ANALISIS MAJAS DAN MAKNA DALAM LIRIK LAGU 'KEPADA NOOR' KARYA PANJI SAKTI : PERSPEKTIF KEBAHASAAN BAHASA INDONESIA

 


ANALISIS MAJAS DAN MAKNA DALAM LIRIK LAGU 'KEPADA NOOR' KARYA PANJI SAKTI : PERSPEKTIF KEBAHASAAN BAHASA INDONESIA


Tresna Ayu Permata

Universitas Galuh

tresnapermata0@gmail.com


Abstrak

Berdasarkan hasil penelitian analisis majas dan makna lagu Kepada Noor karya Panji Sakti menunjukkan bahwa banyaknya penggunaan makna kiasan atau gaya bahasa yang digunakan oleh pengarang di dalam lirik lagu Kepada Noor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kualitatif deskriptif yaitu dengan metode pengamatan langsung terhadap lirik lagu tersebut. Banyaknya penggunakaan makna kiasan atau gaya bahasa yang digunakan yaitu : majas simile, majas metafora, majas personifikasi, m majas pertentangan, majas penyingkatan, dan majas pengulangan. Implikasi dari penelitian ini untuk memudahkan para peminat lagu Kepada Noor dan memaknai makna yang terkandung di dalam lirik lagu tersebut; bagi siswa dan mahasiswa agar memudahkan mengenali jenis-jenis gaya bahasa yang ada pada bahasa Indonesia.

Kata kunci : lirik lagu, majas, makna

Abstract

Based on the research results of the analysis of the majas and meaning of the song Kepada Noor by Panji Sakti, it shows that there are many uses of figurative meaning or language styles used by the author in the lyrics of the song Kepada Noor. The method used in this research is a descriptive qualitative method, namely by direct observation of the song lyrics. The many uses of figurative meaning or language styles used are: simile, metaphor, personification, opposition, abbreviation, hyperbole and repetition. The implication of this research is to make it easier for fans of the song To Noor and interpret the meaning contained in the song lyrics; for students and students to make it easier to recognize the types of language styles that exist in Indonesian.

Keywords: song lyrics, majas, meaning


PENDAHULUAN

Menurut Darminto & Juianty (2002) analisis diartikan sebagai penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri, serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Adapun pengertian lain analisis adalah aktifitas yang memuat sejumlah kegiatan seperti mengurai, membedakan, memilah sesuatu untuk digolongkan dan dikelompokan kembali menurut kriteria tertentu kemudian dicari kaitannya dan ditafsir maknanya (Wiradi, 2006). Sapdiani, Maesaroh, Pirmansyah, & Firmansyah (2018) mengemukakan mengenai analisis struktur pada suatu karya yang membedah secara fisik agar dapat memudahkan peneliti menganalisis secara makna. Jadi, dapat disimpulkan bahwa analisis adalah kegiatan menelaah yang bertujuan memperoleh arti yang tepat atau pemahaman secara keseluruhan.

Definisi lirik atau syair lagu menurut Jan Van Luxemburg “1989” dapat dianggap sebagai puisi begitu pula sebaliknya dan sesuai, seperti definisi teks-teks puisi tidak hanya mencukup jenis-jenis sastra melainkan juga ungkapan yang bersifat iklan, pepatah, semboyan, doa-doa dan syair lagu pop.

Sebuah puisi merupakan bentuk pengucapan bahasa yang memperhitungkan adanya aspek bunyi - bunyi di dalamnya, yang mengungkapkan pengalaman imajinatif, emosional, dan intelektual penyair yang ditimba  dari kehidupan individual dan sosialnya, serta diungkapkan dengan teknik pilihan tertentu, sehingga puisi itu mampu membangkitkan pengalaman tertentu pula pada diri pembaca atau pendengar - pendengarnya (Sayuti, 2008).

Musik merupakan salah satu bentuk seni yang memiliki daya tarik yang kuat bagi pendengar. Salah satu elemen penting dalam musik adalah lirik lagu, yang mengandung makna dan pesan yang dapat mempengaruhi emosi dan pemahaman pendengar. Lirik lagu tidak hanya mengungkapkan cerita atau pengalaman, tetapi juga mengandung makna yang lebih dalam dan seringkali menggunakan majas atau gaya bahasa untuk memperkaya pengalaman pendengar.

Dalam kajian ini, analisis makna dan penggunaan majas dalam lirik lagu "Kepada Noor" karya Panji Sakti dilakukan sebagai bentuk ekspresi artistik dan komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana lirik lagu dapat mengandung makna yang kompleks, yang mungkin tidak terlihat pada permukaan, serta bagaimana penggunaan majas dalam lirik lagu dapat meningkatkan pengalaman mendalam kepada pendengar dalam menikmati karya musik.

Dalam kalimat tersebut, terdapat beberapa majas yang digunakan, yaitu:

Metafora : "Rindu adalah perjalanan mengurai waktu." Di sini, rindu digambarkan sebagai perjalanan yang mengurai waktu. Metafora digunakan untuk memberikan pemahaman yang lebih kaya atau gambaran yang kuat tentang konsep rindu.

Personifikasi : "Catatannya tertulis di langit malam." Di sini, catatan-catan yang dimaksudkan secara tidak harfiah dijelaskan seolah-olah mereka bisa menulis dan terlihat di langit malam. Personifikasi digunakan untuk memberikan atribut manusia kepada objek nonmanusia.

Majas Pertentangan : Antitesis: "Menjelma pertemuan demi pertemuan." Dalam kalimat ini, kontras diperlihatkan antara "menjelma" (transformasi) dan "pertemuan demi pertemuan". Hal ini menciptakan kontras antara transformasi yang terjadi dan serangkaian pertemuan yang berulang.

Majas Penyingkatan : Elipsis: "Di telaga dan di ujung daun itu." Beberapa kata dihilangkan dalam kalimat ini, tetapi maknanya dapat dipahami dari konteks. Elipsis digunakan untuk menghilangkan kata-kata yang sebenarnya diperlukan dalam kalimat tetapi masih dapat dipahami.

Dalam kalimat tersebut, penggunaan majas memberikan kekayaan ekspresi dan membantu menciptakan gambaran yang kuat dan imajinatif. Selain itu dalam kalimat tersebut juga terdapat penggunaan kata-kata yang melibatkan penginderaan atau persepsi, seperti "setiap keindahan" yang menunjukkan pengamatan dan apresiasiterhadap kecantikan, diantaranya yaitu :

Simile (Perumpamaan): "Seperti burung yang sedang membuat sarang." Dalam perbandingan ini, penulis membandingkan kegiatan membuat sarang dengan tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh orang tersebut. Simile digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih hidup dan lebih mudah dipahami.

Metafora : "Di wajah-Mu kusematkan." Dalam kalimat ini, wajah-Mu digambarkan sebagai tempat di mana penulis menaruh atau menyematkan sesuatu. Metafora digunakan untuk memberikan pemahaman yang lebih kaya atau gambaran yang kuat tentang bagaimana penulis menghargai atau mencintai wajah orang yang dituju.

Dan yang terakhir yaitu majas pengulangan, Penggunaan majas pengulangan ini memberikan pengaruh retoris yang menekankan pentingnya menyebut nama Tuhan secara berulang-ulang dalam perasaan rindu.

1. Majas Pengulangan: Epifora "Mengekal menyebut nama-Mu berulang-ulang." Dalam kalimat ini, pengulangan kata "nama-Mu" menunjukkan adanya intensitas dan ketekunan dalam menyebutkan nama Tuhan. Epifora, yang merupakan pengulangan kata atau frasa di akhir kalimat atau baris yang berurutan, digunakan untuk menciptakan efek pengulangan yang kuat dan menguatkan perwsaan rindu yang diungkapkan dalam kalimat tersebut.

Penggunaan majas pengulangan ini memberikan pengaruh retoris yang menekankan pentingnya menyebut nama Tuhan secara berulang-ulang dalam perasaan rindu.

METODE PENELITIAN

Menurut Sugiyono Pengertian metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dapat dideskripsikan, dibuktikan, dikembangkan dan ditemukan pengetahuan, teori, untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam kehidupan manusia (Sugiyono: 2012). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Analisis kualitatif umumnya dilakukan dengan menggunakan pendekatan induktif, di mana peneliti mengumpulkan data yang terdiri dari wawancara, observasi, atau materi tertulis seperti dokumen atau catatan lapangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan memperhatikan pola-pola, tema, dan makna yang muncul dari data tersebut. Metode kualitatif yang digunakan yaitu jenis analisis Tematik. Analisis Tematik yaitu Identifikasi dan pemahaman terhadap tema atau pola yang muncul dari data kualitatif. Peneliti mengelompokkan data ke dalam kategori-kategori yang saling terkait dan mencari makna di balik tematik tersebut. Metode kualitatif sering digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian yang berfokus pada pemahaman mendalam, konteks, dan makna subjektif dari fenomena yang diteliti. Oleh karena itu metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Tematik (thematic analysis).

HASIL DAN PEMBAHASAN 

Berikut merupakan hasil dan pembahasan mengenai analisis majsa dan makna pada lirik lagu “Kepada Noor” karya Panji Sakti yang dapat diamatai pada tabel berikut.

Majas : Metafora “ Rindu adalah perjalanan mengurai waktu”

Makna : Dalam penggunaan ini, "rindu" digambarkan sebagai suatu  perjalanan yang dapat mengurai waktu. Artinya, rindu di jelaskan bukan hanya sebagai perasaan,  tetapi juga sebagai  sesuatu yang  mempengaruhi waktu dan dapat dirasakan secara mendalam.

Majas : Personifikasi “Catatannya tertulis di langit malam”

Makna : Dalam penggunaan ini, langit malam diberikan sifat-sifat manusia dengan cara       menuliskan catatan. Ini menggambarkan suasana romantis dan nostalgia yang terasa kuat saat malam.

Majas : Hiperbola “Di telaga di ujung daun                         itu” 

Makna : Dalam penggunaan ini, ungkapan tersebut menggambarkan bahwa catatan pertemuan atau kenangan yang terdapat di langit malam tersebar luas hingga ke tempat yang jauh, yaitu telaga dan ujung daun, ini memberikan kesan bahwa kenangan tersebut     memiliki pengaruh yang sangat besar.

Majas : Personifikasi “Rindu mengekal menyebut nama-Mu”

Makna : Dalam penggunaan ini, nama-Mu (yang merujuk pada Tuhan) diperlakukan seolah-olah memiliki sifat-sifat manusia yaitu mampu di dengar dan merespon panggilan. Ini adalah bentuk personifikasi dimana atribut manusia diberikan kepada entitas non- manusia.

SIMPULAN

Dari berbagai macam jenis lagu Kepada Noor karya Panji Sakti. Jenis – jenis tersebut diantaranya yaitu : majas simile, majas metafora, majas personifikasi, majas pertentangan, majas penyingkatan, majas pengulangan dan majas hiperbola. Secara keseluruhan majas yang sering muncul pada penelitian lagu Kepada Noor ini yaitu majas personifikasi dan majas metafora. Jadi, dapat disimpulkam bahwa lirik lagu Kepada Noor karya Panji Sakti ini merupakan musikalisasi puisi yang ditulis oleh Moch. Syarip Hidayat dan terdapat 3 bagian, yaitu “Kepada Noor 1”, “Kepada Noor 2”, dan “Kepada Noor 3”. Lagu yang dilantunkan Panji Sakti ini adalah adaptasi dari “Kepada Noor 3” yang dibuat pada tahun 2003.

Pesan yang disampaikan dalam lirik lagu tersebut diungkapkan secara tidak langsung melalui uraian kata- kata yang di saratkan akan makna mengenai perjalanan sepasang kekasih dan mereka tetap selalu rindu. Pesan yang terkandung dalam lirik lagu ini bisa dimengerti dengan cukup baik oleh peneliti melalui analisis majas dan makna pada lirik lagu Kepada Noor.

DAFTAR PUSTAKA

Menurut Darminto & Juianty (2002) https://adoc.pub/bab-ii-tinjauan-pustaka-dwi-darminto-dan-rifka-julianty-2002.html

Menurut Sugiyono Pengertian metode penelitian https://serupa.id/metode-penelitian-kualitatif/ 

Sapdiani, Maesaroh, Pirmansyah, & Firmansyah (2018) mengemukakan mengenai analisis struktur pada suatu karya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Makna Dalam Lagu Usik karya Feby Putri

STRATEGI BUDAYA PENCAGARAN BAHASA DAERAH NUSANTARA

ANALISIS NILAI MORAL DALAM NOVEL BUMI CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZ