ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA SARKASME NETIZEN DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM

ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA SARKASME NETIZEN DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM


Fahrudin

Universitas Galuh

fahrudin02@unigal.ac.id


Abstrak

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna penggunaan bahasa sarkasme netizen agar netizen lebih baik dalam penggunaan berbahasa di media sosial instagram. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik simak dan catat. Hasil penelitian ini adalah penggunaan gaya bahasa sarkasme oleh netizen di media sosial instagram ditemukan berbagai macam bentuk sarkasme. Diantaranya, bentuk penyampaian sarkasme, dan bentuk penyampaian larangan. Adapun jenis dari perubahan makna-makna tersebut yang menyimpang kebiasaan netizen diantaranya 1) pengkasaran makna, 2) pelaranagn makna, 3) perluasan makna.

Kata kunci: Media Sosial Instagram, Gaya Bahasa Sarkasme.

Abstract

The research aims to describe the form and meaning of the use of sarcasm language by netizens so that netizens are better at using language on Instagram social media. This research is a type of qualitative descriptive research. Data collected using observing and note technique. The results of this study are the use of sarcasm by netizens on social media Instagram found various forms of sarcasm. Among them, the form of delivery of sarcasm, and the form of delivery of prohibitions. The types of changes in these meanings that deviate from the habits of netizens include 1) coarsening of meaning, 2) prohibition of meaning, 3) expansion of meaning.

Keywords: Social Media Instagram, Sarcasm Style.


PEMBAHASAN

Bahasa adalah suatu bentuk komunikasi baik secara lisan maupun tertulis yang didasarkan pada sebuah sistem simbol-simbol. Bahasa terdiri dari kata-kata yang digunakan oleh suatu komunitas dan aturan untuk memvariasikan dan menggabungkannya.

Manusia memerlukan bahasa agar bisa berkomunikasi dengan orang lain. Bahasa juga dipahami sebagai sarana komunikasi utama yang digunakan oleh manusia sebagai alat untuk menyampaikan isi pikiran serta alat untuk berinteraksi.

Oleh karena itu, bahasa memiliki peran penting dalam kehidupan manusia dan bahasa tidak hanya dipergunakan dalam kehidupan manusia sehari-hari tetapi juga dipergunakan untuk menjalankan segala aktivitas hidup manusia di lingkungan formal maupun nonformal. 

Menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1), memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.

Sarkasme adalah salah satu jenis majas yang menggunakan kata-kata pedas dan kasar untuk menyindir orang lain dan dapat berupa cemoohan atau ejekan. Pengertian dari media sosial adalah sebuah media yang digunakan satu sama lain oleh penggunanya dalam berkomunikasi dan bersosialisasi. Kehadiran media sosial dalam kehidupan masyarakat membawa dampak tersendiri, yakni memudahkan manusia untuk saling berkomunikasi jarak jauh secara cepat dan praktis, sebagai wadah dalam bersosialisasi dan berinteraksi oleh satu sama lain. Salah satu media sosial yang memudahkan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi adalah media sosial instagram. 

Instagram merupakan media sosial yang sering digunakan oleh kalangan anak muda saat ini. Selain dapat memposting status dan menyalurkan berbagai hal yang dapat dilihat oleh orang banyak, instagram juga dapat digunakan untuk berkomunikasi kepada siapa saja. 

Di dalam instagram terdapat beraneka ragam bahasa dengan kalimat yang mengandung unsur interfensi dan integrasi. Kehadiran media sosial ini juga merupakan hal yang telah membawa perubahan dalam proses komunikasi manusia. Proses komunikasi yang selama ini dilakukan melalui tatap muka atau secara langsung, tetapi kini banyak orang lebih asik dengan komunikasi secara virtual daripada secara langsung. Penggunaan media sosial memiliki batas pemakaian yang tentunya harus sesuai dengan peraturan dan etika yang berlaku dalam bermedia sosial.

Seseorang bisa menggunakan media sosial sebagai tempat untuk berbagi perasaan, entah itu perasaan senang,sedih, kesal maupun perasaan bahagia. 

Seiring dengan berjalannya waktu, ungkapan seseorang dalam bermedia sosial banyak menggunakan bahasa yang sarkas dan kasar. Tidak hanya untuk meluapkan emosi saja, melainkan telah banyak orang yang menjadikan bahasa sarkas sebagai kebiasaan ketika menggunakan media sosial. Kesantunan bahasa dalam penggunaan media sosial juga telah jarang digunakan pada sebagian penggunanya. 

Maraknya penggunaan bahasa sarkasme oleh pengguna media sosial khusunya dalam instagram dikarenakan adanya beberapa faktor yakni bahasa sarkasme sebagai ungkapan kekesalan atau kemarahan yang kemudian dilampiaskan oleh seseorang melalui sebuah postingan atau dalam kolom komentar pada akun orang lain yang mengandung bahasa yang sarkas serta dapat menyakiti hati seorang pembaca maupun pemilik akun tersebut.

METODE PENELITIAN

Metode penelitian dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk bisa mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono 2017:3).

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pada penelitian kualitatif ini dikenal dengan istilah subjek penelitian. Subjek penelitian, informan maupun partisipan dalam metode penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri yang menjadi instrument utama dalam penelitian kualitatif (Afifudin, 2009:130).

Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, karena data penelitian berupa bentuk-bentuk verbal bahasa, yaitu berupa kata-kata pada komentar netizen di media sosial Instagram.

Pendekatan deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran yang teratur, satu atau lebih variabel terikat dalam suatu kelompok tertentu, sehingga bisa dapat menemukan maksud penutur, baik secara tersurat maupun tersirat di balik tuturannya. Tujuan yang hendak dicapai dengan menggunakan pendekatan deskriptif adalah mendeskripsikan jenis bahasa sarkasme dalam media sosial instagram.

Data penelitian kualitatif berbentuk teks, foto, cerita, gambar, dan bukan berupa angka atau hitung-hitungan (Raco, 2008: 108). Dalam penelitian ini adanya data penggalan komentar netizen yang terdapat pada media sosial instagram. Bahasa yang digunakan hanya bahasa yang diduga mengandung bahasa sarkasme dan alasan memakainya.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil dari penelitian ini ada data yang telah dikumpulkan, dapat kita ketahui bahwasanya bahasa yang digunakan netizen di media sosial Instagram dalam menuliskan komentar sangat amat bervariasi diantaranya, bahasa gaul yang diplesetkan serta bahasa Indonesia yang mengandung unsur sarkasme. Setelah peneliti menganalisis data yang telah dikumpulkan, maka ditemukan data yang berasal dari komentar netizen yang memenuhi kriteria penggunaan gaya bahasa sarkasme. Data tersebut masuk kategori dari fungsi penggunaan gaya bahasa sarkasme yang dibagi menjadi beberapa bentuk penyampaian. Adapun wujud dari ragam bahasa yang telah dituliskan oleh netizen melalui komentar memiliki berbagai macam bahasa yang mengandung kata-kata kasar. 

Hal tersebut didasari dari penggunaan bahasa yang digunakan netizen untuk berkomentar cenderung mengungkapkan kata-kata kasar berupa pendapat. Hal tersebut dibuktikan dari komentar netizen pada akun Instagram @rrq_ferxiicc “ferxic gak guna, beban tim” komentar tersebut dikatakan kasar karena adanya penggunaan kalimat-kalimat yang bermakna negatif dan menjadi down.

Komentar serupa juga dialami oleh @rrq_vyn, netizen mengomentarinya “VYNout harga mati, tau kan stress sedihnya rrq fams gara gara lu kocak” hal ini ditandai dengan adanya penyampaian pendapat yang bersumber dari hasil pemikiran sendiri tanpa ada pembuktian secara langsung. Kalimat “VYNout” merupakan bentuk penyampaian pendapat netizen yang berarti menyuruh seorang vyn keluar dari tim rrq. Pada komentar tersebut merupakan bentuk sarkasme sifat, karena adanya penyampaian sifat buruk seseorang.

Hal ini ditandai dengan kalimat “tau kan stress sedihnya rrq fams gara gara lu kocak” adalah kalimat negatif yang cukup kasar maknanya. 

Kebanyakan pertanyaan yang ditulis oleh netizen di kolom komentar tidak benar- benar menginginkan jawaban dari pertanyaan tersebut, namun ada tujuan-tujuan tertentu yang dimaksudkan netizen dari pertanyaannya, ada yang hanya bertanya dengan tujuan menyindir dan ada yang bertanya dengan tujuan untuk menghinanya. 

Selanjutnya yang terakhir terdapat pada  penelitian penulis adalah bentuk penyampaian larangan, bentuk penyampaian larangan ini ada salah satu komentar netizen yang terdapat pada akun netizen @youknowibun “mending lu keluar aja dari rrq daripada jadi beban tim, bikin malu aja” penggunaan bahasa yang terdapat pada komentar netizen tersebut merupakan penggunaan bahasa sarkasme, bentuk penyampaiannya bersifat larangan. 

Bentuk penyampaian larangan ini dalam artian adanya penggunaan kata, frasa atau kalimat untuk menyampaikan larangannya kepada seseorang, seperti kata “mending lu keluar aja dari rrq” merupakan kalimat larangan netizen untuk seorang vyn tidak usah bermain lagi di tim rrq.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil dan pembahasa pada akun instagram tersebu maka dapat disimpulkan bahwa analisis penggunaan gaya bahasa sarkasme netizen di media sosial instagram ditemukan banyak sekali komentar yang mengandung bahasa sarkasme dengan berbagai macam bentuk. Dari akun @rrq_ferxiicc data yang telah ditemukan dan dianalisis oleh peneliti terdapat 2 bentuk bahasa sarkasme. Ada beberapa bentuk penyampaian pendapat, diantaranya, 2 bentuk pertanyaan sarkasme, 1 bentuk pertanyaan larangan. Hal ini dapat disimpulkan bahwasannya penggunaan bahasa yang digunakan oleh netizen merupakan penggunaan bahasa yang kurang baik dan sopan sehingga pemilik akun tersebut menjadi down untuk memainkan pertandingan itu dan menimbulkan hasil yang kurang baik. Bahwasannya netizen harus menggunakan kata dukungan, pendapat, dan masukan, agar bisa mendapatkan hasil yang sangat puas.


DAFTAR PUSTAKA 

https://m.brilio.net/wow/pengertian-bahasa-adalah-pahami-manfaat-fungsi-dan-perannya-220910s.html

https://www.academia.edu/8942368/Pengertian_Bahasa?auto=download

https://www.kompasiana.com/dianaherli/62aed1c3bb44866a8d0f9403/penggunaan-bahasa-sarkasme-pada-media-sosial-instagram


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Makna Dalam Lagu Usik karya Feby Putri

STRATEGI BUDAYA PENCAGARAN BAHASA DAERAH NUSANTARA

ANALISIS NILAI MORAL DALAM NOVEL BUMI CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZ