ANALISIS BERBAHASA GAUL SERTA ADANYA BILINGUAL DI KALANGAN MILENIAL PADA : “ VT ( VIDEO TIKTOK ) “
ANALISIS BERBAHASA GAUL SERTA ADANYA BILINGUAL DI KALANGAN MILENIAL PADA : “ VT ( VIDEO TIKTOK ) “
Salsabila
Universitas Galuh
bila32595@gmail.com
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan adanya bahasa gaul dengan bilingual yang biasa digunakan di kalangan milenial Penelitian ini menggunakan metode literatur revieu atau bersifat pustaka,data diuraikan deskriftif. Data dalam penelitian ini adalah kata berupa bahasa gaul yang digunakan dalam media sosial oleh generasi milenial. Pengumpulan data dengan teknik dalam bentuk tertulis maupun soft copy,misalnya buku teks,artikel ilmiah,ebook dan lain lain.Ungkapan-ungkapan yang digunakan tersebut memiliki makna tersendiri.Bahasa gaul dengan adanya bilingual yang digunakan berupa campuran bahasa indonesia dengan bahasa inggris sehinga lebih menarik secara fonemik dalam pengucapannya.Fenomena tersebut menjadikan populer dikalangan masyarakat kawasan Jakarta Selatan identik dengan kaum hedon. Para pengguna Tiktok juga sering menggunakannya dengan cara yang salah atau sudah melewati batas sehingga muncullah suatu video yang berbau negatif dan tanpa disengaja orang yang melihat video tersebut telah melihat apa yang seharusnya tidak ia lihat.
Kata Kunci : Bahasa Gaul,Bilingual,Tiktok,Generasi Milenial
A. Pendahuluan
Bahasa gaul tidak muncul pada zaman sekarang saja,namun pada sejak awal 1970-an pun bahasa gaul sudah di terapkan pada kalangan anak muda,pada saat itu disebut dengan bahasa prokem atau bahasa okem.Jauh sebelum adanya teknologi seperti saat ini bahasa gaul memang sebenarnya sudah ada namun,tidak semarak seperti sekarang,terutama kalangan remaja akan terdampak terhadap hal ini.
Siapa pun,tidak hanya kalangan remaja anak kecil berusia 12 tahun yang masih duduk dibangku sekolah dasar pun sudah tahu apa itu bahasa gaul,akan terbukti jika kita mempunyai seorang adik yang sudah hafal betul teknologi salah satunya yaitu gadget.
Bahasa merupakan sebuah hal yang unik,pasalnya bahasa terus berkembang, dan di setiap belahan dunia pasti berbeda bahasanya. Di Indonesia, penggunaan bahasa yang beragam terus memperkaya variasi bahasa di negeri ini. Dalam perkembangannya, terdapat fenomena penggunaan bahasa gaul atau bahasa prokem. Bahasa gaul (bahasa prokem) merupakan bahasa populer yang biasanya digunakan oleh generasi milenial khususnya pelajar dan mahasiswa. Penggunaan bahasa gaul (prokem) saat ini tidak hanya melalui lisan, dan tulisan melalui pesan singkat yang dikirimkan ke satu orang yang dituju, namun saat ini melalui perkembangan internet dan digitalisasi yang pesat, sebagai salah satu dampak perkembangannya, media sosial muncul sebagai media yang memudahkan para penggunanya dalam berkirim informasi yang baru (terkini), kosakata baru atau apapun yang sedang viral saat ini, tidak luput dengan penyebaran bahasa gaul (prokem) yang pelajar maupun mahasiswa miliki.
Devianty(2017:227) mengungkapkan bahasa adalah alat komunikasi antar anggota masyarakat berupa lambang bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Pengertian bahasa itu meliputi dua bidang. Pertama, bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap dan arti atau makna yang tersirat dalam arus bunyi itu sendiri. Bunyi itu merupakan getaran yang merangsang alat pendengaran kita. Kedua, arti dan makna, yaitu isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan adanya reaksi terhadap hal yang kita dengar.
Beragamnya bahasa turut menambah variasi dalam berbahasa, variasi bahasa sendiri memiliki dua sudut pandang, sebagaimana yang dikemukakan Chaer & Agustina (2004:61), bahwa dalam hal variasi atau ragam bahasa ini ada dua pandangan. Pertama, variasi atau ragam bahasa itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. Jadi variasi atau ragam bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. Andai kata penutur bahasa itu adalah kelompok yang homogen, baik etnis, status sosial, maupun lapangan pekerjaannya, maka variasi atau keragaman itu tidak akan ada artinya bahasa itu akan menjadi seragam. Kedua, variasi atau ragam bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. Kedua pandangan ini dapat saja diterima ataupun ditolak. Yang jelas, variasi atau ragam bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan di dalam masyarakat sosial (Muliawati, 2017).
Bahasa gaul atau yang biasa disebut dengan bahasa prokem adalah bahasa di luar bahasa resmi, yakni bahasa Indonesia. Bahasa gaul atau bahasa prokem biasanya digunakan pada kalangan anak muda atau yang kini disebut dengan “generasi milenial” khususnya merujuk kepada pelajar dan mahasiswa. Bahasa gaul memiliki cirinya sendiri, sebagaimana yang diungkapkan oleh Yana, dkk. (2018:1), bahwa bahasa gaul memiliki ciri khusus, singkat, dan juga kreatif.
Sepanjang tahun ini, terdapat kosa kata bahasa gaul atau bahasa prokem yang baru. Bahasa gaul diciptakan sebagai jembatan komunikasi antar generasi milenial yang tidak ingin memberi jarak atau batasan berbahasa saat berkumpul dengan kawankawannya. Faktor-faktor penyebab pemerolehan bahasa gaul antara lain seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, hal tersebut diungkapkan oleh Sari (2015), salah satu faktor yang mendukung maraknya bahasa gaul adalah melalui peran media elektronik dan cetak.
Media elektornik banyak menggunakan istilah gaul khususnya film remaja dan iklan, misalnya dari adegan percakapan di televisi. Artinya bahasa gaul tidak hanya terjadi karena kontak langsung dengan masyarakat itu sendiri. Begitu juga dengan media cetak, misalnya di dalam majalah, surat kabar, atau koran. Selain itu, pembuatan karya sastra remaja seperti cerita pendek (cerpen) atau novel yang umumnya menggunakan bahasa gaul.
Salah satu media yang kini paling digemari oleh generasi milenial, yakni media sosial. Mereka dapat menyampaikan dan mendapatkan informasi dan pengetahuan dengan waktu yang relatif singkat. Media sosial merupakan salah satu perkembangan dari adanya internet. Media sosial kini menjadi sebuah jembatan komunikasi antar penggunanya.
Aplikasi adalah suatu perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna. Biasanya dibandingkan dengan perangkat lunak sistem yang mengintegrasikan berbagai kemampuan komputer tetapi tidak secara langsung menerapkan kemampuan tersebut untuk mengerjakan suatu tugas yang menguntungkan pengguna. Aplikasi juga bisa di katakan sebagai alat bantu untuk mempermudah serta mempercepat proses pekerjaan dan juga bukan merupakan beban bagi pemakainya. Banyak Aplikasi yang menyediakan dukungan fitur untuk membuat konten video dengan fitur-fitur yang menarik di Smartphone. Dengan adanya internet kita dapat menggunakan aplikasi dengan mudah untuk menyampaikan suatu informasi yang kita dapatkan dari sumber manapun yang dapat kita percaya. Salah satu aplikasi video yang sering di gunakan oleh masyarakat dan sekarang ini sedang terkenal adalah aplikasi Tiktok. Aplikasi ini dibuat oleh seorang asal Tiongkok yaitu Zhang Yiming. Tiktok yang kita kenal seperti sekarang awalnya tidak muncul sebagai Tiktok.
Pada September 2016 perusahaan asal Cina yakni Byte Dance meluncurkan aplikasi video pendek bernama Douyin. Dalam waktu 1 tahun Douyin memiliki 100 juta pengguna dan 1 miliar tayangan video setiap hari. Akibat meroketnya popularitas Douyin melakukan ekspansi ke luar Cina dengan nama baru yang lebih dikenal yaitu Tiktok. Meskipun Negara Cina yang membuat aplikasi Tiktok tetapi bukan mereka yang banyak mengunduh dan menggunakan aplikasi tersebut. Aplikasi Tiktok ini memberikan efek-efek spesial untuk video pendek sehingga terlihat menarik dan dapat ditonton oleh siapa saja selama masih memiliki jaringan internet. Semakin unik video yang dibagikan maka semakin banyak pula yang melihat video tersebut. Hal ini cenderung menyebabkan pengguna Tiktok berani melakukan hal apapun demi meraih popularitas. Selain itu aplikasi untuk membuat video pendek ini juga dilengkapi dengan dukungan musik yang cukup banyak sehingga para pengguna bisa membuat video pendek disertai dengan tarian, gaya bebas, bernyanyi dan masih banyak lagi. Hal ini bisa mendorong kreativitas seseorang untuk membuat video pendek sebagus mungkin dan menarik perhatian banyak orang. Dengan adanya aplikasi Tiktok dapat memberikan hiburan bagi setiap orang untuk menghilangkan rasa lelah dan rasa bosan bahkan pengguna Tiktok bisa mengeluarkan banyak ekspresi jika sedang menggunakan dan melihat video-video di Tiktok seperti mengeluarkan ekspresi senang,sedih,gembira,kecewa,marah dan berbagai ekspresi lainnya karena dalam aplikasi tersebut setiap orang dapat melihat berbagai video dengan ekspresi video yang berbeda-beda.
B. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Milenial pasti tidak asing dengan penggunaan bahasa Indonesia seharihari yang dicampur dengan bahasa lain. Beberapa waktu terakhir ini, terdapat fenomena percampuran bahasa Inggris dengan bahasa Indonesia yang disebut bahasa bilingual (campuran dua bahasa). Bahasa bilingual atau kecakapan bilingual ini tampaknya sedang menjadi populer di kalangan anak muda pengguna media sosial khususnya Twitter. Penggunaan bahasa campuran ini diidentikkan dengan lokasi geografis Jakarta Selatan sehingga sering disebut sebagai bahasa anak Jaksel.bagi sebagian orang yang hidupnya di daerah jaksel menggunakan bahasa campur akan lebih keren apalagi saat nongkrong.
Namun,dari sejak kapan bilingual ini mulai digunakan di Indonesia? Apakah hal baru di Tanah Air? Dosen di Dapartement Pendidikan Bahasa Inggris,Universitas Negeri Yogyakarta Raswan mengatakan,bilingual bukan hal baru di Indonesia tetapi sudah ada sebelum tahun 1945.
Bahasa gaul diciptakan sebagai jembatan komunikasi antara generasi milenial yang tidak ingin memberi jarak atau batasan berbahasa saat berkumpul dengan kawan-kawannya.
Pengertian Tiktok
Tiktok merupakan sebuah aplikasi yang memberikan efek spesial yang unik, menarik, dan bisa digunakan oleh para pengguna aplikasi ini dengan mudah untuk membuat video pendek yang keren dan bisa menarik perhatian banyak orang yang melihatnya. Hasil dari video pendek ini bisa diperlihatkan ke teman-teman di sosial media dan pengguna Tiktok lainnya. Aplikasi video pendek ini memiliki dukungan musik yang banyak sehinggapenggunanya dapat melakukan tarian, gaya bebas, video unik dan masih banyak lagi sehingga mendorong kreatifitas penggunanya menjadi konten kreator atau bisa di bilang juga sebagai Tiktokers. Tiktokers adalah suatu individu yang melakukan suatu kegiatan seperti membuat video unik di Tiktok dan membuat dirinya bisa dikenal sehingga memiliki banyak pengikut di Tiktok dan membuat dirinya menjadi terkenal karena videovideo yang dibuat sangat kreatif, unik dan juga menginspirasi. Semua sesuai pandangan dari setiap penonton atau dari pengguna lain.
Aplikasi Tiktok ini merupakan aplikasi yang memperbolehkan para pemakainya untuk membuat video musik pendek mereka sendiri. Aplikasi ini diluncurkan pada bulan september tahun 2016 yang dikembangkan oleh developer asal Cina yakni Zhang Yiming. aplikasi Tiktok mengukuhkan diri sebagai aplikasi paling banyak diunduh yakni 45,8 juta kali. Tiktok yang kita kenal seperti sekarang awalnya tidak muncul sebagai Tiktok.
Pada September 2016 perusahaan asal Cina yakni Byte Dance meluncurkan aplikasi video pendek bernama Douyin. Dalam waktu 1 tahun Douyin memiliki 100 juta pengguna dan 1 miliar tayangan video setiap hari. Akibat meroketnya popularitas, Douyin melakukan ekspansi ke luar Cina dengan nama baru yang lebih dikenal yaitu Tiktok. Meskipun Negara Cina yang membuat aplikasi Tiktok tetapi bukan mereka yang banyak mengunduh dan menggunakan aplikasi tersebut.
Selain itu aplikasi Tiktok ini dapat menjadi sebuah wadah informasi Seperti mendapat ilmu dengan menonton video tentang pengetahuan dunia dan juga bisa menghibur para penonton yang sedang mengalami tekanan. di aplikasi Tiktok ada sebuah kata yang sering digunakan para Tiktokers yaitu FYP (For You Page). FYP yang di maksud adalah halaman utama dari Tiktok yang menampilkan konten saat pertama kali membuka aplikasi Tiktok dan akan muncul video yang bertuliskan FYP. Aplikasi Tiktok ini bisa juga digunakan untuk mempromosikan bisnis seperti membuat video yang kreatif agar supaya menarik pelanggan. Namun disisi lain terdapat kelemahan dari Tiktok yaitu banyak masyarakat yang sering salah menggunakan aplikasi tersebut dengan sembarangan sehingga video negatif sering bermunculan di Tiktok.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Aplikasi Tiktok
Menurut Mulyana (2000), dalam penggunaan Tiktok terdapat dua faktor yakni Faktor Internal seperti perasaan,dan karakteristik individu,keinginan atau harapan, perhatian, proses belajar, keadaan fisik,kebutuhan juga minat dan motivasi. Sedangkan Faktor Eksternal seperti informasi yang diperoleh, pengetahuan dan kebutuhan sekitar, intensitas, ukuran, keberlawanan, halhal baru dan familiar atau ketidakasingan suatu objek.
Faktor internal
Yakni faktor yang berasal dari dalam diri seseorang seperti perasaan. Menurut Ahmadi, perasaan ialah suatu keadaan kerohanian atau peristiwa kejiwaan yang kita alami dengan senang atau sedih dalam hubungan dengan peristiwa mengenal dan bersifat subjektif. Jadi menurut Ahmadi, perasaan adalah faktor internal yang mempengaruhi penggunaan aplikasi Tiktok. Karena menurutnya jika perasaan atau jiwa seseorang tidak menyukai atau tidak senang dengan penggunaan aplikasi Tiktok ini maka seseorang tersebut tidak akan menggunakannya. Menurut W. Wundt perasaaan tidak hanya dapat dilihat atau dialami oleh individu sebagai perasaan senang ataupun tidak senang melainkan dapat dilihat dari berbagai dimensi. Jadi menurut W. Wundt penggunaan aplikasi Tiktok ini tidak hanya bisa dilihat melalui perasaannya saja melainkan dilihat dari tingkah lakunya juga.
Faktor Eksternal
Dalam aplikasi Tiktok orang-orang memperoleh informasi dari berbagi video contohnya kejadian yang bersifat video seperti kapal tenggelam atau dalam bentuk rekaman lainnya dengan begitu cepat informasi kejadian tersampaikan kepada pengguna lainnya.informasi menjadi identitas media sosial karena media sosial mengkreasikan representasi identitasnya, memproduksi konten, dan melakukan interaksi berdasarkan informasi.
Jadi informasi adalah sesuatu yang sangat juga berpengaruh terhadap penggunaan aplikasi Tiktok. Jika seseorang tidak mendapatkan informasi tentang Tiktok mungkin saja mereka tidak mengenal aplikasi Tiktok, bahkan sampai menjadi penggunanya. Maka dari itu informasi dikatakan penting sekali dalam penggunaan aplikasi Tiktok. Pengaruh dari media sosial yang merupakan bagian dari media informasi salah satunya adalah dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang. dengan informasi juga seseorang bisa terpengaruh pengetahuannya mengenai media sosial seperti Tiktok
C. Hasil Penelitian
Berdasarkan penelitian yang didapatkan terutamanya data dari media sosial atau media digital saat ini kosakata bilingual (campuran) antara bahasa indonesia dengan bahasa inggris yang digunakan dalam percakapan sehari-hari baik dalam media sosial atau percakapan langsung sebagai berikut :
"Kalau gue sih lebih prefer ke kampus naik mobil dibanding naik motor".
“Senin sampe Selasa hectic sih”.
“Selama masa recovery diatur aja”.
“Hubungan kalo selalu feeling lonely cape sendiri”.
“Gue sih mending naikin value diri gue”.
“Gila ya perfect”.
“Kalo memang pada akhirnya kita harus lost contact “
“ Maaf kalo slow respon”.
“Jadi anak strict parent ternyata banyak tidak enaknya”.
“Yang gabanyak janji aja,tapi effort nyata”.
Dari beberapa contoh diatas, penulis mengkaji maksud dari pada kosa kata bahasa gaul yang digunakan oleh generasi milenial, sebagai berikut:
Prefer,mengandung arti Preper mengandung arti’lebihmenyukai’. Namun sering kali anak milenial menambahkan kata ‘lebih’sebelum kata’preper’ yang membuat kata ini tidak efisien karena adanya pengulangan kata.
Hectic,mengandung arti ' sibuk sekali ' biasanya ditujukan pada orang yang padat berkegiatan seperti sedang menyusun skripsi harus dibagi waktu dengan pekerjaan.
Recovery,mengandung arti ' penyembuhan ' biasanya ditunjukan pada orang yang baru bangun dari sakitnya.
Feeling lonely,mengandung arti ' merasa kesepian ' biasanya ditunjukan pada seorang yang jatuh cinta namun selalu ditinggalkan.
Value, mengandung arti ' nilai ' biasanya ditunjukan pada seseorang yang mempunyai prestasi lebih.Namun anak milenia menggunakannya ketika putus cinta ingin menaikan value agar pasangan menyesal.
Perfect, mengandung arti ' sempurna ' biasanya ditunjukan ketika melihat sesuatu yang menurut mereka ini tidak ada kurangnya seperti melihat suatu lukisan.
Lost Contact, mengandung arti ' kehilangan kontak ' kalangan milenial biasanya untuk kasus dimana komunikasi atau hubungan antara manusia menjadi terputus atau hilang. Biasanya terjadi pada sahabat,teman,pasangan/pacar bahkan keluarga.
Strict Parents, mengandung arti ' orang tua yang ketat ' biasanya pada kalangan milenial kata ini sering kali muncul karena banyaknya perempuan yang kegiatannya dibatasi orang tua akan menghukum dengan keras apabila tidak nurut.
Slow Respon, mengandung arti ' respon lambat ' biasanya dalam kalangan milenial seseorang yang sering terlambat membalas pesan.
Effort, mengandung arti ' upaya ' pada kalangan milenial bahasa ini sering banyak muncul terutama pada seseorang yang sedang jatuh cinta karena sebuah usaha yang dilakukan seseorang dalam hubungan percintaan atau persahabatan dengan orang lain.
Dari hasil temuan di atas dapat diungkapkan bahasa gaul dengan kecakapan bilingual atau bahasa campuran antara bahasa indonesia dengan bahasa inggris mempunyai makna tersendiri. Pembentukan kata yang unik membuat kalangan milenial semakin tertarik untuk menggunakannya terutama pada daerah Jakarta Selatan.
Dengan maraknya media sosial dan perkembangan media digital seperti sekarang gadget salah satunya yang semakin canggih kalangan milenial semakin mudah berkomunikasi dan semakin
mudah juga mereka melontarkan bahasa gaul ini. Hal ini sesuai yang dijelaskan oleh Chaer (dalam Mutoharoh, 2018:87 adanya perubahan sistem suatu bahasa sehubungan dengan adanya persentuhan bahasa yang dikaitkan dengan unsur-unsur bahasa lain yang dilakukan oleh penutur yang bilingual.
Oleh karena itu,hari ini sudah jarang mendengar berbahasa yang diterapkan senestinya sebagian besar para milenial sekaran menggunakan bahasagaul. Kondisi yang demikian sebenarnya akan cukup berbahaya,terutama bagi anak muda yang akan datang,akan mengakibatkan menurunnya penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar,akan mempersulit jika pembacanya tidak mengerti betul bahasa gaul dan berkurangnnya rasa cinta terhadap bahasa sendiri.Dengan adanya berbagai sisi negatif dalam hal ini bahasa gaul pun terdapat sisi positifnya,yakni akan menjadikan remaja lebih kreatif,tidak ada salahnya kita menerapkan bahasa gaul yang muncul asalkan kita tahu disituasi seperti apa kita menggunakannya.
Untuk itu perkembangan bahasa gaul sebagai bagian dari budaya Indonesia harus didokumentasikan karena bahasa pada dasarnya terus-menerus berubah, maka gejala-gejala kebahasaan yang bersifat lisan dan tertulis yang sekarang ada apabila tidak didokumentasikan, maka kita akan kehilangan jejak salah satu kebudayaan Indonesia (Badudu dalam Noermanzah, 2017:3).
D. Simpulan
Penggunaan bahasa gaul dengan adanya bilingual kecakapan campuran antara bahasa indonesia dengan bahasa inggris merupakan kemunculan yang sempat terjadi dalam kalangan milenial fenomena ini marak terjadi berbagai daerah khususnya Jakarta Selatan salah satunya karena media sosial yang sudah menyebar luas Jauh sebelum adanya teknologi seperti saat ini bahasa gaul memang sebenarnya sudah ada namun tidak semarak seperti sekarang,terutama kalangan remaja akan terdampak terhadap hal ini. Pada sejak awal 1970-an pun bahasa gaul sudah di terapkan pada kalangan anak muda,pada saat itu disebut dengan bahasa prokem atau bahasa okem.Kalangan anak muda saat ini sudah sedikit terpengaruh akan bahasa gaul itu terutama generasi milenial, terkesan cukup jarang didengar apa itu Bilingual? Kecakapan bilingual yakni berbahasa campur dengan bahasa satu dengan yang lainnya penggunaaan bahasa ini cukup ramai di perbincangkan masyarakat Indonesia, semakin ramai munculah bahasa jaksel. Bahasa jaksel ini yakni ketermpilan seseorang yang berbicaranya menggunakan bahasa campur antara bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris.
Menggunakan aplikasi Tiktok sangat mudah karena banyak hal-hal unik yang dapat dilihat melalui aplikasi tersebut. Terdapat juga video-video pengetahuan yang bisa dilihat dan menambah wawasan para pengguannya. Ada juga beberapa fitur yang bisa digunakan untuk memulai sebuah video yang menarik perhatian banyak orang sehingga setiap penggunanya bisa dikenal. Pengguna aplikasi ini juga beragam, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
E. Saran
Bagi para mahasiswa, peneliti menyarankan agar menyeimbangkan waktu belajar dan menggunakan Tiktok. melihat sebuah video memang menyenangkan namun harus di pergunakan dengan baik waktu yang diberikan dan lebih bijaksana dalam menggunakan Tiktok agar mendapatkan manfaat dari Tiktok seperti tumbuhnya suatu kreativitas.
Bagi para orang tua, peneliti menyarankan hendaklah harus selalu memperhatikan dan mengawasi anakanaknya walaupun sudah berada dalam usia cukup matang. Peran orangtua sangat penting demi kebaikan mereka dimasa depan, agar tidak terjerumus kehal-hal negatif yang ada dalam video di Tiktok.
Bagi para dosen juga diharapkan agar senantiasa selalu memperhatikan dan melakukan inovasi dan terobosan baru dalam proses perkuliahan untuk mencegah keadaan membosankan selama perkuliahan berlangsung. sehingga mahasiswa tidak terusmenerus menggunakan
Tiktok.
Bagi masyarakat secara umum tentunya di harapkan untuk lebih memperhatikan dan lebih peduli dengan pendidikan anak-anak di Indonesia dalam menggunakan teknologi internet terutama bagi pelajar.
DAFTAR PUSTAKA
Armylia,Fonny Waani,dkk.2021 Dampak Penggunaan Aplikasi Tiktok (Douyin) Terhadap Minat Belajar di Kalangan Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi Manado. Volume 1. Nomor 1.
Halaman 1-10 Jurnal Ilmiah Society.
Goziyah,Maulana Yusuf.2019 Bahasa Gaul ( Prokem ) Generasi Milenial dalam Media Sosial.
Muliawati, H. (2017). Variasi Bahasa Gaul pada Mahasiswa Unswagati Prodi
Pendidikan Bahasa dan Sastra lndonesia Tahun 2016. Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2), 42doi:10.33603/deiksis.v4i2.618
Noermanzah, N. (2017). Struktur Kalimat Tunggal Bahasa Sindang di Kota Lubuklinggau dan Pengaruhnya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(1), 3. doi:10.21009/aksis.01010
Sari, B. P. (2015). Dampak Penggunaan Bahasa Gaul di Kalangan Remaja Terhadap Bahasa Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa UNIB. 171-176.
Komentar
Posting Komentar