ANALISIS SOSIOLOGI NOVEL “MARIPOSA” KARYA LULUK HF TAHUN 2018

ANALISIS SOSIOLOGI NOVEL “MARIPOSA” 

KARYA LULUK HF TAHUN 2018


Sinta Nurbela

Universitas Galuh

sintanurbela2@gmail.com


Abstrak

penelitian ini mendeskripsikan aspek-aspek sosial meliputi : cinta kasih orang tua, keterbukaan, kejujuran, menolong sesama, rasa syukur, solidaritas dalam novel dari karya Hidayatul Fajriyah atau yang sering dikenal dengan Luluk HF. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi yang bersifat kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Novel Mariposa karya Luluk HF. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik catat dan teknik media sosial. Teknik pustaka yaitu dengan menggunakan buku-buku, sumber yang relavan dan teori-teori yang membahas tentang struktural dan sosiologi. Teknik catatnya yaitu dengan mencatat data-data yang telah ditemukan dalam novel yang akan diteliti. Teknik media sosial yaitu cara mencari dengan alat seperti HP, Komputer dan masih banyak lainnya, dalam teknik ini supaya dapat mempermudah mencari materi atau referensi untuk penelitian. Dalam teknik analisis data yang digunakan Teknik analisis isi yang mengkaji dan membahas unsur Struktural dan Sosiologi dalam Novel Mariposa karya Luluk HF. Dari pembahasan data, diperoleh hasil bahwa aspek-aspek dalam Novel Mariposa karya Luluk HF meliputi (1) aspek cinta kasih terhadap orang tua,  (2) aspek Keterbukaan, (3) aspek kejujuran, (4) aspek solidaritas (menolong sesama), (5) rasa syukur.

Kata Kunci: sosiologi sastra, aspek sosial

Abstract

This study describes social aspects including: the love of parents, openness, honesty, help others, gratitude, solidarity in the novel of Hidayatul Fajriyah or often known as Luluk HF. The method used in this study is a qualitative content analysis method. The subject of this research is Mariposa's work Novel HF. The data collection techniques in this study use literature techniques, recording techniques and social media techniques. The literature technique is by using books, the source that relavan and the theories that discuss about structural and sociology. The record technique is by recording the data that has been found in the novel that will be studied. Social media techniques are how to find with tools such as cellphones, Computers and many others, in this technique so that they can make it easier to find materials or references for research. In the data analysis technique used by the content analysis technique that examines and discusses the Structural and Sociology elements in Mariposa's work in Luluk HF. From the discussion of the data, the results were obtained that aspects in Mariposa by Luluk HF work include (1) aspects of love towards parents, (2) Openness aspects, (3) aspect of honesty, (4) aspects of solidarity (help others), (5) gratitude.

Keywords: sociology of literature, soscial aspects


PENDAHULUAN

Karya sastra adalah bentuk kreativitas dalam Bahasa yang indah berisi sederetan pengalaman batin dan imajinasi yang berasal dari penghayatan realitas sosial pengarang. Karena, karya sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya dengan menggunakan bahasa sebagai medianya.

Proses kreatif yang dilakukan pengarang melalui karya sastra sangat mungkin berasal dari kehidupan pribadi dan dari kehidupan sosial yang dekat dengan kehidupan sipengarang. Kehidupan sosial biasanya diatur oleh institusi sosial yang ada dalam masyarakat. Sebagai sumber inspirasinya. Menurut Ratna (2005:312), Hakikat karya sastra adalah rekaan atau yang lebih sering disebut imajinasi. Imajinasi dalam karya sastra adalah imajinasi yang berdasarkan kenyataan. Hal ini sejalan dengan pendapat Endraswara (2011:78) yang menyatakan bahwa karya sastra merupakan eskpresi kehidupan manusia yang tak lepas dari akar masyarakatnya. Karya sastra sebagai suatu potret kehidupan yang berisi tentang cerminan kehidupan nyata yang menimbulkan sifat sosial pada diri manusia. Karya sastra tercipta dari masalah dimasyarakat yang menarik untuk dituangkan dalam tulisan kreatif dan imajinatif. Meskipun pada hakikatnya karya sastra adalah rekaan, karya sastra dikonstruksi atas dasar kenyataan. Menurut pandangan Sugihastuti (2007:81-82) karya sastra merupakan media yang digunakan oleh pengarang untuk menyampaikan gagasan-gagasan dan pengalamannya. Karya sastra juga dapat merefleksikan pandangan pengarang terhadap berbagai masalah yang diamati di lingkungannya. Menurut Laurenson dan Swingewood (Akbar, Winarni, dan Andayani, 2013) terdapat tiga perspektif dalam penelitian sosiologi sastra, yaitu penelitian yang memandang karyasastra sebagai dokumen sosial yang di dalamnya merupakan refleksi situasi pada saat karya dibuat, penelitian yang mengungkapkan karya sastra sebagai cermin situasi sosial penulis dan penelitian yang menangkap sastra sebagai manifestasi sejarah dan keadaan sosial budaya. Karya sastra yang ditulis merupakan ungkapan masalah-masalah manusia dan kemanusiaan, tentang maksa hidup dan kehidupan. Bentuk pengungkapan inilah yang meruapkan hasil kepiawaian pengarang dalam menggambarkan dalam segala sapek kehidupan manusia lewat ekspresi pengarang. Dengan demikian karya sastra diciptakan pengarang untuk dinikmati, dihayati, dan dimanfaatkan bagi khalayak (pembaca). Karya sastra lahir karena adanya sesuatu yang menjaduikan jiwa seseorang pengarang memiliki rasa tertentu pada suatu persoalan atau peristiwa didunia ini, baik yang langsung dialaminya maupun dari kenyataan hidup sehari-hari yang ada di masyarakat. Persoalan atau peristiwa itu sangat mempengaruhi bentuk kejiwaan pencipta karya sastra, sehingga memungkinkan munculnya konflik atau ketegangan batin terseut dalam bentuk karya sastra. Selain itu pengarang juga ingin juga mengajak pembaca berfikir untuk memecahkan permasalahan hidup. Kehadiran karya sastra yang diungkapkan adalah masalah hidup dan kehidupan manusia. Karya sastra merupakan gambaran kehidupan hasil rekaan pengarang. Kehidupan dalam suatu karya sastra adalah kehidupan yang diwarnai oleh sikap, latar belakang dan keyakinan pengarang. Oleh karenanya, kebenaran atau kenyataan dalam karya sastra tidak mungkin sama dengan kenyataan yang ada disekitar kita. Kenyataan atau kebenaran dalam karya sastra adalah kebenaran keyakinan, bukan kebenaran indrawi seperti yang kita lihat sehari-hari. Horace dalam Melani Budianto (1993:25-26) mengemukakan bahwa funsi karya sastra adalah dulce at utileyang artinya  menyenangkan dan berguna. Menyenangkan dalam arti tidak menjemukan atau tidak membosankan. Berguna dalam arti tidak membuang-buang waktu, bukan sekedar perbuatan iseng melainkan sesuatu yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Karya sastra memberi kenikmatan dan kesenangan. Karya sastra yang baik, isinya bermanfaat dan cara pengungkapan bahasanya pun indah. Pembaca tidak sia-sia untuk menikmatinya. Panuti Sudjiman (1998:75) menyatakan karya sastra diciptakan pengarang tentu mempunyai maksud-maksud tertentu. Karya sastra tidak hanya untuk menghibur, tetapi merupakan alat penyampain seperti nasihat, pendidikan dan sebagainya. Dengan karyanya seseorang pengarang bermaksud menyampaikan gagasan-gagasannya, pandangan hidup atas kehidupan sekitar dengan cara menarik dan menyenangkan pembaca untuk berbuat baik. Pesan yang dinamakan “moral” yang biasa disebut amanat. Dalam sastra indonesia ada beberapa bentuk cipta sastra, yaitu puisi, prosa, dan drama. Begitu juga karya prosa Indonesia yang dapat dibedakan menjadi, roman, novel dan cerita pendek, ketiganya bisa disebut juga cerita rekaan atau fiksi. Sebagai bahan bacaan, novel mampu menghibur pembacanya, maupun pembaca menyelami suatu kehidupan yang belum atau tidak pernah dialaminya. Novel termasuk jenis buku fiksi. Novel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat pelaku. Sementara dilansir dari Encyclopaedia Britannica (2015), novel merupakan sebuah narasi prosa yang diciptakan dengan panjang yang cukup dan kompleksitas tertentu. Nugiyantoro (2015:11-12) juga berpendapan bahwa novel memiliki cerita yang panjang, halaman yang beratus-ratus, jelas tidak dapat disebut cerpen, namun lebih tepatnya disebut dengan novel. Novel ini juga disebut sebagai karangan prosa yang panjang dan mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang disekelilingnya serta menonjolkan watak dan sifat pada setiap pelaku didalam perannya. Novel disebut juga sebagai karangan yang melukiskan perbuatan pelakunya menurut isi dan jiwanya masing-masing yang diolah menjadi sebuah kisah sesuau dengan tujuan pengarang (Thaba, 2019). Novel merupakan karya fiksi yang bersifat imajinatif. Sebagai sebuah karya imajinatif, karya fiksi menawarkan berbagai permasalahan manusia dan kemanusiaan, hidup dan kehidupan (Hasniati, 2018). Novel berasal dari bahasa latin novelius yang diturunkan pada kata novelis yang berarti baru. Bisa dikatakan baru jika dibandingkan dengan karya sastra seperti puisi, drama, dan lai-lain (Tarigan, 2000:164). Berdasarkan pengertian novel menurut para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa novel merupakan karya prosa fiksi tentang tokoh pelaku dan ide cerita berasal dari kehidupan nyata dan imajinasi pengarang. Dalam kehidupan sehari-hari, novel adalah karya sastra yang lebih panjang dari cerpen atau karya sastra lainnya. Dalam fiksi, semua permasalahan diceritakan dengan cara kompleks, bukan hanya terdiri dari satu konflik saja. Dari pemaparan diatas, penulis tertarik untuk menganalisis sebuah novel yang ditulis oleh Luluk HF tahun 2018. Cerita yang digambarkan menyentuh nilai-nilai yang sangat baik. Sosiologi sastra adalah pemahaman terhadap karya sastra dengan mempertimbangkan aspek-aspek kemasyarakatan (Ratna, 2003:3). Sementara Faruk (2010:1) memberi pengertian bahwa sosiologi sastra sebagai studi ilmiah dan objektif mengenai manusia dalam masyarakat, studi mengenai lembaga dan proses-proses sosial. Sosiologi sastra merupakan teori sastra yang menganalisis suatu karya sastra didasarkan dalam hubungan kemasyarakatannya. Karya sastra juga di anggap sebagai ekspresi pengarang. Penelitian sosiologi sastra lebih banyak memberikan perhatian kepada sastra nasional, sastra modern, khususnya mengenai novel. Roucek dan warren (2009:18) sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok. Penelitian tersebut dapat diminati oleh penulis yang ingin melihat sastra sebagai cermin kehidupan masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa sosiologi sastra adalah penelitian suatu karya sastra terhadap hubungan masyarakat, yakni masyarakat sebagai pembaca karya sastra, masyarakat sebagai pencipta karya sastra, dan penerimaan masyarakat terhadap suatu karya sastra. Penelitian sosiologi sastra lebih banyak memperbincangkan hubungan antara pengarang dengan kehidupan sosial, baik aspek bentuk maupun isi karya sastra. Dalam hal ini pemahaman sosiolohgi sastra secara singkat adalah gambaran fakta sosial masyarakat, kebudayaan masyarakat yang penuh dengan persoalan kehidupan, seperti rasa cinta, kebencian, kebahagiaan, kesedihan, yang terpantul dalan novel Mariposa karya Luluk HF dapat dianalisis berdasarkan pendekatan sosiologi sastra. Dengan pendekatan sosiologi sastra akan mampu mengungkapkan keberadaan manusia dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul. Permasalah yang diangkat dalam novel Mariposa karya Luluk HF merupakan refleksi dari kenyataan yang ada dalam kehidupan sosial. Dengan demikian pengarang mengangkat judul “Analisis Sosiologi Novel Mariposa karya Luluk HF”.

Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan suatu cara untuk mencapai suatu penyelesaian masalah dengan mengumpulkan dan menganalisis data untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cinta kasih orang tua, keterbukaan, kejujuran, menolong sesama, rasa syukur, solidaritas. 

jenis penelitian ini merupakan metode penelitian deskritif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Mariposa karya Luluk HF. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan tuturan tokoh dalam novel Mariposa karya Luluk HF. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik pustaka, teknik baca, dan teknik catat. Instrumen yang digunakan adalah penulis sendiri dibantu dengan menggunakan kartu pencatat data, alat tulis, buku-buku dan media lain yang mendukung sebagai acuan. Teknik kebahasaan data yaitu trianggulasi sumber dan trianggulasi data. 

Hasil analisi penelitian ini menunjukan bahwa pada novel Mariposa karya Luluk HF ditemukan bentuk pragmatik.

Hasil dan Pembahasan

Aspek Sosial dalam Novel Mariposa Karya Luluk Hidayatul Fajriyah

Aspek sosial dalam novel Mariposa karya Luluk HF

Cinta Kasih Orang Tua

Cinta kasih orang tua adalah perilaku terpuji yang senantiasa berlemah lembut, sopan dan penuh penghormatan baik dalam kata maupun perilaku kepada kedua orang tua, ayah dan ibu. Dalam islam perilaku kasih sayang terhadap orang tua ini merupakan cakupan dari BIRRUL WALIDAIN. Sudibyo (2013:43) mengemukakan bahwa cinta kasih antara orang tua dan anak bermula dari seorang ibu terhadap anaknya. Seorang ibu yang sedang menyusui anaknya adalah gambaran tentang ketulusan dan cinta kasih. Orang tua mengasuh dan mendidik anak deengan harapan supaya kelak ia berbahagia dan menjadi orang berguna. (Sudibyo, 2013:43). Cinta kasih orang tua dan anak ditandai dengan kasih sayang yang diberikan ibu dan ayah kepada anaknya. Wujud cinta kasih yang digambarkan saat orang tua merawat dan mendidik dengan ketulusan hingga anak tumbuh dan berkembang, dan memenuhi kebutuhan anak sampai memberikan dukungan untuk wujudkan cita-cita seorang anak. Hal tersebut dilakukan dengan harapan orang tua agar kelak anaknya menjadi orang yang bermanfaat. Berikut ini merupakan bentuk nilai cinta kasih antara orang tua dan anak dalam novel Mariposa karya Luluk Hidayatul Fajriyah (Luluk HF).

Orang Tua Merawat Anak

Cinta kasih antara orang tua dan anak dalam novel Mariposa karya Luluk HF dapat digambarkan Kirana yang telah merawat Acha. Walaupun Kirana bukan ibu kandung Acha, Kirana telah merawat Acha dari kecil. Acha sangat berterima kasih atas segala kebaikan Kirana yang belum bisa Acha balas. Hal tersebut dapat digambarkan pada dialog Acha berikut ini. 

“Terima kasih, Tante-Mama, udah mau merawat Acha dari kecil sampai sekarang. Maaf Acha belum bisa balas kebaikan Tante-Mama. Acha sayang Tante-Mama.” (Luluk, 2020:288)

Kasih sayang Orang Tua Kepada Anak

Cinta kasi antara orang tua dan anak dapat dilihat dari perlakuan Kirana terhadap Acha. Kirana memberikan kasih sayang sepanjang masa untuk Acha. Hal tersebut dapat digambarkan pada doalog Kirana berikut ini.

Kirana memeluk Acha dengan erat. “Mama juga selalu sayang sama Acha. Mama akan selalu ada untuk Acha.” (Luluk, 2020:407-408)

Bantuan Orang Tua Kepada Anak

Cinta kasih orang tua dan anak dapat dilihat dari tindakan gesit Kirana yang cepat membantu Acha saat gadis itu mengalami mimisan akibat terlalu fokus ujian. Kirana segera membantu Acha dengan menjalankan mobilnya menuju ke rumah sakit. Hal tersebut dapat digambarkan pada kutipan berikut ini.

Kirana membantu Acha berjalan keluar rumah sampai kedalam mobil. Keduanya masih memakai piama tidur.

Kirana buru-buru menjalankan mobilnya, menuju kerumah sakit terdekat tempat biasanya Acha check-up. (Luluk, 2020:407-408)

Perlakuan Lembut Orang Tua Krpada Anak

Cinta kasih antara orang tua dan anak dapet dilihat dari perlakuan lembut Kirana kepada Acha dengan mencium kening Acha sebelum pamit meninggalkan Acha dirumah sakit saat Acha dilarikan karena mimisan yang membuatnya harus dirawat. Hal tersebut dapat digambarkan pada kutipan berikut ini.

“Iya, sayang.” Kirana mencium kening Acha sebentar, setelah itu pamit meninggalkan mereka berdua, (Luluk, 2020:410)

Dukungan Orang Tua Kepada Anak

Cinta kasih orang tua dan anak dapat dilihat pada dukungan Mr.Bov untuk Iqbal atas impian Iqbal, dan Mr.Bov ingin Iqbal melakukan yang terbaik ketika Iqbal ingin melanjutkan pendidikannya. Hal ini dapat digambarkan pada dialog Mr.Bov berikut ini.

“Baguslah. Papa akan dukung semua yang kamu inginkan dan impikan. Kamu harus melakukan yang terbaik.”(Luluk, 2020:296)

Dukungan lain yang Mr.Bov berikan ketika Iqbal lebih memilih untuk mengambil jurusan kedokteran agar Iqbal dapat mengambil jurusan spesialis jantung dan bisa merawat Mr. Bov. Dukungan akan selalu Mr. Bov berikan selama hal itu sesuatu yang baik dan bermanfaat. Hal itu dapat digambarkan pada dialog Mr. Bov berikut ini.

“...... Papa akan dukung semua yang Iqbal pilih dan Iqbal inginkan, selama hal itu adalah sesuatu yang baik dan bermanfaat,” ucap Mr. Bov tulus (Luluk, 2020:432)

Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak

Cinta kasih antara orang tua dan anak dapat dilihat pada tanggung jawab yang diberikan Mr. Brov kepada Iqbal. Mr. Brov sia membiayai ketik Iqbal akan melanjutkan kuliahnya dengan mengambil kedokteran. Hal tersebut dapat digambarkan pada kutipan berikut ini.

“Oke. Untuk urusan biaya. Iqbal nggak perlu khawatir. Papa siap membiayai semuanya,” sahut Mr. Brov bersemangat. (Luluk, 2020:432)

Motivasi Orang Tua Untuk Anak

Cinta kasih orang tua dapat dilihat dari tindakan Mr. Brov yang tetap memberikan motivasi kepada Iqbal saat Iqbal tidak lolos SNMPTN. Mr. Brov meyakinkan Iqbal untuk bisa mengikuti ujian pada jalur SBMPTN dan akan diterima. Mr. Brov juga yakin bahwa Iqbal akan menjadi dokter yang hebat setelah melewati kegagalannya di jalur SNMPTN. Hal tersebut dapat digambarkan pada kutipan berikut ini.

“iya. Papa yakin itu. Iqbal akan menjadi seorang dokter yang hebat.”

Iqbal akhirnya bisa tersenyum tanpa beban. Semua kesediham dan rasa kecewanya seketika pergi begitu cepat. Ucapan dari papanya sangat membuatnya termotivasi lagi. (Luluk, 2020:448)

Cinta Kasih Pria dan Wanita pada Novel Mariposa Karya Luluk Hidayatul Fajriyah

Sudibyo (2013:45-46) mengungkapkan bahwa dalam cinta kasih antara pria dan wanita ini kedua belah pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian dan keterbukaan, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.

Cinta kasih antara pria dan wanita merupakan perpaduan hidup pria dan wanita dengan cinta yang saling diberikan, perasaan yang timbul dalam diri keduanya membentuk satu kesatuan yang utuh dengan memberikan tanggung jawab, pengorbanan, saling percaya dan saling memiliki kejujuran. Berikut ini bentuk nilai cinta kasih antara pria dan wanita dalam novel Mariposa Karya Luluk Hidayatul Fajriyah.

Kasih Sayang Pria Kepada Wanita

Cinta kasih antara pria dan wanita dalam novel Mariposa karya Luluk Hidayatul Fajriyah dapat digambarkan pada cinta kasih antara Iqbal dan Acha. Iqbal mulai menyayangi dan bisa menerima Acha. Pertama kalinya Iqbal memberikan pelukan hangat untuk Acha saat sebelumnya Iqbal menunjukkan perasaan rangu hanya karena bingung bagaimana cara menjelaskan hubungannya dengan Acha kepada sahabat-sahabatnya. Setelah itu, Iqbal meminta maaf dan menjelaskan kepada Acha. Hal itu dapat digambarkan pada kutipan berikut ini.

Kalimat Acha berhenti begitu saja, tubuhnya menegang seketika. Acha merasakan pelukan yang sangat hangat dan menangkan untuk pertama kali dari seorang pria yang sangat ia suka. (Luluk, 2020:252)

Keterbukaan 

Cinta kasih antara pria dan wanita dapat digambarkan pada keterbukaan Iqbal. Setelah Iqbal meminta maaf karena secara tidak sengaja, Acha mendengar ucapan Iqbal tentang perasaannya yang masih ragu kepada Acha, Iqbal mulai bersedia akan selalu ada untuk Acha, dan akan selalu di samping Acha. Hal tersebut dapat digambarkan pada dialog Iqbal berikut ini.

Iqbal tersenyum kecil, membelai rambut Acha. “Gue akan berada disamping lo mulai sekarang, Natasha,”ungkap Iqbal. “Seperti yang lo inginkan. (Luluk, 2020:253)

Kejujuran

Cinta kasih antara pria dan wanita dapat digambarkan pada kejujuran Iqbal kepada Acha untuk mengajaknya pacaran. Iqbal memang tidak pandai menyatakan cinta, meskipun bagi Acha terdengar sangat sederhana, namun terasa begitu manis. Hal itu dapat digambarkan pada kutipan berikut ini.

“ya udah, kita pacaran aja,”jawab Iqbal terang-terangan. (Luluk, 2020:264)

Acha masih tak menyangka bahwa Iqbal menyatakan cinta seperti tadi, sangat sederhana namun terkesan menakjubkan, bahkan mampu membuat Acha hampir hilang kendali. (Luluk, 2020:265)

Cinta Kasih Sesama Manusia pada Novel Mariposa Karya Luluk Hidayatul Fajriyah

Cinta kasih antara sesama manusia merupakan upaya yang dilakukan oleh manusia untuk manusia lainnya dengan memberikan pertolongan atau berupa bantuan karena sejatinya manusia adalah makhluk sosial yang selayaknya saling bergotong royong, dan mengulurkan tangan, misalnya bagi orang lain yang sedang sakit, terdampak bencana alam, dan lain-lain. Bantuan dan pertolongan yang diberikan tentu tergantung pada situasi dan kondisi, dapat berupada sejumlah uang, makanan, pakaian, bahkan tenaga. Hal tersebut dilakukan semata-mata bentuk kemanusiaan untuk menciptakan perdamaian, kebersamaan, dan saling menghargai sesama manusia. 

Sidibyo (2013:46) mengungkapkan bahwa cinta kasih sesama manusia dilandasi oleh rasa belas kasihan. Belas kasihan ini timbul karena adanya penderitaan yang luas. Misalnya penderitaan karena bencana alam, bencana perang, karena sakit, karena sudah tua, karena yatim piatu, dan lain-lain. Berikut ini merupakan bentuk cinta kasih antara sesama manusia dalam novel Mariposa karya Luluk Hidayatul Fajriyah.

Menolong Sesama Manusia

Cinta kasih sesama manusia pada novel Mariposa karya Luluk Hidayatul Fajriyah dapat digambarkan pada pertolongan dari Iqbal dan Ify untuk anak kecil yang ia temukan dirumah sakit karena ayahnya yang merintih kesakitan selama dua jam belum ada penanganan. Anak kecil tersebut kepada Iqbal untuk menolong ayahnya. Iqbal segera mengiyakan dan meyakinkan bahwa anaknya akan baik-baik saja. Iqbal meminta Ify agar diokter Andi memeriksa ayah dari anak kecil itu. Hal tersebut dapat digambarkan pada dialog berikut ini.

“Anak kecil itu, Ayahnya dari dua jam lalu belum ditangani dokter. Dia nangis minta tolong ke gue,”jelas Iqbal. “Lo bisa minta tolong dokter Andi periksa ayah anak itu?”

Ify menganggukan kepalanya dengan cepat, menyetujui permintaan Iqbal. “oke. Gue akan bilang ke dokter Andi habis ini.” (Luluk, 2020:421)

Cinta Kasih Manusia dan Tuhan pada Novel Mariposa Karya Luluk Hidayatul Fajriyah

Sudibyo (2013:48) mengatakan bahwa cinta kasih kepada tuhan itu tersempul kepasrahan dan keikhlasan berserah diri bahwa pengabdian, pemujaan, sembahyang semata-mata karena tuhannya, karena tuhan maha pencipta dan maha kuasa atas segalanya.

Cinta kasih manusia dan tuhan artinya bentuk iman manusia kepada tuhan dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Berserah diri dengan segala keikhlasan. Melakukan ibadah, berdoa meminta pertolongan dan kemudahan atas sesuatu yang dikerjakan, serta bersyukur dengan segala sesuatu yang telah diberikan-Nya. Hal tersebut dilakukan atas dasar karena Tuhan-Nya. Berikut ini merupakan bentuk cinta kasih antara manusia dan tuhan dalam novel Mariposa karya Luluk Hidayatul Fajriyah.

Berdoa Kepada Allah

Cinta kasih manusia dan tuhan pada novel Mariposa karya Luluk Hidayatul Fajriyah dapat digambarkan pada doa yang dilakukan oleh Acha, Iqbal, dan Dino. Mereka belum mengetahui soal yang akan dikerjakan berbentuk esai atau pilihan ganda, dan sudah bersiap duduk di bangku dengan memegang bolpoin masing-masing. Mereka berdoa sebelum mengerjakan soal Olimpiade. Hal tersebut dapat digambarkan pada kutipan berikut ini.

“Ayo berdoa lagi sama-sama,”ajak Dino.

Iqbal dan Acha mengangguk mengikuti aba-aba Dino. Mereka berdoa menurut kepercayaan masing-masing.(Luluk, 2020:150)

Cinta kasih manusia dan tuhana digambarkan pada Kirana yang terus berdoa sepanjang perjalanan agar tidak terjadi apa-apa pada Acha setelah Acha mengalami mimisan akibat terlalu memaksakan diri untuk terus belajar. Hal tersebut dapat digambarkan pada kutipan berikut ini.

Sepanjang perjalanan, Acha terus merintih dan Kirana terus berdoa agar putrina tidak apa-apa. Kirana juga sedikit mengomeli putrinya karena terlalu memaksakan diri untuk terus belajar, (Luluk, 2020:408)

Cinta kasih manusia dan tuhan digambarkan pada seorang pria paruh baya dirumah sakit yang tidak berhenti berdoa saat merintih kesakitan sejak dua jam belum ditangani dokter. Pria paruh baya itu seoranag ayah dari anak kecil yang meminta tolong kepada Iqbal. Hal tersebut dapat digambarkan pada kutipan berikut ini.

Iqbal mematung di tempat, anak kecil itu tidak berbohong, Iqbal melihat jelas seorang pria paruh baya, mungkin seumuran dengan papanya, sedang menangani dadanya dengan mulut tak henti membaca doa. (Luluk, 2020:419)

Cinta kasih manusia dan tuhan digambarkan pada guru-guru yang memberikan doa kepada siswa dan siswi SMA Arwana yang akan segela melaksanakan Ujian Nasional hari pertama. Doa yang dipanjatkan agar Ujian berjalan dengn lancar dan diberikan kemudahan. Hal tersebut dapat digambarkan pada kutipan berikut ini.

Akhirnya Ujian Nasional pun tiba. Suasana SMA Arwana trlihat tenang. Semua siswa SMA Arwana dibuat gugup pada hari pertama ujian mereka. Namun, guru-guru terus memberikan dukungan dan doa agar anak-anak didinya tetap semangat dan bisa mengerjakan ujian merekan dengan lancar dan mudah. (Luluk, 2020:440)

Cinta kasih manusia dan tuhan digambarkan pada suasana isi rumah Iqbal. Mr. Bov, Ando dan Ify berdoa mengharapkan hasil yang sesuai dengan yang diinginkan mereka ketika pengumuman SNMPTN yang Iqbal ikuti, mereka berharap agar Iqbal dapat diterima dikedokteran. Hal tersebut dapat digambarkan pada kutipan berikut ini.

Mr. Bov, Ando dan Ify bersamaan membuka sedikit kedua tangan mereka untuk berdoa bahwa hasil yang didapatkan Iqbal akan memuaskan dan sesuai dengan keinginan mereka. Mereka semua berdia adgar Iqbal bisa diterima di kedokteran. (Luluk, 2020:445)

Bersyukur kepada Allah

Cinta kasih manusia dan Tuhan dapat digambarkan pada rasa syukur yang diucapkan okeh Iqbal karena perwakilan SMA Arwana masuk sepuluh besar lomba Olimpiade Sains Nasional tingkat SMA. Hal tersebut dapat digambarkan pada dialog Iqbal dan pak bambang berikut ini.

“Gimana hasilnya?”tanya Pak Bambang tak sabar. “Masuk sepuluh besar, kan?”

“Alhamdulillah iya, Pak,” jawab Iqbal tenang. (Luluk, 2020:163)

Cinta kasih manusia dan tuhan digambarkan pada rasa syukur yang diucapkan oleh Acha. Acha dan keluarga Iqbal segera mulain makan malamnya, Mr. Bov bertanya kepada Acha atas tingkat pertama pararel disekolah dan juga Olimpiade Kimia Nasional yang telah dirainya. Acha menjawab pertanyaan Mr. Bov dengan rasa syukurnya. Hal tersebut dapat digambarkan pada dialog antara Acha dan Mr. Bov berikut ini.

“Kata Iqbal, semester ini Acha dapat peringkat pertama Pararel, ya, di sekolah” tanya Mr. Bov.

Acha mengangguk malu. “Alhamdulillah, Om.”(Luluk, 2020:341)

Mr. Bov teringat akan satu hal lagi. “Kata Iqbal juga, Acha juara Olimpiade Kimia Nasional, ya, tahun lalu?”

Acha mengangguk malu lagi, “Alhamdulillah, iya Om,” jawab Acha seadanya. Bingung juga harus merespon bagaimana. (Luluk, 2020:342)

Cinta kasih manusia dan tuhan digambarkan pada Mr. Bov yang mengucapkan syukur karena dokter telah menanganinya dan keadaannya segera membaik setelah sakit jantung Mr. Bov kambuh, namun untuk beberapa hari, Mr. Bov harus diopname dirumah sakit. Iqbal memasikan keadaan Mr. Bov dengan bertanya langsung kepada papahnya itu. Hal tersebut dapat digambarkan pada dialog antara Iqbal dan Mr. Bov berikut ini.

“Papa udah nggak apa-apa?”tanya Iqbal tanpa menjawab pertanyaan Ify.

“Alhamdulillah, papa nggak apa-apa. Tapi, papa harus diopname beberapa hari disini.” (Luluk, 2020:420)

Ibadah Kepada Allah

Cinta kasih manusia dan tuhan digambarkan pada suatu ibadah kurban yang dilakukan SMA Arwana yaitu menyembelih tujuh ekor sapi dan lima belas ekor kambing pada Hari Raya Idul Adha. Berkurban merupakan budaya yang dilestarikan oleh umat beragama Islam sebagai bentuk ibadah dan keikhlasa kepada Allah SWT. Acha dengan keadaan yang lemas sedang duduk di pinggir lapangan, tidak tega dengan sapi-sapi yang akan disembelih. Hal tersebut dapat digambarkan pada kutipan berikut ini.

Acha terduduk lemas di pinggir lapangan, ia memandangi sapi-sapi yang diikat untuk disembelih. Ya, besok adalah Hari Raya Idul Adha. SMA Arwana akan menyembelih tujuh ekor sapi dan lima belas ekor kambing yang nantinya akan dibagikan kepada warga sekitar. (Luluk, 2020:267)

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dideskripsikan, dapat disumpulkan bahwa terdapat empat aspek nilai cinta kasih, yaitu (1) nilai cinta kasih antara orang tua dan anak, (2) nilai cinta kasih antara wanita dan pria, (3) nilai cinta kasih antara sesama manusia, (4) nilai cinta kasih antara manusia dan tuhan. 

Nilai cinta kasih orang tua dan anak terdiri dari seorang ibu merawat anak, kasih sayang orang tua kepada anak, dukungan orang tua kepada anak. Nilai cinta kasih antara pria dan wanita terdiri dari kasih sayang pria kepada wanita, keterbukaan dan kejujuran. Nilai cinta kasih antara sesama manusia terdiri dari menolong sesama manusia. Nilai cinta kasih antara manusia dan tuhan terdiri dari berdoa kepada Allah dan ibadah kepada Allah.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharimi. 2013. Produser Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Fajriyah, Luluk Hidayatul Fajriyah. 2020. Mariposa. Depok: Coconut Books.

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Novel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Makna Dalam Lagu Usik karya Feby Putri

STRATEGI BUDAYA PENCAGARAN BAHASA DAERAH NUSANTARA

ANALISIS NILAI MORAL DALAM NOVEL BUMI CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZ