ANALISIS NILAI - NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL HUJAN KARYA TERE LIYE
ANALISIS NILAI - NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL HUJAN KARYA TERE LIYE
NANDA NOPIRA
Universitas Galuh
nandanopira1@gmail.com
Abstrak
Tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan fakta cerita dan tema yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan karakter pada novel Hujan karya Tere Liye (2) mengetahui nilai – nilai pendidikan karakter dalam novel Hujan karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif pendekatan sosiologi sastra. Cara kerja pendekatan sosiologi sastra dalam penelitian ini adalah menemukan dan menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel hujan berdasarkan analisis fakta cerita yaitu alur, tokoh, latar dan tema yang terdapat dalam novel dengan kaitannya sebagai cerminan dari nilai-nilai pendidikan karakter. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan (1) Lail seorang anak yatim piatu yang memiliki budi pekerti yang baik. Keikhlasan dalam menerima kenangan menyakitkan membuat dirinya mampu menjalani takdir hidup dengan kuat. (2) Nilai peduli sosial, bertanggung jawab, kerja keras, gemar membaca, disiplin, bersahabat/ komunikatif, jujur, mandiri, kreatif, cinta tanah air, peduli lingkungan dan menghargai prestasi merupakan temuan nilai-nilai pendidikan karakter pada novel ini. Pengarang berusaha menghadirkan gambaran tokoh-tokoh yang berkarakter di era digital pada tahun 2040. Hal tersebut relevan dengan situasi pada saat ini. Novel ini memperlihatkan bagaimana teknologi yang tinggi dapat berdampingan dengan manusia yang berkarakter.
Keyword: nilai pendidikan karakter, novel hujan, sosiologi sastra
Abstract
The purpose of this study (1) to describe the facts of the story and themes related to the values of character education in the novel Hujan by Tere Liye (2) to find the values of character education in the novel Hujan by Tere Liye. This study uses a descriptive qualitative approach to the sociology of literature. The way the sociology of literature approach works in this research is to find and analyze the values of character education contained in the rainy novel based on an analysis of the facts of the story, namely the plot, characters, settings and themes contained in the novel with their relation as a reflection of the values of character education. Data collection techniques using literature study. The results showed (1) Lail was an orphan who had good character. Sincerity in accepting painful memories makes him able to live his destiny strongly. (2) Values of social care, responsibility, hard work, love of reading, discipline, friendly/communicative, honest, independent, creative, love the homeland, care for the environment and respect achievement is a finding of character education values in this novel. The author tries to present a picture of characters with character in the digital era in 2040. This is relevant to the current situation. This novel shows how high technology can coexist with human characters.
Keyword: value character education, novel hujan, sociology
PENDAHULUAN
Novel merupakan karya sastra prosa fiksi yang bukan hanya bermanfaat sebagai media hiburan, melainkan juga sebagai media edukasi. Peristiwa di dalam novel diceritakan dengan lengkap dan dipandang aktual serta sangat dekat dengan permasalahan yang terjadi dikehidupan masyarakat, sehingga menjadi salah satu alasan ketertarikan mengapa banyak orang ingin membaca novel. Salah satu pengarang yang mampu menyajikan novel edukasi dan menarik penelitian pembaca adalah Tere Liye. Tere Liye merupakan salah satu novelis Indonesia yang berhasil dalam dunia literasi Indonesia. Beberapa karyanya telah diadaptasi menjadi film dan selalu menjadi best seller. Karya yang ia hasilkan sangat inspiratif dan selalu mengungkap permasalahan kehidupan yang mengandung nila - nilai positif, sehingga dapat bermanfaat bagi pembaca. Novel Hujan merupakan novel yang dicetak pertama kali pada tahun 2016. Novel ini menceritakan tentang perjuangan seorang anak perempuan berumur tiga belas tahun bernama Lail yang menjadi yatim piatu akibat bencana besar yang dialaminya. Pada saat itu Lail bertemu dengan seseorang yang menyelamatkannya bernama Esok dan kembali menjalani hidupnya menjadi gadis yang pantang menyerah, pintar, ikhlas dan memiliki sikap sosial yang tinggi. Cerita dalam novel ini terjadi setelah era millenium baru, yaitu berkisar pada tahun 2040 hingga 2050 yang secara tidak langsung memberikan gambaran kepada pembaca tentang keadaan yang terjadi di masa depan. Pemilihan novel Hujan karya Tere Liye sebagai bahan penelitian karena beberapa alasan : Pertama, novel ini mengangkat cerita yang sangat menarik dan banyak menampilkan persoalan hidup yang terjadi di sekitar kita, serta mengandung nilai - nilai pendidikan karakter yang sangat bermanfaat bagi pembaca. Kedua, novel ini mengungkap bagaimana seharusnya kita sebagai manusia untuk menyikapi masalah, tidak menyerah, berusaha ikhlas, serta sabar. Ketiga, novel ini merupakan karya terlaris Tere Liye diterbitkan Gramedia Pustaka Utama serta menjadi salah satu novel yang memiliki pencapaian rating tertinggi (6,657) versi pembaca pada laman goodreads yang pertama kali dipublikasikan pada tahun 2016. Nilai - nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel sangat penting diteliti karena dapat menjadi sarana dalam menyampaikan nilai - nilai pendidikan karakter bagi masyarakat terutama bagi pembaca karya sastra, selain itu alasan lain disebabkan karena nilai - nilai pendidikan karakter merupakan gagasan bagi masyarakat Indonesia tentang bagaimana berprilaku dalam kehidupan sehari - hari serta salah satu dari tujuan pendidikan nasional. Dalam UUD Sisdiknas tahun 2003 dinyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional antara lain mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia (Zuchdi, 2011:29). Sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, perlu terus upaya intuk terciptanya warga dan bangsa Indonesia yang berkarakter dan berbudaya. Oleh karena itu, setiap individu harus memhami dan memiliki pengetahuan luas tentang pendidikan karakter agar dapat menjadi individu yang berkarakter yang sesuai dengan kepribadian, nilai - nilai dan kondisi dimana mereka berada. Menurut Lickona (2015:49) pendidikan karakter ialah upaya sadar, terencana, dan sistematis dalam membimbing peserta didik agar memahami kebaikan , baik terhadap Tuhan yang Maha Esa, diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar sehingga menjadi manusia yang sempurna sesuai kodratnya. Beberapa penelitian relevan terdahulu yang pernah dilakukan sebelumnya pada novel Hujan karya Tere Liye yaitu, (1) penelitian yang dilakukan Dianti A. Kasim (2019) yang berjudul “ Karakterisasi Tokoh dalam Novel Hujan Karya Tere Liye”. Berdasarkan penelitian ditemukan karakterisasi tokoh metode langsung(telling) dan karakterisasi tokoh dengan metode tidak langsung. (2) penelitian yang dilakukan Aris Wahyu Widodo (2020) dalam skripsinya yang berjudul “Motivasi Kehidupan tokoh Utama dalam Novel Hujan Karya Tere Liye”.Skripsi tersebut mengkaji tentang pemenuhan kebutuhan dengan teori Abraham Maaslow.(3)penelitian yang dilakukan Leli Harliyanti (2017) “Analisis Nilai Pendidikan Karakter Dalam Novel Hujan Karya Tere Liye Serta Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA”. Skripsi tersebut mengkaji tentang nilai-nilai pendidikan karakter dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Hasil penelitiannya menemukan 60 kutipan dari nilai menghargai prestasi, nilai jujur, nilai dispilin dan nilai peduli sosial, (4) penelitian yang dilakukan Eka Kurniawan (2017) “ Diksi, Gaya Bahasa, Citraan, Dan Nilai Pendidikan Karakter Dalam Novel Hujan Karya Tere Liye Serta Relevansinya Dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA”. Skripsi tersebut menganalisis mengenai diksi, gaya bahasa, nilai pendidian karakter serta relevansinya dengan pembalajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan pendekatan stilistika. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan fakta cerita dan tema yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan karakter pada novel Hujan karya Tere Liye dan mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Hujan karya Tere Liye. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti mengambil penelitian yang berjudul“ Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Novel Hujan Karya Tere Liye”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti akan medeskripsikan fakta cerita dan tema yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan karakter dan menemukan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Hujan karya Tere Liye yang berbentuk kata-kata tertulis maupun perilaku yang dituliskan oleh pengarang pada setiap tokoh. Nilai - nilai pendidikan karakter dalam novel Hujan karya Tere Liye akan dianalisis menggunakan pendekatan sosiologi sastra yang berfokus pada teks karya sastra. Dengan pendekatan ini, nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Hujan karya Tere Liye akan dianalisis berdasarkan fakta cerita yaitu alur, tokoh, latar dan tema yang terdapat dalam novel. Sehingga penulis bisa menemukan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel ini. Data yang ada dalam novel. Hujan karya Tere Liye berupa kata-kata, kalimat atau paragraf yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang ada dalam novel tersebut. Sumber data dalam penelitian ini adalah Hujan karya Tere Liye terbitan Gramedia Pustaka Jakarta 2018 cetakan kedua puluh delapan mei 2018. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi pustaka. Studi pustaka dilakukan untuk mendapatkan bahan-bahan dan informasi yang berhubungan dengan penelitian seperti buku-buku, artikel dan dokumen - dokumen lain yang berhubungan dengan penelitian. Data yang dihasilkan dalam penelitian ini diperoleh dengan mendeskripsikan objek penelitian berupa nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Hujan karya Tere Liye. Analisis data dalam penelitian ini sebagai berikut; (i) membaca dan memahami novel Hujan karya Tere Liye, (ii) membuat sinopsis novel Hujan karya Tere Liye, (iii) mendeskripsikan fakta cerita dan tema yang berkaitan dengan nilainilai pendidikan karakter dalam novel Hujan karya Tere Liye, (iv) mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Hujan karya Tere Liye, (vi) menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang teridentifikasi di dalam novel Hujan karya Tere Liye, (vii) membuat kesimpulan berdasarkan hasil analisis.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam penelitian ini peneliti mendeskripsikan terlebih dahulu fakta cerita dan tema yang berkaitan dengan nilai - nilai pendidikan karakter untuk menemukan nilai - nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Hujan karya Tere Liye. Menurut Sayuti, (2000: 29) fakta cerita merupakan hal – hal yang akan di ceritakan di dalam sebuah karya fiksi yang meliputi: alur (plot), tokoh, latar, dan tema. Rangkaian kejadian atau peristiwa yang terdapat dalam novel ini saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Kemudian akan memunculkan nilai-nilai pendidikan karakter.
Alur(plot)
Alur merupakan rangkaian kejadian atau peristiwa. Di dalam novel Hujan karya Tere Liye terdapat nilai pendidikan karakter yang berkaitan dengan masyarakatnya. Pada novel ini terbagai menjadi tahapan alur seperti berikut; tahap situation, tahap generating circumstancses, tahap situation, tahap rising action atau peningkatan konflik, tahap klimaks, dan tahap denounment atau penyelesaian. Tahap situation atau tahap penyesuaian digambarkan situasi lingkungan dalam novel manusia berkembang sangat banyak mencapai sepuluh miliar dan terjadi kemajuan teknologi serta terdapat paramedis bernama Elijah bersama pasien dan ditempat yang berbeda ada seorang anak bernama Lail dan ibunya yang akan pergi ke sekolah sedang mengantre di peron kereta. Tahap generatingcircumstances atau peristiwa mulai menceritakan bencana alam yang membuat Lail kehilangan kedua orang tuanya dan kemudian ia bertemu dengan seorang anak laki - laki yang menyelamatkannya bernama Esok. Setelah pertemuannya dengan Esok, Lail mulai menerima apa yang telah terjadi padanya dan merasa bersyukur bahwa ia masih selamat dari bencana tersebut. Di tempat pengungsian ia mulai membiasakan diri untuk mandiri dan menawarkan diri untuk memberikan bantuan seperti yang dilakukan Esok Tahap rising action atau keadaan yang mulai memuncak diceritakan perpisahan Lail dengan Esok. Lail pindah ke panti asuhan sedangkan Esok diangkat menjadi anak asuh Wali Kota dan akan di sekolahkan hingga pendidikan yag lebih tinggi, serta Ibu Esok yang akan mendapatkan pengobatan. Lail pun menjalani hidupnya yang baru di panti asuhan dan bertemu dengan Maryam teman sekamar sekaligus sahabatnya di panti. Di panti Lail menjalani kegiatan sehari - hari sesuai dengan peraturan yang telah dibuat. Lail mendaftar menjadi relawan bersama dengan Maryam. Lail selalu memikirkan Esok, namun ia belum menyadari bahwa ia menyukai Esok. Tahap klimaks atau puncaknya ketika Lail mulai menyadari perasaannya kepada Esok dan disaat yang bersamaan permasalahan besar terjadi, keputusan pemimpin dunia untuk melakukan intervensi lapisan stratosfer telah berdampak pada iklim dan kepunahan manusia. Untuk mengatasi hal tersebut maka pemimpin dunia sepakat untuk membuat kapal antariksa yang melibatkan Esok. Esok memberitahu Lail bahwa selama ini kuliahnya hanya kamuflase dan menjelaskan bahwa proyek kapal antariksa akan membawa manusia yang telah terpilih secara acak pindah dari bumi. Lail tidak termasuk dalam orang yang akan berangkat dengan kapal, namun Esok memiliki dua tiket. Lail mengetahui dari Istri Wali Kota bahwa Esok telah memberikan tiketnya Claudia adik angkatnnya dan berfikir bahwa Esok akan pergi bersamanya. Hal tersebut membuat Lail menjadi salah paham kepada Esok. Tahap denounment atau penyelesaian. Pada bagian ini diceritakan Lail menerima kenyataan pahit bahwa Esok telah memberikan satu tiketnya kepada Claudia dan Esok masih tidak menghubunginya. Lail merasa sakit hati dan akhirnya mengambil keputusan untuk menghapus semua kenangan menyakitkan terutama kenangan bersama dengan Esok. Lail akhirnya pergi ke pusat terapi saraf kota dan bertemu dengan paramedis bernama Elijah. Setelah melalui proses yang cukup lama akhirnya proses penghapusan ingatan Lail selesai. Ingatan Lail telah terhapus, namun ternyata pada saat terakhir proses penghapusan memori, Lail menerima semua kenangan menyakitkan itu berubah menjadi kenaangan yang baik. Pada akhirnya Lail dan Esok menikah dan hidup bersama melewati musim yang panas di bumi, sedangkan Claudia dan Ibu Esok naik ke kapal.
Tokoh
Tokoh yang dianalisis dalam novel Hujan karya Tere Liye yaitu tokoh utama dan beberapa tokoh pembantu. Penokohan dalam novel Hujan karya Tere Liye dikaji berdasarkan sifat dan perannya yang memiliki nilai - nilai pendidikan karakter. Tokoh dalam novel Hujan karya Tere Liye, yaitu Lail, Esok, Ayah dan Ibu Esok, Maryam, Wali Kota, Istri Wali Kota, Claudia, Ibu suri. Lail merupakan tokoh utama dan Esok tokoh utama pendamping dalam novel Hujan karya Tere Liye. Lail digambarkan sebagai anak yang memiliki jiwa sosial yang tinggi, pintar, bertanggung jawab, bekerja keras, jujur dan juga disiplin. Tokoh Esok dalam novel Hujan karya Tere Liye digambarkan dalam novel Hujan karya Tere Liye sebagai anak yang mandiri, memiliki karakter peduli sosial, kreatif, disiplin, dan bertanggung jawab. Ibu Lail digambarkan sebagai wanita karir. Ayah Lail digambarkan sebagai seorang pekerja. Ibu Esok digambarkan sebagai orang tua yang mandiri. Tokoh Maryam digambarkan sebagai anak yang pintar memiliki karakter gemar membaca, peduli sosial, bekerja keras, disiplin, jujur, bertanggung jawab dan komunikatif/bersahabat. Wali kota dalam novel Hujan karya Tere Liye digambarkan memiliki karakter bekerja keras dan peduli sosial. Istri Wali Kota dan Claudia digambarkan sebagai tokoh yang memiliki karakter bersahabat/ komunikatif. Tokoh ibu suri digambarkan sebagai tokoh yang memiliki karakter disiplin.
Latar ( setting)
Latar (Setting) dalam penelitian ini, yaitu latar tempat dan latar sosial. Latar tempat dalam novel Hujan karya Tere Liye diantaranya, ruangan 4x4 m², tangga darurat, kolam air mancur central park, stadion, panti sosial, markas Organisasi Relawan, toko kue, sektor 4, sektor 2, sektor, 3, sektor 1, asrama sekolah, kantin sekolah, bus rute 7, bus rute 12. Latar sosial yang terdapat dalam novel Hujan karya Tere Liye berlatar sosial pada tahun 2042-2050 setelah era millenum baru. Diceritakan keadaan masyarakat sangat berkembang pesat dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi, begitu juga dengan teknologi yang serba canggih. Namun setelah terjadi kejadian bencana alam gunung meletus semua menjadi berubah. Keadaan menjadi memburuk, hampir semua sektor terkena dampaknya terutama pada kondisi perubahan iklim. Masyarakat berada dalam kondisi yang memperhatinkan. Seluruh penduduk kota berusaha mencukupi kebutuhan dengan melakukan hal tersisa, tetapi pada akhirnya dengan bantuan teknologi semua itu teratasi dengan cepat. Masyarakat kembali menjalankan aktivirtas dengan sangat mudah dan praktis, mulai dari alat komunikasi, sistem pembayaran dan pekerjaan manusia juga dibantu dengan teknologi.
Tema
Tema utama dalam novel Hujan karya Tere Liye adalah tentang percintaan antara Lail dan Esok, yaitu kenyataan bahwa rasa cinta dapat memberikan dampak besar dalam kehidupan seseorang seperti yang dialami tokoh Lail setelah kehadiran Esok. Dari kisah percintaan mereka, muncul persoalan - persoalan lain di dalam cerita novel seperti ini, perjuangan Lail dalam menjalani hidupnya mulai di panti sosial dan menjadi seorang relawan hingga bersekolah keperawatan dan berhasil lulus menjadi seorang perawat, serta kisah persahabatan antara Lail dan Maryam.
Analisis Nilai - nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Hujan Nilai - nilai pendidikan karakter memiliki peran penting dalam upaya memperbaiki sikap dan moral setiap individu. Nilai pendidikan karakter yang dikembangkan agar setiap individu dapat menyesuaikan sikap sesuai dengan kondisi bangsa kita. Karena realitanya sikap yang dimiliki masyarakat sudah banyak yang menyimpang dari nilai-nilai pendidikan karakter yang berlandaskan pada Pancasila, sebagai dasar dan filosofi hidup bangsa Indonesia. Karya sastra novel sebagai instrument bagi pembaca membantu dalam memaknai nilai - nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalamnya. Dengan membaca karya sastra, memungkinkan berkembangnya wawasan bagi pembaca dan terbentuknya identitas diri. Seperti salah satu karya yang mengandung banyak nilai-nilai pendidikan karakter yaitu novel Hujan karya Tere Liye. Berdasarkan analisis fakta cerita, maka dapat didentifikasikan nilai-nilai pendidikan karakter sebagai berikut;
Peduli Sosial
Peduli sosial dalam novel Hujan karya Tere Liye digambarkan oleh beberapa tokoh melalui percakapan antar tokoh dan juga peristiwa dalam novel. Dijelaskan peduli sosial yang dilakukan marinir dan petugas kesehatan setelah terjadinya bencana yang memberikan pertolongan pertama, memberikan bantuan dan mengevakuasi seluruh korban dan Esok yang menyelamatkan Lail ketika terjadi bencana dan saat terjadinya hujan asam serta Esok yang sangat memperhatikan kebutuhan Lail di tempat pengungsian. Nilai sosial juga tergambar oleh pihak pemerintah yang membangun fasilitas tempat tinggal bagi penduduk dari berbagai kalangan yang terkena dampak bencana alam. Dan pemerintah juga memberikan bantuan biaya pendidian bagi setiap kalangan masyarakat yang memiliki Lisensi Pendidikan level bawah. Adapun nilai peduli sosial yang tergambar pada Lail dan Maryam yang memberikan bantuan kepada panti sosial untuk membantu keperluan di pantai dan bekerja sebagai relawan untuk membantu semua orang yang membutuhkan.
Bertanggung Jawab
Bertanggung jawab dalam novel Hujan karya Tere Liye tergambar pada beberapa tokoh melalui peristiwa. Bertanggung jawab tergambar melalui tokoh petugas yang menjalankan tugas dan kewajiban serta membantu menyelamatkan masyarakat bersama marinir saat setelah bencana. Adapun yang tergambar pada tokoh Lail yang bertanggung jawab atas perbuatan yang dia lakukan, dan menerima hukuman yang diberikan. Lail bersama Maryam melakukan tanggung jawab terhadap kewajibannya sebagai seorang siswa dan berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan predikat baik, begitupun dengan Esok yang bertanggung jawab menyelesaikan pendidikannya serta pekerjaanya.
Kerja Keras
Kerja keras dalam novel Hujan karya Tere Liye digambarkan oleh beberapa tokoh melalui pendeskripsian tokoh dan peristiwa. Nilai kerja keras giat berusaha digambarkan oleh petugas yang berusaha untuk memperoleh air untuk masyarakat dipengungsian. Hal tersebut sesuai dengan karakteristik nilai kerja keras pendidikan karakter, yaitu melakukan upaya dengan menghabiskan waktu untuk memperoleh kebaikan bagi manusia dan lingkungannya. Kerja keras juga digambarkan oleh tokoh Maryam yang bekerja keras membersihkan seluruh toilet panti untuk memperoleh izin dari ibu suri. Kerja keras tersebut merupakan kerja keras yang dilakukan untuk mencapai hal yang diinginkan. Sikap kerja keras lain yang terdapat dalam novel Hujan karya Tere Liye adalah kerja keras yang dilakukan Lail dan Maryam yang berusaha maksimal dalam mengerjakan ujian untuk mendapatkan hasil yang baik dengan belajar setiap waktu serta kerja keras saat menjadi seorang relawan.
Gemar Membaca
Gemar membaca dalam novel Hujan karya Tere Liye digambarkan oleh tokoh Maryam dan Lail melalui peristiwa. Dijelaskan dalam cerita Maryam memiliki kegemaran dalam membaca buku. Maryam selalu membaca buku di luar aktivitasnya. Adapun Lail yang juga memiliki kegemaran menghabiskan waktu dengan membaca buku. Sikap yang tergambar pada tokoh Maryam dan Lail menekankan aspek literasi untuk kecakapan hidup setiap dengan meningkatkan minat membaca pada waktu luang, dan hal itu membuat mereka memperoleh wawasan yang luas serta memperoleh pengetahuan yang baru.
Displin
Disiplin yang terdapat dalam novel Hujan karya Tere Liye terlihat pada beberapa tokoh yang disampaikan melalui penggambaran tokoh dan peristiwa. Disiplin digambarkan oleh tokoh Lail dan Ibu Lail yang menerapkan disiplin sosial yaitu mematuhi ketentuan dan aturan yang berlaku di masyarakat. Salah staunya ialah disiplin mengantre. Adapun disiplin waktu yang tergambar pada keadaan di panti yang mengaharuskan seluruh penghuni panti untuk membiasakan diri menaati tata tertib yang telah dibuat. Disiplin diri sendiri yang dilakukan seperti melaksanakan tugas. Selain itu sikap disiplin terhadap diri sendiri dan waktu juga di gambarkan pada tokoh Esok yang selalu mengerjakan proyek sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan.
Bersahabat/ Komunikatif
Bersahabat/komunikatif yang terdapat dalam novel Hujan karya Tere Liye digambarkan oleh beberapa tokoh melalui percakapan antar dialog dan peristiwa. Dalam novel Esok memiliki karakter yang senang berkomunikasi, seperti saat di pengungsian Esok berkomunikasi dengan para petugas yang membuat dia dikenal dan mengenal banyak petugas di tempat pengungsian. Nilai bersahabat/komunikatif juga tergambar pada tokoh Maryam. Maryam yang suka bergurau membuat seseorang senang berbicara dengannya. Nilai bersahabat atau komunikatif tergambar pada istri Wali kota dan Claudia yang ramah. Nilai bersahabat atau komunikatif yang tergambar pada tokoh dalam novel Hujan karya Tere Liye sesuai dengan tujuan pendidikan karakter yaitu membangun hubungan yang baik antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Seseorang individu yang memiliki sikap bersahabat/komunikatif akan membuat dirinya mudah berinteraksi dalam kehidupan bermasyrakat baik dengan sesama teman di sekolah, keluarga atau dalam ruang lingkup masyarakat yang lebih luas.
Jujur
Jujur yang terdapat dalam novel Hujan karya Tere Liye terlihat dari beberapa tokoh melalui percakapan. Tergambar dari tokoh Lail yang mencoba mengungkapkan kebenaran kepada Ibu suri dan Maryam tentang Esok. Kejujuran yang Lail lakukan merupakan kebenaran yang sesuai realita, dan sikap jujur tersebut merupakan salah satu pengembangan nilai pendidikan jujur kepada sesama. Selain itu sikap jujur juga digambarkan oleh Maryam yang selalu mengungkapkan kebenaran tentang apa yang ada dipikirannya terhadap orang lain. Kejujuran yang dilakukan Maryam dalam hubungan persahabatan juga merupakan wujud nilai karakter jujur kepada diri sendiri dan kepada sesama.
Kreatif
Kreatif dalam novel Hujan karya Tere Liye tergambar melalui pendeskripsian tokoh dan dialog tokoh. Kreatif tergambar pada tokoh Esok. Esok digambarkan telah banyak melakukan penemuan - penemuan baru, seperti penemuan mobil terbang dan roket. Esok selalu memiliki cara alternatif untuk mengatasi permasalahan. Sikap kreatif yang tergambar pada tokoh Esok sesuai dengan peran individu sebagai “agen of repair” di era setelah milenial yang tergambar pada novel. Keadaan teknologi yang semakin canggih membuat masyarakat menjadi bagian menjadi pembaharu dalam menghadapi revolusi industri yang terjadi.
Mandiri
Nilai mandiri dalam novel Hujan karya Tere Liye tergambar pada tokoh Lail, Esok dan Ibu Esok. Lail sejak saat menjadi yatim piatu berjuang menjalani menjalani kehidupan dengan melakukan hal - hal positif, salah satunya seperti menjadi relawan, sehingga akhirnya berhasil menjadi seorang perawat di sebuah rumah sakit. Adapun mandiri yang diganbarkan pada tokoh Esok yang sudah menjalani kehidupan mandiri bersama seorang empat kakak laki - laki dan ibunya karena ayah Esok sudah meninggal. Ibu Esok mulai bekerja sendiri dengan membuka toko kue untuk menghidupi keempat anaknya. Pengembangkan nilai mandiri yang tergambar pada tokoh-tokoh membuat mereka tidak mudah bergantung kepada orang lain
Cinta Tanah Air
Cinta tanah air dalam novel Hujan karya Tere Liye tergambar melalui dialog tokoh. Cinta tanah air digambarkan pada tokoh pemimpin yang mengambil keputusan demi masyarakat yang sedang mengalami paceklik bahan panganan dan ketika bumi dalam keadaan darurat, pemimpin mengambil keputusan untuk meluncurkan pesawat ulak - alik, melepaskan jutaan ton anti gas sulfur untuk mengatasi dampak buruk bagi penduduk.
Peduli Lingkungan
Peduli lingkungan yang terdapat dalam novel Hujan karya Tere Liye tergambar pada beberapa tokoh melalui dialog antar tokoh. Dijelaskan bahwa terdapat perbincangan mengenai keprihatinan mengenai akibat banyaknya manusia yang berkembang biak dan dampaknya pada kehidupan bumi. Adapun sikap peduli lingkungan yang digambarkan Esok yang peduli tentang bagaiamana cara mengatasi musnahnya manusia akibat kerusakan alam yang terjadi.
Menghargai Prestasi
Menghargai Prestasi dalam novel Hujan karya Tere Liye digambarkan melalui peristiwa. Hal tersebut tergambar pada sikap yang ditunjukkan oleh pihak Organisasi Relawan terhadap Lail dan Maryam karena telah berhasil menyelamatkan penduduk dari bencana banjir bandang sehingga mereka memberikan penghargaan kepada Lail dan Maryam atas jasa mereka, selain itu sikap menghargai prestasi juga ditunjukkan pada Esok yang memperoleh dua tiket karena jasanya yang telah membangun kapal.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa fakta cerita yang terdapat dalam novel Hujan karya Tere Liye adalah; (1)Lail seorang anak yatim piatu yang memiliki budi pekerti yang baik. Keikhlasan dalam menerima kenangan menyakitkan membuat dirinya mampu menjalani takdir hidup dengan kuat. (2) Nilai peduli sosial, bertanggung jawab, kerja keras, gemar membaca, disiplin, bersahabat/ komunikatif, jujur, mandiri, kreatif, cinta tanah air, peduli lingkungan dan menghargai prestasi merupakan temuan nilainilai pendidikan karakter pada novel ini. Pengarang berusaha menghadirkan gambaran tokoh-tokoh yang berkarakter di era digital pada tahun 2040. Hal tersebut relevan dengan situasi pada saat ini. Novel ini memperlihatkan bagaimana teknologi yang tinggi dapat berdampingan dengan manusia yang berkarakter.
Penulis menyarankan untuk penelitian selanjutnya, peneliti dapat menggunakan teori sastra lain untuk mendapatkan analisis data yang berbeda dari penulis. Selain itu, penulis menemukan peluang bagi penelitian selanjutnya untuk melakukan penelitian pada novel ini yaitu mengenai kajian semiotik. Selanjutnya penulis juga menyarankan novel Hujan karya Tere Liye dapat dijadikan bahan bacaan yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan karakter.
DAFTAR PUSTAKA
Harliyanti. Leli. 2017. Analisis Pendidikan Karakter Dalam Novel Hujan Karya Tere Liye Serta Impilikasinya terhadap Pembelajaran Sastra dan Sastra Indonesia di SMA. Universitas Pakuan.
Kasim. A. 2019. Karakterisasi tokoh dalam novel Hujan Karya Tere Liye.Jurnal. Universitas Negeri Gorontalo.
Kurniawan, Eka. 2017. Diksi, Gaya Bahasa, Citraan, Dan Nilai Pendidikan Karakter Dalam Novel Hujan Karya Tere Liye Serta Relevansinya Dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Jurnal. Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Lickona, T. 2015. Educating for character; mendidik untuk Membentuk Karakter. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Widodo, Wahyu Aris.2019. Motivasi Kehidupan Tokoh Utama dalam Novel Hujan Karya Tere Liye.Universitas Pamulang.
Zuchdi, Darmiyanti. 2011. Pendidikan karater: dalam Perspektif Teori dan Praktik.Yogyakarta: UNY Press.
Komentar
Posting Komentar