itu membuat pria yang ada di dalam mobil hitam marah dan ingin menabrak Sangman. Ketika mengejar Sangman pria itu pun sambil mengatakan
Pada scene menit 48:04
Pria : "mengapa istriku meninggalkanku sendirian? Apakah karna aku tidak kaya?" Ujarnya sambil mengejar Sangman.
Namun, ketik lari sangminpun berhenti mendadak sehingga membuat pria itu menghentikan mobilnya.
Sangman : " Tuan Tolong bantulah aku, aku juga akan membantu mu untuk menemui istrimu lagi. " Ujarnya.
Keesokan harinya setelah kejadian itu, Sangman pun pergi untuk mencari dan menemui istri dari pria itu. Namun, tidak sengaja Sangman mendengar percakapan suster dengan istri dari pria itu di sebuah rumah sakit dan ternyata istri dari pria itu mengidap kanker paru paru yang di sebabkan oleh suaminya yang merupakan perokok aktif sehingga istrinya yang terkena dampaknya.
Dilihat dari scene ini seperti yang kita ketahui dalam kehidupan sehari hari bahwa merokok adalah kegiatan yang kurang sehat tidak hanya berdampak pada tubuh kita namun berdampak juga kepada lingkungan di sekitar kita. Jadi perlu kita sadari hidup sehat sangat berperan penting dalam kehidupan kita untuk masa depan.
SIMPULAN
Aspek sosial yang terdapat dalam Drama Korea Selatan yang berjudul "HELLO GHOST" (헬로우 고스트) tahun 2010. Diantaranya (a)Konflik Kemanusiaan, dapat kita ambil dalam drama ini bahwa menyelesaikan masalah tidak dengan cara bunuh diri walaupun kita sudah tidak sanggup hidup lagi namun, ketika kita hidup lebih lama dan lebih bijak dalam menjalankan masalah hasilnyapun akan sangat indah seperti pada kehidupan Sangman yang sudah mampu bertahan sehingga pada akhirnya mendapatkan kebahagiaan. (b)Kehidupan sosial, dari drama ini menggambarkan kehidupan Sangman yang sulit di jalani namun pada akhirnya dia bertahan dan bisa mendapat kebahagiaan. Maka dari itu nilai sosial yang dapat kita ambil dalam drama ini yaitu untuk tetap berusaha menjalani hidup dan tetap menerima hasil karna segala bentuk perjuangan akan ada hasilnya.(c)Cinta kasih, dalam drama ini cinta kasih keluarga yang diberikan kepada Sangman sangat besar bahkan dengan keadaan sudah menjadi hantu mereka tetap berada di dekat Sangman dan memberikan Cinta kasihnya dengan sangat tulus.(d)Kesehatan yang dapat kita ambil sebagai nilai sosial untuk kehidupan kita dalam drama ini Kesehatan penting bagi diri kita maupun bagi orang-orang di sekeliling kita khususnya keluarga.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan dan wawasan tentang nilai sosial untuk kehidupan sehari hari agar kita lebih bijak dalam menjalani hidup dan menghadapi suatu permasalahan yang menimpa kita selain nilai sosial, kesehatan sangat penting bagi kita maupun orang-orang di sekitar kita.
DAFTAR PUSTAKA
Djoko Damono Sapardji, 1978, Sosiologi Sastra, Jakarta, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Young-Tak Kim, 2010, Hello Ghost pada kanal lk21official.skin
Komentar
Posting Komentar